Pekan ketiga belas dimulai dengan pesan pendamping Althea. Ia sudah memeriksa salinan yang dikirim dan mengusulkan pertemuan lanjutan untuk memilah dokumen mana yang mendukung keterangan Althea, mana yang masih belum jelas, dan apa yang harus diminta dari pihak Rania. Althea menyetujui waktu sebelum jadwal klinik sore. Ia mengajak ibunya, tetapi hanya membawa salinan.
Di ruang konsultasi, pendamping menata halaman yang diterima dari surat Rania, salinan dari kotak Opa, catatan biaya pembangunan, dan daftar dokumen yang belum ditemukan. Ia tidak langsung menyebut siapa yang benar. Ia meminta Althea menjelaskan urutan yang ia tahu dari awal.
“Opa menyampaikan tanah itu untuk saya. Saya membangun rumahnya bertahap dengan penghasilan saya sendiri. Saya tidak tahu apa yang Rania dengar atau dokumen apa yang belum ia kirim,” ujar Althea.
Ibunya menambahkan bahwa ia ingat percakapan keluarga, tetapi tidak ingin menyatakan tanggal atau syarat tanpa melihat catatan. Pendamping menuliskan kedua keterangan secara terpisah. Ia berkata bukti pembayaran membantu menunjukkan siapa yang menanggung pembangunan, tetapi tidak dengan sendirinya menjawab seluruh persoalan status tanah. Keterangan tentang pemberian dan dokumen yang mengikutinya perlu dibaca bersama.
“Apa posisi saya bisa dipertahankan?” tanya Althea.
“Dokumen dan catatan yang ada dapat mendukung penjelasan Anda. Tetapi saya belum bisa menjanjikan hasil resmi, terutama karena lampiran dari pihak lain belum lengkap dan beberapa salinan perlu dipastikan.”
Jawaban itu tidak sepenuhnya menenangkan Althea, tetapi ia menghargai kejujurannya. Ia bertanya apa langkah berikutnya. Pendamping menyarankan meminta Rania mengirim salinan lengkap yang dirujuk dalam surat dan menyampaikan bahwa bukti pembangunan rumah berasal dari Althea. Mereka bisa menyatakan posisi Althea dengan jelas tanpa membuat tuduhan atau ancaman.
Ibunya bertanya apakah mereka perlu menyerahkan dokumen asli. Pendamping menjawab tidak sekarang. Salinan yang diberi sumber dan tanggal cukup untuk pembahasan awal. Dokumen asli tetap disimpan aman dan hanya diperlihatkan jika memang diperlukan melalui prosedur yang disepakati.
Althea meminta waktu membaca draf surat sebelum dikirim. Ia ingin memastikan kalimatnya tidak terdengar seperti mengakui tuntutan Rania, tetapi juga tidak menutup pembicaraan. Pendamping menyiapkan draf yang meminta lampiran lengkap, menegaskan bahwa rumah dibangun dengan biaya Althea, dan meminta objek sengketa dinyatakan secara spesifik.
Sesudah Althea membaca dan menyetujui draf, permintaan penjelasan dikirim. Pada akhir pekan pihak Rania menyerahkan salinan tambahan dan meminta pertemuan bersama pendamping masing-masing. Mereka memilih waktu pada pekan keempat belas, tanpa mengubah jadwal pasien yang sudah terdaftar.
Evander menawarkan mengantar. Althea menolak karena telah mengatur perjalanan bersama Mama. Evander menerima jawaban itu dan hanya bertanya apakah ia ingin berbicara sesudahnya. Althea belum tahu. Ia memasukkan daftar pertanyaan ke map, kemudian menutupnya sampai hari pertemuan.
Pada pekan keempat belas, Althea hadir di ruang pertemuan yang disepakati bersama ibunya dan pendampingnya. Rania datang dengan pendampingnya. Calista ikut, tetapi tidak membawa berkas sendiri. Gunawan berada di sana sebagai keluarga yang mengetahui sebagian pembicaraan Opa, bukan sebagai wakil perusahaan. Evander tidak hadir.
Pendamping Althea membuka pertemuan dengan menyebutkan tujuannya: memastikan apa yang diminta Rania, mencocokkan halaman yang sudah diterima, dan melihat apakah ada jalan menyelesaikan perbedaan tanpa memperbesar konflik. Ia menegaskan tidak ada yang wajib menyetujui usulan hari itu.
