Cinta kembali ke gedung apartemennya pagi itu bersama Anna. Ia membawa nomor penerimaan laporan dan bertemu pengelola untuk menerima salinan daftar kerusakan yang diperbarui. Ia tidak langsung naik. Ia meminta penjelasan tertulis tentang akses unit selama masa pengamanan dan menanyakan kapan kunci dapat diserahkan kembali kepadanya.
Pengelola menjelaskan bahwa pemeriksaan pintu belum selesai. Unit tetap terkunci, dan setiap kunjungan harus disepakati lebih dulu. Cinta dapat mengambil barang penting bersama pengelola, tetapi daftar barang akan dicatat. Ia bertanya apakah barang pribadinya akan disentuh. Pengelola menjawab tidak, kecuali Cinta memberi izin.
‘Aku ingin mengambil beberapa pakaian, obat-obatan biasa, buku kerja, dan perlengkapan menulis. Tidak lebih dulu,’ kata Cinta. ‘Barang lain bisa menunggu.’
Anna menawarkan untuk menyusun daftar. Cinta menyusunnya sendiri. Ia tidak ingin kepanikan membuatnya mengemas semuanya sekaligus dan menghilangkan jejak kerusakan. Mereka mengatur waktu kunjungan sore itu.
Di lobi, Cinta bertemu petugas pengelola. Pesan terima kasihnya telah disampaikan kepada petugas keamanan yang terluka. Ia belum ingin berbicara atau dikunjungi. Cinta mengatakan ia mengerti dan tidak akan memaksa. Ia bertanya apakah petugas mendapat pemeriksaan lanjutan. Pengelola hanya menyampaikan bahwa petugas masih beristirahat setelah diperiksa.
‘Kalau dia ingin menghubungi saya, silakan berikan nomor pengelola. Jangan berikan nomor saya sebelum saya punya nomor baru dan menyetujuinya.’
Pengelola menyanggupi. Cinta tidak ingin mengubah niat berterima kasih menjadi tekanan untuk mendapat kesaksian.
Sore harinya, Cinta dan Anna datang lagi. Patrick bertanya apakah ia boleh membantu mengangkat satu kotak. Cinta menjawab, ‘Boleh. Tapi hanya kotak buku dan perlengkapan kerja. Jangan masuk kamar tidur.’
Patrick mengangguk. ‘Aku akan menunggu di ruang tengah sampai kau memanggil.’
Pengelola membuka pintu. Cinta dan Anna mengambil barang sesuai daftar. Mereka mengemasnya tanpa memindahkan benda yang rusak atau belum diperiksa. Cinta memasukkan obat, pakaian untuk beberapa hari, dan laptop ke tasnya sendiri. Buku-buku masuk ke satu kotak. Ia menulis isi kotak di bagian atas supaya dapat menemukan barang tanpa membongkar semuanya.
Patrick baru masuk setelah dipanggil. Ia mengangkat kotak buku ke lobi dan berhenti. Ia tidak membuka pintu atau masuk ke kamar lain. Cinta mengucapkan terima kasih dan mengatur sendiri perjalanan menuju unit sewa. Anna ikut bersama Cinta; Patrick membawa kotak dengan mobilnya, kemudian menunggu mereka tiba sebelum menyerahkannya.
***
Di unit sementara, Cinta menerima kotak dari Patrick di ambang pintu. Ia tidak mengundangnya masuk. Patrick meletakkannya di dekat pintu dan mundur.
‘Terima kasih. Itu cukup.’
‘Kalau kau perlu bantuan menyusunnya, bilang.’
‘Aku akan mengatur sendiri bersama Anna.’
Patrick mengangguk dan pulang. Anna tidak berkomentar, tetapi Cinta tahu sahabatnya memperhatikan bahwa ia tidak merasa bersalah menolak bantuan tambahan.
