Reza sampai di apartemennya ketika langit sudah malam. Setelah mengantar Salini dan mengobrol sebentar dengan Papa Jun, Reza memutuskan untuk kembali. Ia ingin memberikan waktu bagi dirinya serta Salini untuk mencerna keadaan yang ada.
Lagi-lagi perhatian Reza kembali teralihkan pada pintu kamar Salini. Rasa penasarannya terhadap buku yang lebih pantas dikatakan sebagai buku harian itu kembali meronta. Ada naluri yang ingin dipuaskan.
Jadi, terpaksa Reza mencenderai janjinya kepada Salini.
Ia memasuki kamar itu lagi.
Dibukanya buku yang sama. Namun, kini pada lembar yang berbeda.
New York, 10 tahun yang lalu.
Aku selalu melihat Reza. Setelah kami berpisah dan saling memutus kontak, aku selalu melihat Reza. Di dalam mimpiku. Di dalam ingatanku. Dan di dalam tubuhku.
Aku mampu merasak