Pengacara membalas surel Cinta pagi itu. Penolakan yang ia kirim sudah diterima di jalur yang disepakati. Pengacara menyarankan agar Cinta tidak mengirim pesan lanjutan jika Daniel kembali meminta pertemuan. Semua komunikasi dapat diteruskan kepadanya, sementara urusan apartemen tetap dicatat lewat pengelola.
Cinta membaca jawaban itu bersama Anna. ‘Jadi aku tidak perlu terus mengulang bahwa aku tidak mau bertemu?’
‘Tidak. Kau sudah menyampaikan keputusanmu.’
‘Aku ingin dia benar-benar mendengar.’
‘Kita tidak bisa mengendalikan apakah dia mau mendengar. Tapi batasmu tetap berlaku meski dia berpura-pura tidak tahu.’
Cinta memandangi telepon. Ia merasa marah karena penolakan yang jelas masih tampak seperti undangan untuk bernegosiasi. Ia meneruskan surel pengacara ke folder yang telah disiapkan dan menutup aplikasi. Ia tidak membalas Daniel.
Mereka kemudian pergi ke gedung apartemen Cinta untuk mengambil salinan catatan akses. Pengelola memberikan ringkasan: waktu penyerbuan yang tercatat, waktu petugas keamanan datang, dan waktu unit ditutup kembali. Catatan itu tidak mengidentifikasi semua orang yang masuk karena beberapa wajah tertutup dan tidak semua akses direkam dengan jelas. Cinta meminta pengelola mencantumkan batas tersebut.
‘Aku tidak mau dokumen ini terdengar lebih lengkap daripada kenyataannya,’ katanya.
Pengelola memperbaiki keterangan dan menyerahkan salinan. Anna tidak membaca isi sebelum Cinta mengizinkan. Cinta menyimpannya di map dan mengirim salinan kepada pengacara. Ia menanyakan kapan pintu dapat diperiksa dan kapan ia bisa mendapatkan kunci baru. Pengelola memberikan perkiraan tanggal, tetapi menegaskan mungkin ada perubahan bila bagian yang rusak memerlukan pemeriksaan tambahan.
Cinta menerima bahwa ia belum dapat mengendalikan jadwal perbaikan. Ia hanya meminta pemberitahuan jika waktunya berubah. Ia tidak memaksa pengelola menjanjikan hari pasti.
***
Dalam perjalanan pulang, Anna bertanya apakah Cinta ingin melanjutkan sewa sementara setelah minggu ini. Cinta menjawab ia akan menilai setelah melihat hasil pemeriksaan pintu. Ia tidak ingin tinggal terlalu lama di tempat yang belum ia pilih untuk masa depan, tetapi juga tidak akan kembali hanya demi menghemat biaya.
‘Aku ingin keputusan itu dibuat berdasarkan apa yang aman dan yang kubutuhkan,’ katanya. ‘Bukan karena Daniel menuntut aku bertemu atau karena Patrick mengizinkanku tinggal.’
Anna mengangguk. ‘Itu masuk akal.’
Cinta memeriksa saldo dan jadwal pekerjaan. Ia punya cukup dana untuk mempertahankan unit sewa sementara, tetapi ingin menjaga ruang untuk biaya perbaikan. Ia memutuskan tidak memperpanjang lebih dari satu minggu lagi sebelum memperoleh estimasi final. Ia belum menghubungi pengelola sewa; ia hanya menandai tanggal untuk menilai ulang.
Sore itu, Charles menelepon sebelum berangkat dinas. Cinta berkata ia menerima salinan catatan akses dan masih menunggu pemeriksaan pintu. Charles bertanya apakah ia ingin ditemani. Cinta menjawab ia akan pergi dengan Anna jika jadwalnya cocok.
‘Baik. Aku tidak akan mengubah rencanamu.’
‘Aku tahu. Aku ingin kau tahu karena kita sedang bersama, tapi bukan berarti kau harus mengurus semuanya.’
‘Aku menghargai kau memberitahuku.’
Mereka berbicara sebentar tentang urusan dinas Charles. Ia akan mengabari setelah tiba, tetapi tidak meminta Cinta menunggu panggilan. Cinta mengatakan semoga perjalanannya lancar. Mereka mengakhiri percakapan dengan hangat tanpa membuat janji tentang kapan hubungan mereka harus menjadi lebih serius.
