Pengelola menunggu Cinta dan Anna di lobi. Di meja terdapat dokumen pemeriksaan pintu serta beberapa pilihan penggantian kunci. Cinta duduk dan membaca satu per satu. Ia tidak memilih opsi tercepat sebelum memahami siapa yang akan menerima salinan kunci dan kapan akses diserahkan kembali.
‘Kalau saya menyetujui penggantian ini, siapa yang memegang kunci selama pekerjaan?’
‘Petugas pengelola menyimpan satu kunci sementara dan mencatat setiap penggunaan. Setelah selesai, kunci baru diserahkan kepada Anda. Tidak ada salinan yang diberikan kepada pihak lain tanpa persetujuan.’
‘Apakah saya bisa mengubahnya lagi nanti?’
‘Bisa, dengan biaya tambahan dan mengikuti prosedur.’
Cinta menggarisbawahi bagian biaya. Ia bertanya apakah biaya perbaikan dapat ditagihkan kepada pihak yang bertanggung jawab. Pengelola menjawab mereka belum dapat menentukannya dan Cinta dapat membicarakannya dengan pengacara. Ia tidak menjanjikan ganti rugi atau menyuruh Cinta membayar sekarang.
Anna duduk di sebelah Cinta. Ia tidak membaca dokumen kecuali saat Cinta meminta. Cinta memeriksa satu halaman lagi, lalu meminta salinan untuk dibawa pulang. Ia belum menandatangani persetujuan pekerjaan.
‘Aku perlu membaca ini dengan pengacara dulu,’ katanya.
Pengelola setuju. Pintu unit tetap dalam pengamanan sementara. Cinta tidak harus kembali tinggal di sana hari itu.
Mereka kemudian melihat daftar kerusakan final. Beberapa barang memang rusak, tetapi tidak semua kerusakan memiliki penyebab yang dapat dipastikan. Cinta meminta daftar memisahkan kondisi yang terlihat dari dugaan penyebab. Pengelola memperbaiki deskripsi satu barang yang hanya tergeser, bukan pecah. Cinta membaca ulang dan menyimpan salinan.
‘Kalau apartemen ini sudah diperbaiki, aku masih tidak tahu apakah aku siap kembali,’ kata Cinta setelah mereka keluar.
Anna tidak menyuruhnya cepat memutuskan. ‘Kau bisa memisahkan hakmu atas rumah dari kesiapanmu tinggal di sana.’
Cinta mengangguk. Ia tidak ingin menjual atau meninggalkan unit itu hanya karena Daniel berhasil membuatnya takut. Namun ia juga tidak mau memaksa dirinya tinggal di sana demi membuktikan bahwa ia kuat. Keputusannya perlu mempertimbangkan keamanan akses, biaya, pekerjaan, dan perasaannya sendiri.
***
Di unit sewa, Cinta mengirim dokumen kunci kepada pengacara. Ia bertanya apakah ada alasan untuk menyetujui penggantian sekarang atau menunggu sampai catatan kerusakan dipakai dalam proses. Pengacara tidak membuat keputusan untuknya. Ia menjelaskan bahwa memperbaiki akses dapat membantu Cinta mengendalikan unitnya kembali, tetapi bukti yang relevan sebaiknya sudah dicatat. Dokumentasi dasar telah tersedia; tetap simpan salinannya.
Cinta menelepon pengelola dan meminta jadwal kerja serta prosedur serah terima kunci secara tertulis. Ia menyetujui pemeriksaan dan penggantian akses, tetapi meminta agar ia hadir saat kunci baru diserahkan. Ia belum menyetujui tanggal kembali tinggal.
Setelah panggilan, Anna bertanya apakah Cinta ingin memperpanjang unit sementara.
‘Seminggu lagi. Aku ingin melihat hasil penggantian kunci dan mulai memperbaiki apartemen, tapi aku tidak mau memutuskan tempat tinggal sebelum semuanya jelas.’
‘Biayanya masih masuk anggaranmu?’
Cinta memeriksa perhitungan yang dibuatnya. ‘Masih. Tapi aku akan mengurangi pengeluaran lain. Aku tidak mau memakai santunan Daniel.’
Anna memahami. Mereka menyetujui bahwa Cinta akan meninjau kembali pilihan setelah pekerjaan pintu selesai. Tidak ada tanggal yang dianggap sebagai tenggat untuk pulang.
