Tiga minggu setelah pencarian di dalam kabut, Kiana turun dari kendaraan tanpa perlu menunggu orang memegang lengannya. Pergelangan kanan masih harus diperlakukan sesuai hasil pemeriksaan, tetapi langkahnya tidak lagi seperti beberapa hari pertama sesudah dievakuasi.
Gian menunggu di dekat paviliun. Ia hendak menanyakan apakah kaki itu kembali sakit setelah bekerja, lalu mengubah pertanyaannya ketika Kiana mengangkat alis.
'Gimana hari ini?'
'Lumayan. Kamu?'
'Lumayan juga.'
Kiana tertawa. Mereka sama-sama mulai kehabisan kata pengganti baik-baik saja yang dahulu terlalu mudah dipakai. Ia menunjuk bangku dan meminta Gian duduk jika ingin berbicara, sebab dirinya baru pulang dari klinik dan belum ingin mengobrol sambil berdiri.
Kiana mengeluarkan kantong stroberi yang dibeli ketika kendaraan singgah sebentar dalam perjalanan pulang. Ia meletakkannya di meja dan menyuruh Gian memilih yang tidak memar. Lelaki itu mengambil satu, lalu mengembalikannya ketika melihat bagian bawahnya tertekan.
'Kamu membeli yang sudah capek,' katanya.
'Kamu juga kadang begitu. Masih bisa diajak bicara.'
Gian menatapnya sebelum tertawa pendek. Kiana mencicipi satu dan langsung mengerutkan wajah karena lebih asam daripada perkiraannya. Kali ini Gian yang tertawa. Mereka memisahkan buah yang perlu segera dimakan, menyimpan sisanya untuk dibawa ke dapur, tanpa menyebut kegiatan itu sebagai bagian rencana pemulihan apa pun.
Hari Selasa itu membuat jarak sejak kejadian terasa nyata. Ada jadwal kerja yang sempat diubah, kontrol yang didatangi, dan orang lain yang mengambil bagian ketika keduanya belum mampu. Tidak semuanya muncul sebagai luka yang dapat dilihat.
Bu Dyah sudah membicarakan keputusan Kiana masuk jalur tutup setelah kondisi memungkinkan. Kiana menerangkan alasan yang diberikan kepada petugas dan mengakui itu tidak benar. Ia menerima penyesuaian pekerjaan selama pemulihan serta permintaan agar koordinasi bantuan berikutnya dilakukan melalui tim yang bertanggung jawab.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang menangani kejadian di pintu masuk. Perbaikan pemeriksaan akses menjadi urusan pengelola, sementara kesalahannya tidak ditulis ulang sebagai tugas medis resmi. Kiana tidak senang mengingatnya, tetapi menyembunyikan malu hanya akan membuat cerita yang sama terulang.
Gian mendengar bagian itu ketika Kiana memilih menceritakannya. Ia sendiri telah memberikan keterangan mengenai kepergiannya saat belum layak kembali ke kegiatan berat. Keluhan kepala sesudahnya diperiksa ulang, dan rencana pemulihan diperbarui menurut penilaian yang diterima.
Luka lengannya tidak dibiarkan sampai hari itu untuk ditangani. Pada kontrol yang dijadwalkan sebelumnya, jahitan telah dilepas oleh tenaga yang merawat. Kini bekasnya masih terlihat, dan gerakan tertentu tetap perlu diatur. Gian menarik ujung lengan baju ketika kain menekan bagian yang sensitif.
Kiana menunjuk gerakannya. 'Jangan terus digesek kalau mengganggu.'
'Aku sedang membetulkan.'
'Aku juga cuma melihat.'
Gian hampir membalas, lalu memilih tersenyum. Mereka belum berpacaran dan belum menjawab semua pertanyaan tentang diri masing-masing. Namun percakapan tidak lagi selalu berakhir dengan seseorang membanting pintu.
Pemeriksaan THT dilakukan dua hari setelah turun bersama tim, pada Kamis sesudah pencarian. Gian datang didampingi orang yang disetujuinya, membawa riwayat keluhan serta informasi kejadian sebelumnya. Dokter tidak diminta menghapus delapan tahun masalah dalam satu kunjungan.