Mereka menyimpan barang yang diambil. Cinta memilih satu sudut ruangan untuk bekerja, meletakkan laptop dan buku catatan, lalu memastikan pintu terkunci. Ia tidak mencoba mengubah tempat sementara itu menjadi rumah dalam satu sore. Ia hanya membuatnya cukup nyaman untuk beberapa minggu.
Setelah beristirahat, ia memeriksa surel dari pengacara. Draf laporan sudah diterima dan nomor penerimaan dicatat. Pengacara mengingatkan bahwa langkah berikutnya dapat memerlukan waktu; Cinta tidak perlu memberi keterangan tambahan sebelum memahami pertanyaannya. Cinta membalas bahwa ia mengerti dan akan menyimpan semua komunikasi tertulis.
Anna bertanya apakah ia akan menghubungi Charles malam ini. Cinta menggeleng. Ia belum ingin menceritakan lewat pesan pendek dan tidak mau mengirim kabar saat dirinya masih lelah. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menunda terlalu lama, tetapi ia memilih waktu percakapan sendiri.
Mereka makan malam sederhana di unit itu. Cinta menggunakan bahan yang dibeli bersama Patrick sebelumnya, tetapi ia memasak sendiri. Anna menawarkan bantuan; Cinta menerima bantuan memotong sayuran, lalu keduanya tertawa karena satu potongan terlalu besar. Untuk beberapa menit, suasana terasa normal.
Setelah Anna pulang, Cinta membuka laptop dan menyunting naskahnya. Ia hanya menyelesaikan satu halaman, tetapi kali ini ia tidak berhenti saat suara langkah terdengar di lorong. Ia mengunci pintu, memeriksa dari lubang pengintip tanpa membuka, dan melihat lorong kosong. Setelah itu ia kembali ke meja.
Ia tidak tahu apakah tempat tinggalnya akan tetap menjadi apartemen sewa itu atau nanti kembali ke unit miliknya. Yang ia tahu, barang penting berada bersamanya, akses unit lama masih dibatasi, dan ia telah menentukan sendiri siapa yang membantu. Hari itu ia tidak harus menyerahkan kebebasan untuk menerima pertolongan.
Setelah menyimpan barang, Cinta duduk bersama Anna dan meninjau pengeluaran sewa sementara. Ia mencatat tanggal pembayaran berikut dan memastikan masih ada uang untuk kebutuhan sehari-hari. Ia tidak meminta Patrick membayar atau menjamin biaya. Anna menawarkan membantu mencari pilihan lebih murah bila masa sewa perlu diperpanjang, tetapi tidak menghubungi siapa pun sebelum Cinta setuju.
‘Kita lihat dulu keadaan unitku dan penjelasan pengelola,’ kata Cinta. ‘Aku belum ingin menetapkan masa tinggal lebih panjang.’
Anna mengangguk. Mereka menulis daftar yang masih perlu diketahui: waktu perbaikan, cara memperoleh kunci, serta biaya kerusakan. Daftar itu bukan janji bahwa Cinta harus kembali. Itu hanya informasi yang akan membantunya memilih.
Malam itu ia mengirim pesan kepada pengelola bahwa barang penting telah diambil dan ia tidak memberi izin untuk memindahkan sisa barang. Pengelola mengonfirmasi. Cinta menyimpan balasan itu bersama dokumen lainnya. Ia kemudian menulis beberapa paragraf baru. Pikirannya sempat kembali pada apartemen yang berantakan, tetapi ia menutup mata, mengatur napas, dan kembali pada adegan fiksi di layar. Ia menulis sampai satu halaman selesai.
Sebelum Anna pulang, Cinta meninjau pengeluaran sewa sementara dan memastikan uangnya masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ia tidak meminta Patrick membayar atau menjamin biaya. Anna menawarkan membantu mencari pilihan lebih murah bila perlu memperpanjang, tetapi tidak menghubungi siapa pun sebelum Cinta setuju. Mereka membuat daftar pertanyaan tentang waktu perbaikan, cara memperoleh kunci, serta biaya kerusakan. Daftar itu bukan janji bahwa Cinta harus kembali, hanya informasi untuk membantunya memilih.