Rania menjelaskan bahwa suratnya meminta klarifikasi karena ia merasa pembagian aset keluarga belum terang. Ia berkata ia tidak bermaksud menyatakan rumah Althea pasti harus diserahkan. Ia ingin mengetahui dasar pemberian tanah dan apakah bangunan di atasnya dibangun oleh Althea sendiri.
Gunawan diminta menjelaskan ingatannya. Ia berkata ia ingat Opa pernah menyebut tanah itu diberikan kepada Althea, tetapi ia tidak menyaksikan penyerahan dokumen dan tidak tahu semua syaratnya. Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan distribusi medis yang ia kelola adalah perkara terpisah menurut yang ia ketahui. Ia tidak berbicara atas nama Rania.
Althea menunjukkan salinan biaya pembangunan yang masih terbaca dan menjelaskan keterbatasan catatan lainnya. Rania membandingkannya bersama pendamping, lalu meminta waktu untuk mencocokkan halaman yang pernah diterimanya. Tidak ada keputusan yang dipaksakan saat itu.
Dua hari kemudian Mama menemukan salinan yang lebih jelas dari halaman yang semula buram. Althea menyerahkannya untuk ditelaah sebelum dibagikan kepada pihak Rania. Bersama dokumen dan keterangan lain yang tersedia, halaman tersebut memperkuat penjelasan mengenai pemberian tanah. Pendamping tidak menyebutnya jaminan hasil pengadilan.
Rania kemudian menyampaikan melalui pendamping bahwa ia tidak ingin meneruskan permintaan terhadap tanah dan rumah Althea. Althea meminta agar kedua objek itu disebut jelas dalam surat. Ia tidak ingin kata rumah hanya diartikan bangunan, sementara tanahnya tetap menjadi ancaman yang tidak pernah dijelaskan.
Pada akhir pekan keempat belas, surat yang telah diperjelas masuk melalui pendamping. Althea membacanya perlahan. Surat itu mencatat bahwa Rania tidak melanjutkan klaim terhadap tanah dan bangunan yang dibahas, tanpa menyatakan keputusan hukum yang belum ada. Pendamping menjelaskan bahwa berdasarkan bukti yang sudah diperiksa, posisi Althea dapat dipertahankan jika suatu saat dibutuhkan, tetapi ia tetap harus menyimpan seluruh dokumen dan catatan.
Althea menandatangani penerimaan surat, bukan pengakuan atas klaim lain. Pendamping menyimpan salinan dan menyarankan agar komunikasi tentang aset lain dimulai hanya jika ada objek dan dasar yang disebutkan secara jelas.
Ibunya membaca surat itu setelah Althea mengizinkan. Ia menangis lega, lalu memeluk putrinya. Althea membalas pelukan itu sambil mengingatkan bahwa rumah tersebut tetap dibangun dari kerja kerasnya sendiri dan keputusan tentangnya tidak bergantung pada Evander.
“Ini urusan kita, Ma. Evander tidak ikut menyelesaikan.”
Ibunya mengangguk. Mereka menyimpan surat bersama salinan dokumen tanah dan bukti pembangunan. Kuitansi yang pudar tetap diberi catatan, bukan dibuang atau diperbaiki. Berkas tersusun, tetapi tidak semua detail sejarah keluarga berubah menjadi kepastian.
Calista mengirim pesan bahwa ia tidak akan mengulangi ancaman tentang pengambilalihan rumah. Althea membalas singkat, kemudian menyimpan percakapan itu. Ia belum ingin berkunjung ke rumah tantenya setiap pekan, dan tidak ada yang meminta hubungan mereka langsung kembali akrab.
Di klinik, Gania menanyakan kabarnya saat jeda makan. Althea mengatakan bahwa permintaan Rania terhadap tanah dan rumahnya telah dihentikan secara tertulis. Ia tidak menceritakannya sebagai kemenangan pengadilan atau penyelesaian seluruh harta keluarga.
Sepulang kerja ia masuk ke rumah nomor tiga belas, meletakkan tas, lalu membuka jendela ruang tengah. Sketsa rumah masih tersimpan di lemari, tetapi malam itu ia tidak perlu mengeluarkannya untuk mengingat siapa yang membangun ruang tersebut.
Mama menelepon ketika ia sedang makan. Mereka membicarakan hal lain untuk pertama kalinya tanpa kembali pada setiap lampiran. Mama menemukan buku resep cokelat yang dulu terselip di antara kertas. Althea tertawa dan meminta buku itu disimpan untuk dicoba bersama nanti. Ada bagian hidup yang dapat dilanjutkan setelah map perkara ditutup.