Malam itu Patrick menanyakan apakah ia membutuhkan bantuan. Cinta menjawab bahwa ia sudah meminta Anna mendampinginya dan belum perlu bantuan lain. Patrick membalas singkat bahwa ia mengerti. Cinta menaruh telepon dan merasa keputusan kecilnya dihormati.
Ia membuka laptop dan menyelesaikan bagian naskah yang tertunda. Saat layar menunjukkan halaman baru, ia merasa sedikit bangga. Ia belum pulih sepenuhnya, tetapi ia mulai mampu merencanakan hari tanpa selalu memikirkan kemungkinan Daniel muncul.
Sebelum tidur, Cinta memeriksa jadwal: penggantian kunci, konsultasi pengacara, dan tenggat naskah. Ia menyimpan dokumen di folder. Apartemennya belum siap untuk ia tempati, namun ia telah menentukan bagaimana akses akan diubah dan siapa yang boleh memegang kunci. Itu langkah yang ia pilih sendiri.
Anna bertanya apakah ia ingin menyetujui penggantian akses segera setelah pengacara membalas. Cinta berkata ia cenderung setuju, tetapi ingin memastikan tanda tangannya tidak dianggap menerima seluruh biaya kerusakan sebagai tanggung jawabnya. Ia menelepon pengacara dan membacakan bagian kontrak yang membuatnya ragu.
‘Pastikan persetujuan Anda hanya untuk pekerjaan kunci dan akses,’ kata pengacara. ‘Jangan menandatangani bagian yang menyatakan Anda menanggung kerusakan lain sebelum daftar dan tanggung jawabnya jelas.’
Cinta mencatat kalimat itu. Ia meminta pengelola memisahkan formulir penggantian akses dari persetujuan perbaikan barang. Pengelola setuju mengirim dokumen yang diperbarui. Cinta tidak menolak pekerjaan kunci, tetapi ia juga tidak menganggap menyetujui satu hal berarti menyetujui semua hal.
Setelah telepon ditutup, ia memandang Anna. ‘Aku dulu sering menandatangani sesuatu karena Daniel bilang tak perlu dibaca.’
Anna tidak menyalahkannya. ‘Sekarang kau membaca dan bertanya.’
Cinta mengangguk. Ia tidak ingin masa lalu memutuskan setiap pilihannya, tetapi pengalaman itu mengajarinya untuk meminta penjelasan. Ia membuka dokumen sekali lagi dan menandai bagian yang akan diperiksa setelah formulir baru datang.
Malamnya, pengelola mengirim versi terpisah sesuai permintaan. Cinta membaca dari awal, lalu menyimpan draf tanpa menandatangani sampai konsultasi berikut. Ia merasa lebih yakin karena keputusan dibuat setelah memahami isi, bukan karena takut mengganggu orang lain.
Cinta membuka catatan keuangannya lagi. Ia memisahkan biaya tempat sementara dari biaya yang mungkin timbul untuk perbaikan. Jika ia menanggung semuanya sendiri untuk sementara, tabungannya tetap cukup, tetapi ia tidak ingin pembayaran itu dianggap sebagai pengakuan bahwa kerusakan adalah tanggung jawabnya. Pengacara menjelaskan ia dapat membayar pekerjaan akses yang ia setujui sambil tetap menyimpan bukti biaya dan membicarakan penggantian kemudian.
Cinta menuliskan angka secara terpisah dan menambahkan keterangan ‘sementara, tanpa mengakui tanggung jawab atas kerusakan’. Ia bertanya kepada Anna apakah kalimat itu terdengar jelas. Anna menyarankan agar pengacara memeriksa redaksinya, bukan mereka menerka sendiri. Cinta setuju dan mengirim draf pertanyaan.
‘Aku ingin tetap mandiri, tapi bukan berarti harus menanggung akibat perbuatan orang lain tanpa bertanya,’ katanya.
Anna mengangguk. ‘Kemandirian juga berarti tahu kapan mencari nasihat.’
Cinta menyimpan lembar anggaran dan berhenti menghitung untuk malam itu. Ia telah membuat langkah berikut lebih terukur dan tidak perlu menyelesaikan semua urusan sebelum tidur.