Waktu terus berjalan dengan lembut, seolah enggan terburu-buru melewati momen-momen berharga ini. Hari demi hari berlalu bukan lagi sebagai hitungan mundur menuju persalinan yang menakutkan, tapi sebagai akumulasi kebahagiaan yang semakin padat. Perut Winda kini semakin membesar, membulat indah di balik gaun hamil longgar berwarna krem—tanda fisik yang tak terbantahkan bahwa kehadiran buah hati mereka semakin dekat. Setiap gerakan kecil di dalam sana—tendangan tiba-tiba saat Rehan sedang membaca laporan, atau geseran halus saat Winda minum teh hangat—selalu menjadi sumber kebahagiaan yang tak pernah habis. Momen-momen mikro yang mengingatkan mereka bahwa keajaiban sedang terjadi, literally, di depan mata mereka.
Sore itu, matahari mulai condong ke barat, mewarnai langit Jakarta dengan gra