Cinta memulai pagi dengan menulis daftar kebutuhan, bukan daftar ketakutannya. Ia membutuhkan tempat untuk tidur, ruang kerja, akses yang dapat ia kendalikan, dan biaya yang bisa ia tanggung sendiri. Ia tidak ingin memindahkan seluruh barang sebelum mengetahui kondisi apartemennya. Beberapa hari di tempat Patrick atau Anna dapat menjadi pilihan, tetapi ia tidak ingin keputusan sementara berubah menjadi ketergantungan tanpa batas.
Anna duduk di sebelahnya di meja makan. ‘Kau mau tinggal denganku?’
‘Aku belum yakin. Daniel tahu kita bersahabat. Kalau dia mencari di rumahmu, aku akan merasa kau ikut dalam bahaya.’
‘Aku bisa menerima risikonya, tapi kau tidak perlu memilih rumahku demi menjaga perasaanku.’
Cinta menatap daftar. ‘Aku ingin mencari apartemen sewa jangka pendek dengan biaya dari tabunganku sendiri. Bukan pindah kota atau menghilang. Hanya tempat untuk sementara sampai akses rumahku aman.’
Anna membantunya mencari pilihan melalui informasi yang tersedia. Mereka tidak memanggil jasa keamanan baru atau meminta seseorang membuntuti Daniel. Cinta melihat beberapa unit dan membandingkan harga, jarak ke tempat kerja, serta prosedur akses. Ia meminta Anna membacakan informasi yang sulit dilihat karena pikirannya mulai lelah, tetapi keputusan tetap Cinta yang buat.
Satu unit berperabot di kawasan yang sama memiliki pintu masuk dengan pengelola dan akses yang dicatat. Biayanya lebih tinggi dari kamar kos, tetapi masih dapat dibayar Cinta untuk beberapa minggu. Ia tidak langsung memesan. Ia menelepon pengelola unit untuk menanyakan durasi, deposit, dan siapa yang dapat mengambil kunci. Ia tidak menyebut detail tentang Daniel. Ia hanya memastikan syarat sewa.
‘Kalau aku setuju, aku ingin seluruh dokumen atas namaku dan kunci hanya diserahkan kepadaku,’ katanya.
Pihak pengelola menyanggupi untuk menuliskan prosedur. Cinta meminta waktu beberapa jam untuk berpikir. Setelah panggilan berakhir, Anna bertanya apa yang ia rasakan.
‘Takut menghabiskan uang untuk sesuatu yang belum tentu lama. Tapi aku lebih takut kalau keputusan tempat tinggal dibuat orang lain.’
‘Kalau begitu lihat angkanya dulu.’
Cinta memeriksa tabungannya dan menghitung biaya selama tiga minggu. Ia akan mengurangi pengeluaran lain, tetapi tidak menyentuh uang santunan Daniel yang tidak pernah ia gunakan. Angka itu masih mungkin ditanggung. Ia memutuskan menyewa untuk waktu singkat dengan opsi memperpanjang bila diperlukan. Ia tidak menandatangani kontrak panjang.
Patrick muncul setelah mengetuk pintu. Cinta mengabari bahwa ia akan pindah sementara ke unit sewa.
‘Kau mau aku membantu mengangkat barang?’
‘Aku mau meminta bantuanmu untuk beberapa kotak, kalau kau bersedia. Anna ikut dan kita mengatur jadwal lewat pengelola. Tidak ada yang masuk ke kamarku tanpa aku.’
Patrick menyimak. ‘Aku bersedia. Aku akan menunggu instruksi.’
Cinta mengingatkan ia tak akan kembali tidur di apartemennya malam itu. Patrick menjawab ia mengerti. Tidak ada tawaran untuk tetap tinggal di kamarnya atau membujuknya mengurungkan pindah. Cinta merasa lega karena ia tidak harus menolak berkali-kali.