Setelah panggilan, Cinta membuka dokumen novel. Ia menyelesaikan satu adegan dan mengirimkannya kepada editor. Ia tidak menyertakan alasan pribadi pada surat pengantar. Pekerjaan itu membantunya merasakan bahwa hidupnya bukan hanya laporan, pintu rusak, dan surel dari Daniel.
Malamnya ia memeriksa kalender. Besok pengelola akan meninjau pintu dan menjelaskan pilihan penggantian akses. Cinta meminta Anna mendampinginya. Ia juga menyiapkan pertanyaan tertulis: siapa yang memegang kunci sementara, kapan kunci baru dibuat, dan siapa yang dapat menyetujui akses ke unit.
Sebelum tidur, Cinta melihat kotak surel. Tidak ada pesan baru dari Daniel. Ia tidak menyebut keheningan sebagai damai. Ia hanya menyadari bahwa ia telah menolak pertemuan, menyampaikan batas, dan menyerahkan komunikasi berikut kepada pengacara. Pertemuan dengan Daniel tidak akan terjadi hanya karena Daniel menginginkannya.
Pengelola mengirimkan salinan ringkasan melalui surel saat Cinta masih berada di mobil. Ia tidak membukanya sampai tiba di unit. Sesudahnya ia membandingkan dokumen dengan catatan tangannya. Waktu yang tertulis cocok dengan ingatannya sebagai perkiraan, sementara satu bagian menyatakan siapa yang membuka akses. Cinta menandai bagian tersebut untuk ditanyakan kembali, bukan langsung menyebutnya salah.
Anna menawarkan membaca dokumen bersama, tetapi Cinta memilih membacanya sendiri lebih dulu. Setelah selesai, ia meminta Anna memeriksa ejaan tanggal, bukan menilai kesaksiannya. Mereka menemukan satu tanggal pada lampiran yang perlu dikoreksi. Cinta menulis kepada pengelola dan meminta perbaikan. Pengelola mengonfirmasi akan mengirim versi baru.
Cinta menyimpan versi pertama dan tidak menghapusnya. Ia ingin riwayat perubahan tetap ada, agar jelas kapan koreksi diminta dan diterima. Ia mengirim pesan kepada pengacara bahwa dokumen revisi menyusul. Jawaban pengacara singkat: simpan kedua versi dan jangan menambahkan dugaan. Cinta mengikuti saran itu.
Malamnya, ia menutup map dan mengalihkan perhatian pada jadwal pekerjaan. Ia tidak tahu apakah apartemen akan terasa aman lagi, tetapi ia mulai memahami apa yang harus terjadi sebelum ia bisa mempertimbangkan kembali. Keputusannya tidak akan didasarkan pada satu janji Daniel atau satu tawaran Patrick. Ia akan menilai pintu, akses, biaya, dan kesiapan dirinya sendiri.
Sebelum tidur, Cinta mengirim pesan kepada Charles bahwa pertemuan dengan pengelola berjalan sesuai rencana. Ia tidak meminta Charles mengubah jadwal dinas. Charles membalas semoga pemeriksaan pintu besok berjalan baik. Cinta menyimpan ponsel dan menyiapkan daftar pertanyaan di dekat tas. Ia tidak tahu semua jawabannya, tetapi ia tahu apa yang perlu ditanyakan.
Ia meletakkan salinan surel Daniel bersama dokumen akses. Semua tersimpan rapi, tetapi ia tidak membacanya ulang. Ia mematikan lampu dan memberi dirinya waktu istirahat sebelum pemeriksaan berikutnya.
Ia tidak menunggu jawaban Daniel dan tidak memeriksa surel lagi.
Ia ingin tidur cukup agar dapat menilai penjelasan pengelola dengan jernih.
Ia tetap tenang.
Ia memperhatikan perubahan kecil pada sikap orang-orang di sekitarnya. Dari sana ia mengerti bahwa setiap pilihan membawa akibat, sehingga tanggung jawab perlu dijalankan tanpa kehilangan batas yang sehat.