Setelah kembali dari Bali, ritme kehidupan mereka di Jakarta berubah drastis—bukan menjadi lebih sibuk hingga lelah, tapi menjadi lebih teratur dan penuh makna. Tidak ada lagi kesibukan yang terasa membebani atau hampa, melainkan rutinitas yang membawa kebahagiaan tersendiri. Segala sesuatu kini berpusat pada satu tujuan suci: persiapan menyambut kehadiran anggota baru dalam keluarga kecil mereka.
Pagi itu, sinar matahari masuk lewat jendela ruang tengah penthouse, menerangi meja kayu jati yang kini dipenuhi tumpukan kertas gambar, katalog furnitur, dan contoh bahan kain yang tersusun rapi. Aroma kopi hangat dan roti panggang masih tercium samar dari dapur, menciptakan suasana domestik yang dulu asing bagi Rehan, namun kini menjadi favoritnya.
Rehan duduk bersama Winda di sofa empuk, men