Cinta datang kembali ke kantor pengacara bersama Anna membawa kronologi yang sudah ia koreksi. Ia memilih membuat laporan tertulis tentang penyerbuan ke unitnya dan kerusakan barang. Ia juga akan menyampaikan bahwa petugas keamanan terluka dalam kejadian yang sama, sambil menjelaskan bahwa ia tidak melihat langsung siapa yang memukul.
Pengacara memeriksa setiap halaman. ‘Apakah Anda sudah yakin ingin melanjutkan?’
‘Ya. Saya tidak mengharapkan semuanya selesai hari ini. Saya hanya tidak ingin tindakan Daniel dan pengawalnya hilang dari catatan.’
‘Baik. Kita akan mencatat sebatas fakta yang Anda alami dan informasi yang Anda terima. Petugas itu dapat memberikan keterangannya sendiri bila ia bersedia.’
Cinta mengangguk. Ia membaca draf sekali lagi. Nama Daniel tercantum sebagai orang yang ia kenali di unitnya. Nama para pengawal tidak tercantum karena ia tidak mengetahui identitas mereka. Ia memeriksa tanggal dan jam, memperbaiki satu bagian yang sebelumnya terlalu pasti, lalu membubuhkan tanda tangan setelah pengacara mengonfirmasi perubahan.
Anna duduk di sampingnya sepanjang proses. Ia tidak menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada Cinta. Ketika pihak yang menerima laporan menanyakan apa yang ia ingat, Cinta menjelaskan sendiri bahwa ia mendengar pintu dan suara orang masuk, lalu bersembunyi. Ia mengetahui pengelola menemukan kerusakan setelah kejadian dan petugas keamanan terluka. Ia tidak mengarang urutan pukulan.
Petugas penerima laporan menjelaskan bahwa pernyataan akan dicatat dan dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur. Tidak ada janji bahwa Daniel akan langsung dipanggil atau bahwa kontak akan berhenti hari itu. Cinta menerima penjelasan tersebut. Ia bertanya bagaimana memperoleh nomor bukti penerimaan, lalu mencatatnya.
‘Apakah Anda ingin menambahkan sesuatu?’ tanya pengacara setelah mereka keluar.
‘Tidak. Aku sudah mengatakan yang aku tahu.’
‘Bagaimana perasaanmu?’ tanya Anna.
Cinta menarik napas. ‘Takut. Dan sedikit lega. Tapi aku tidak menganggap laporan ini akan membuatnya berhenti.’
‘Kita memang tidak tahu.’
Mereka berjalan ke mobil. Cinta ingin langsung kembali ke unit sementara, tetapi Anna menawarkan makan siang. Cinta menerima. Mereka memilih tempat yang ramai. Di sana, Cinta memesan sup dan memaksa dirinya makan beberapa sendok. Ia tidak ingin pingsan atau kehilangan tenaga setelah pagi yang berat.
Anna bertanya apakah ia ingin memberi tahu Charles tentang kejadian itu. Cinta memandang mangkuknya. ‘Iya, tapi aku ingin menyampaikan sendiri. Aku belum siap bicara hari ini. Aku akan meneleponnya setelah aku menyusun kata-kataku.’
Anna menerima jawabannya. Ia tidak menghubungi Charles diam-diam atau memberi tahu Patrick untuk menyiapkannya. Cinta ingin hubungan-hubungannya tetap berada di bawah kendalinya.
***
Dalam perjalanan ke unit sewa, Cinta mendapat surat elektronik dari pengelola gedung. Rekaman disimpan dan daftar kerusakan sementara telah diperbarui. Ia meneruskan surel tersebut kepada pengacara, lalu menyimpan salinannya di berkas pribadi. Tidak ada tautan yang dibuka dari pesan yang tidak dikenal; ia hanya menggunakan alamat resmi yang sebelumnya ia ketahui.
