Formulir baru dari pengelola datang pagi hari. Cinta membacanya bersama pengacara melalui panggilan singkat. Persetujuan itu hanya mencakup penggantian kunci dan pemeriksaan pintu, bukan seluruh kerusakan di unit. Cinta meminta salinan bertanda tangan dan memastikan ia dapat menolak perubahan lain yang belum disepakati.
Pengacara menyetujui pemahamannya. ‘Simpan salinan dan tanyakan sebelum menyetujui hal lain. Anda dapat mengambil waktu.’
Cinta menandatangani formulir tersebut. Ia lalu mengirim jadwal kepada pengelola dan meminta hadir saat kunci baru diserahkan. Anna setuju menemaninya.
Di gedung, pengelola memperlihatkan bahwa kunci lama tidak lagi digunakan untuk membuka unit. Pintu telah diperiksa dan mekanismenya diganti. Cinta menerima kunci baru langsung dari pengelola. Ia bertanya siapa yang memegang kunci sementara selama pekerjaan dan apakah ada salinan yang disimpan. Pengelola menjelaskan satu salinan disegel dan dicatat sebagai kunci darurat gedung. Cinta meminta prosedur pembukaan darurat dijelaskan dan nama jabatan penerima catatan, bukan nama pribadi yang tidak diperlukan.
‘Apakah saya diberi tahu jika kunci itu dipakai?’
‘Ya, penggunaan dicatat dan penghuni akan diberi kabar.’
Cinta meminta konfirmasi tertulis. Ia tidak menganggap prosedur itu sempurna, tetapi ia ingin tahu bagaimana akses dikelola. Setelah menerima jawaban, ia menguji kunci sendiri dari luar dan dalam. Ia memastikan pintu dapat dikunci tanpa bantuan Patrick atau siapa pun.
Mereka masuk ke unit untuk melihat keadaan pintu. Kerusakan lain masih ada; perbaikan barang belum dimulai. Cinta tidak tidur di sana. Ia hanya berjalan ke ruang tengah, memastikan pintu menutup baik, lalu menempelkan catatan pemeriksaan di map.
Anna bertanya, ‘Kau ingin mencoba tinggal semalam?’
‘Belum. Aku ingin tahu bagaimana rasanya setelah beberapa hari. Aku tidak mau memaksa diri hanya karena pintunya sudah diganti.’
Anna mengangguk. Ia tidak menyebut Cinta penakut atau mendorongnya melawan rasa takut. Mereka keluar setelah Cinta mengunci pintu. Kali ini ia membawa kunci baru sendiri.
***
Di lobi, pengelola menyerahkan tanda terima pekerjaan. Cinta membacanya dan memastikan hanya penggantian akses yang tercantum. Ia menanyakan apakah biaya perbaikan barang akan dikirim sebagai dokumen terpisah. Pengelola mengatakan ya, sehingga Cinta dapat meninjau masing-masing dengan pengacara.
Cinta memasukkan kunci ke tas kecil yang selalu dibawanya. Ia tidak memberi salinannya kepada Anna atau Patrick. Ia ingin memutuskan sendiri bila suatu saat membutuhkan orang lain memegangnya.
Dalam perjalanan kembali, Anna bertanya apakah Cinta merasa kunci baru membawa rasa lega.
‘Sedikit. Tapi kunci tidak menghapus kejadian. Aku masih perlu memutuskan apakah mau kembali.’
‘Dan kau boleh menunggu.’
Cinta menatap gedung dari jendela mobil. Ia teringat betapa sering Daniel menganggap akses kepada dirinya sebagai hak. Sekarang ia memegang kunci sendiri, namun ia tak ingin mengubah benda itu menjadi simbol bahwa semua sudah selesai. Ia masih harus mempertimbangkan keseluruhan keadaan.
Sampai di unit sewa, Cinta menguji kunci baru di telapak tangannya dan menyimpannya di kotak kecil bersama dokumen. Ia tidak meletakkannya di meja Patrick atau membagikan nomor kuncinya. Ini rumahnya, dan kendali akses ada padanya.
