“Kenapa kamu terlihat resah, Darl?” Reza bertanya setelah menelan suapan terakhirnya.
Sejak masuk elevator sampai dengan duduk di ruang kerja, Salini nampak gugup. Perempuan itu beberapa kali tertangkap basah sedang meremas kedua jarinya sendiri. Sementara itu, pandangan Salini jadi tidak fokus.
“Hah? Aku ….”
Ditanya begitu jelas saja membuat Salini kalang kabut. Salini melirik sekitar, berusaha agar tidak menjalin kontak mata dengan Reza. Salini takut Reza dapat membaca perasaannya.
“Kenapa, Sayang?” tanya Reza lagi dengan lebih lembut. Kali ini Reza bahkan bangkit dari duduknya dan berdiri di samping Salini.
Secara perlahan Reza memutar kursi yang Salini duduki supaya keduanya berhadapan. Disentuhnya pipi Salini sampai istrinya itu mau menatapnya.
Salini yang sadar bahwa dirinya ti