Unit sementara terasa lebih tenang daripada apartemen Patrick, tetapi Cinta tetap memeriksa kunci dari dalam. Ia tidak menyangka satu langkah akan menghilangkan rasa waswas. Ia hanya memastikan tempat itu dapat dikunci dan ia memegang kuncinya.
Patrick mengirim pesan menanyakan apakah proses berjalan baik. Cinta menjawab bahwa ia sudah membuat pernyataan dan akan istirahat. Patrick tidak bertanya detail atau meminta foto bukti. Ia membalas, ‘Kalau kau perlu bantuan praktis, beri tahu.’
Cinta menutup telepon. Ia senang Patrick tidak mengambil alih, tetapi tetap menyadari bahwa rasa terima kasih bukan undangan romantis. Ia ingin menilai hubungannya dengannya ketika keadaan tidak lagi darurat.
Sore itu, ia membuka laptop. Naskah romannya masih tertunda. Ia membaca bagian terakhir, menyunting beberapa baris, kemudian menulis satu adegan baru. Pekerjaan itu berjalan lambat. Sekali waktu ia menatap pintu, mendengar langkah tetangga di lorong, lalu kembali ke layar. Ia tidak membiarkan rasa takut menentukan apakah ia boleh bekerja.
Malamnya, Cinta mengirim pesan kepada Anna bahwa ia telah sampai dan akan tidur. Ia menyimpan nomor penerimaan laporan bersama dokumen perceraian dan daftar kerusakan. Ia tahu proses mungkin panjang, tetapi keputusan membuat laporan sudah dibuat dengan sadar. Malam itu ia tidur sendiri di unit yang ia sewa dengan uangnya, bukan karena Daniel menyuruhnya pergi dan bukan karena Patrick meminta ia tinggal.
Setelah menandatangani pernyataan, Cinta menunggu tanda terima. Ia membaca nomor dan ringkasan yang tertera, lalu meminta petugas memperbaiki satu kata yang seolah menyatakan ia melihat kekerasan secara langsung. Ia menjelaskan bahwa ia hanya mendengar keributan dan kemudian melihat petugas terluka. Catatan diperbaiki sebelum ia menerima salinan. Pengacara mengingatkannya agar menyimpan dokumen dan mencatat bila ada komunikasi baru. Tidak ada yang meminta Cinta menghubungi Daniel atau mengancamnya. Ia berterima kasih lalu keluar bersama Anna.
Di luar, Cinta berhenti dan menarik napas panjang. Anna bertanya apakah ia ingin duduk. Cinta mengangguk. Ia tidak merasa menang, bahkan tidak yakin akan ada tindak lanjut cepat. Namun ia lega karena keterangannya tidak melebih-lebihkan. ‘Aku takut ini belum cukup,’ katanya. ‘Kita belum tahu cukup atau tidak,’ jawab Anna. ‘Yang bisa kau kendalikan adalah kejujuranmu.’ Cinta menyimpan tanda terima terpisah dari salinan putusan perceraian. Kemudian ia meminta pulang dan beristirahat sebelum mengambil keputusan lain.
Di unit sementara, Cinta membacakan kembali isi tanda terima kepada Anna. Mereka memastikan nomor dan tanggal tersimpan dengan benar. Anna bertanya apakah Cinta ingin menghubungi Patrick. Cinta menjawab ia akan mengirim kabar singkat sendiri, tetapi tidak perlu menceritakan isi laporan. Ia mengetik bahwa proses sudah tercatat dan ia butuh waktu untuk beristirahat. Patrick membalas bahwa ia mengerti. Cinta menghargai jawabannya, lalu meletakkan telepon dan membuat makan malam sederhana. Ia tidak membuka dokumen lagi sepanjang malam.
Cinta menyiapkan salinan digital tanda terima dan menyimpannya bersama draf pernyataan yang telah dikoreksi. Ia tidak mengirim dokumen itu kepada siapa pun selain pengacara dan Anna. Setelah memastikan laptop tersimpan, ia berjalan sebentar di sekitar unit sewa untuk menghirup udara, lalu kembali sebelum merasa terlalu lelah.