Ia menghubungi pengelola untuk mengonfirmasi bahwa dirinya belum kembali tinggal. Pengelola menjawab unit akan tetap kosong sampai Cinta memberi kabar. Cinta mengirim pesan kepada pengacara bahwa perubahan akses selesai dan ia masih tinggal sementara.
Malam itu ia memasak makanan sederhana di unit sewa. Ia merasa sedikit lega mengetahui pintu lamanya telah diperbaiki, tetapi tidak merasa wajib memuji pekerjaan itu sebagai penyelesaian. Ia memutuskan akan menunggu daftar biaya dan meninjau kerusakan lain sebelum menentukan langkah. Keputusan untuk tinggal kembali belum dibuat.
Sesampainya di unit sewa, Cinta meletakkan kunci baru di atas meja dan memandangnya lama. Ia ingin merasa senang, tetapi ada bagian dirinya yang masih menyangka setiap pintu bisa didorong paksa. Anna tidak mengatakan bahwa kunci baru akan mencegah semua hal. Ia hanya bertanya apakah Cinta ingin menyimpannya di tempat lain.
‘Aku akan menyimpannya di tas yang kubawa,’ jawab Cinta. ‘Aku tidak mau meninggalkannya di sini.’
‘Baik.’
Cinta memasukkan kunci ke kantong beritsleting dan memeriksa bahwa ia masih bisa membukanya sendiri. Ia tidak membuat salinan tambahan. Jika nanti ia merasa perlu memberi kunci kepada orang lain, ia akan memutuskan setelah mempertimbangkan siapa dan untuk tujuan apa.
Ia membaca tanda terima pekerjaan sekali lagi. Nama unit dan tanggal sudah benar. Ia menyimpan salinan digital dan salinan kertas secara terpisah. Anna bertanya apakah ia akan mengirim foto kunci kepada Patrick. Cinta menjawab tidak. Ia tidak perlu membuktikan bahwa pintunya sudah diganti atau meminta Patrick menilainya.
‘Kalau dia bertanya?’
‘Aku akan menjawab seperlunya. Tapi kunci ini bukan urusannya.’
Anna tersenyum kecil. ‘Kau mulai terdengar sangat yakin.’
‘Aku masih takut. Tapi aku tidak ingin takut membuatku membagikan akses pada orang yang tidak perlu memilikinya.’
Mereka makan siang bersama. Cinta menceritakan lagi saat pengelola menyerahkan kunci dan bagaimana ia memastikan tanda terima. Anna mendengarkan tanpa menyuruhnya kembali ke apartemen. Mereka menyusun rencana sederhana: tunggu daftar kerusakan, konsultasikan biaya, lalu tentukan apakah Cinta ingin mengambil barang lain atau mempertahankan unit kosong sementara.
Sore hari Cinta menghubungi pengelola dan meminta jadwal pemeriksaan berikutnya tidak dibuat tanpa persetujuan. Pengelola membalas bahwa mereka akan mengabari terlebih dahulu. Cinta merasa lebih tenang karena komunikasi itu tercatat. Ia tahu dirinya tetap harus memeriksa setiap pesan dan bertanya bila ada yang tak jelas.
Anna pulang setelah Cinta berkata ingin bekerja sendiri. Cinta membuka laptop dan menulis selama satu jam. Kunci baru tetap di dalam tas, tidak diletakkan di dekat jendela. Ia tidak mengunci tas atau menyembunyikannya secara dramatis; ia hanya menyimpannya bersama barang pribadi.
Sebelum malam, ia mengirim salinan tanda terima kepada pengacara. Ia meminta catatan biaya disimpan sebagai bukti pengeluaran, tanpa menyatakan siapa yang wajib membayar. Setelah itu ia menutup map. Ia merasa telah menyelesaikan satu bagian kecil: akses unit kembali berada pada prosedur yang ia pahami dan kunci utama berada padanya.
Namun ia masih belum pulang untuk tinggal. Ia tidak memaksa dirinya menyamakan kendali atas pintu dengan pulih dari kejadian. Ia akan menentukan kapan rumah itu terasa cukup aman baginya, dan keputusan tersebut tidak perlu mengikuti jadwal siapa pun.