Ada penjelasan mengenai kepekaan terhadap bunyi dan dengung yang selama ini memengaruhi tidur serta pekerjaan. Rencana penanganan disusun menurut keadaan Gian, disertai tindak lanjut untuk menilai responsnya. Penggunaan pelindung atau perangkat tidak dijelaskan sebagai aturan yang sama bagi setiap orang di semua tempat.
Kiana mengingat wajah Gian saat mendengar bahwa cara menghadapi bunyi sehari-hari dapat dibicarakan lagi. Ia tidak perlu memilih antara menutup semua suara selamanya dan melepas perlindungan di depan mesin berbahaya. Kebutuhan serta batasnya harus ditinjau bersama tenaga yang menangani.
Pada hari ini, penanganan itu baru berjalan hampir tiga minggu. Gian mulai memperoleh malam yang sedikit lebih baik, tetapi masih ada hari ketika dengung membuatnya berhenti membaca atau membatalkan kegiatan yang terlalu ramai. Kiana tidak menghitung satu malam tidur lebih panjang sebagai kesembuhan penuh.
'Kemarin aku tidur sampai pagi lewat sedikit,' katanya.
'Lewat sedikit itu apa?'
'Aku bangun dan belum langsung marah kepada suara di luar.'
Kiana memandangnya, kemudian mengangguk. Ia memahami mengapa kemajuan yang sulit dibuat menjadi angka itu membuat Gian ingin menceritakan.
Huda datang sesuai waktu yang telah disepakati menjelang sore. Ia membawa kabar umum mengenai tugas yang dialihkan serta langkah selanjutnya untuk pekerjaan Gian. Kiana berpamitan ke kamar setelah mengucapkan salam, tidak tinggal untuk mendengar percakapan kerja yang belum tentu perlu diketahuinya.
Orang yang diamankan pada hari pencarian telah dipertemukan dengan bukti serta keterangan dalam penanganan perkara. Perannya dalam mengatur pengambilan kayu ditelusuri dari catatan barang, hubungan dengan orang yang lebih dahulu ditangkap, serta keterangan yang dapat diuji. Catatan itu memperlihatkan hubungan pengambilan kayu yang masih berjalan sesudah penangkapan terdahulu, sehingga tim dapat memeriksa orang yang menangani pengiriman berikutnya.
Proses belum berubah menjadi putusan hanya karena tim berhasil menangkap. Namun jalur kegiatan yang membuat mereka berangkat pada Sabtu itu sudah mendapatkan tindak lanjut, dan Gian tidak perlu meninggalkan pemulihan untuk mengejarnya sendiri.
'Saya pikir kalau saya mundur, semua berhenti,' kata Gian.
'Hari itu anggota tetap bekerja,' jawab Huda. 'Kamu boleh bangga kepada mereka tanpa harus menganggap dirimu tidak ada gunanya.'
Gian menatap halaman. Ia tidak lagi mencari kalimat untuk menyalahkan Erik. Ia justru menanyakan bagian apa yang masih dapat dikerjakan sesuai penilaian kemampuan, sambil membicarakan pilihan yang selama ini ditolaknya dari Rama.
Huda meminta keputusan dibuat sesudah mempertimbangkan kondisi serta proses pekerjaan yang diperlukan. Ia tidak menyuruh Gian langsung menandatangani kontrak lain pada sore itu. Mereka menyepakati waktu membicarakan langkah formal dengan pihak yang berwenang, bukan menjadikan kunjungan sebagai janji bahwa semua status dapat berganti seketika.
Sesudah Huda pergi, Gian menemukan pesan Kiana mengenai gambar yang ingin ditunjukkannya nanti. Ia membalas bahwa ia akan naik setelah diminta dan setelah pekerjaan Kiana selesai. Untuk pertama kalinya, menunggu terasa tidak selalu berarti kehilangan kesempatan. Kadang itu hanya memberi tubuh serta orang lain waktu untuk menyusul.