***
Siang itu, Cinta dan Anna mengunjungi apartemennya sesuai jadwal pengelola. Mereka mengambil pakaian, laptop, beberapa dokumen, dan perlengkapan menulis. Pengelola membuka unit, mencatat waktu masuk, dan tetap berada di koridor selama Cinta memilih barang. Ia tidak menyentuh benda yang belum dinyatakan aman untuk dipindahkan.
Cinta hanya mengemas kebutuhan beberapa hari. Ia tidak ingin menambah kekacauan atau menghapus bukti. Barang-barang yang rusak tetap berada di tempatnya setelah didokumentasikan. Anna membantu melipat pakaian, sementara Cinta memasukkan laptop dan berkas penting ke tas.
Patrick datang setelah Cinta mengirim pesan bahwa ia boleh masuk untuk membantu mengangkat dua kotak. Ia mengetuk pintu unit, menunggu, lalu masuk setelah Cinta mempersilakannya. Ia tidak berjalan ke kamar lain atau melihat barang pribadi yang tidak perlu. Satu kotak berisi buku dan satu lagi berisi perlengkapan kerja. Ia mengangkatnya sampai lobi, lalu berhenti menunggu arahan.
‘Kita bawa ke unit sementara,’ kata Cinta. ‘Anna ikut di mobil bersamaku.’
Patrick mengangguk dan menaruh kotak di bagasi mobilnya. Cinta memastikan tidak ada dokumen atau barang milik orang lain tertinggal di sana. Mereka menuju unit sewa. Patrick mengemudi sendiri, sementara Cinta memilih naik bersama Anna.
Setelah tiba, Cinta memeriksa pintu dan menerima kunci langsung dari pengelola. Ia membaca dokumen sewa, menanyakan siapa yang memiliki salinan kunci, lalu menandatangani setelah semua syarat jelas. Ia membayar dari rekeningnya sendiri. Tidak ada nama Patrick di kontrak.
Patrick membawa kotak sampai pintu unit. Cinta mengucapkan terima kasih, lalu berkata ia ingin mengatur barang sendiri. Patrick tidak meminta masuk.
‘Baik. Aku pulang dulu.’
Anna tetap tinggal karena Cinta memintanya membantu menyusun ruang kerja. Mereka mengatur laptop, buku catatan, dan pakaian. Cinta memilih meletakkan barang-barang kecil dari apartemennya di dalam kotak tertutup sampai ia siap memilah. Ia tidak ingin seluruh ruang baru dipenuhi sisa penyerbuan.
Malamnya Cinta mengunci pintu dan menguji kunci dari dalam. Ia tidak merasa sepenuhnya aman, tetapi ia tahu siapa yang memegang akses dan berapa lama ia membayar tempat itu. Ia memutuskan tetap meninjau apartemen miliknya setelah prosedur perbaikan jelas. Tempat sementara ini bukan hadiah Patrick dan bukan keputusan permanen. Itu pilihan yang ia buat dengan uang dan pertimbangannya sendiri.
Sebelum Anna pulang, Cinta menunjukkan kepadanya letak kunci cadangan yang disimpan di dalam kotak tertutup. Ia tidak memberikan salinannya kepada Anna; ia hanya menjelaskan bahwa kunci tetap berada dalam kepemilikannya. Anna memahami. Mereka sepakat bertemu lagi setelah konsultasi pengacara.
Cinta menata meja kerja lebih dulu daripada pakaian. Ia ingin esok dapat membuka laptop tanpa harus mencari kabel di antara kardus. Setelah menyalakan komputer, ia menulis beberapa baris baru untuk novelnya. Kalimatnya belum sempurna, tetapi ia berhasil bekerja hampir setengah jam. Hal itu mengingatkannya bahwa pindah sementara bukan berarti seluruh hidupnya berhenti.
Ia mengirim pesan terima kasih kepada Patrick atas bantuan mengangkat kotak. Patrick membalas singkat bahwa ia senang bisa membantu. Ia tidak bertanya kapan Cinta akan kembali atau meminta akses ke tempat baru. Cinta menutup percakapan dan tidur dengan pintu terkunci.