Malam semakin larut. Hujan telah berhenti sepenuhnya, menyisakan udara kota Jakarta yang segar dan dingin—aroma petrichor yang jarang bisa dinikmati di tengah polusi ibu kota. Cahaya bintang yang terlihat samar dari balik awan tipis seolah ikut menyaksikan kebahagiaan yang kini menyelimuti ruang tamu penthouse Artha Tower. Cahaya yang dulu terasa jauh dan tak terjangkau, kini seolah mendekat, memberkati momen intim ini.
Rehan masih duduk berdampingan dengan Winda di sofa krem yang sama. Tangannya tetap melingkar lembut di bahu istrinya, memberikan kehangatan dan dukungan fisik yang konstan. Sementara telapak tangan yang lain tetap bertengger di atas perutnya yang mulai membesar—sentuhan yang kini menjadi refleks alami, bahasa cinta non-verbal yang hanya mereka berdua pahami. Setiap kali i