Sebulan setelah pertemuan di kapal pesiar, Evelyn kembali duduk di ruang dewan Celeste Corporation. Hari itu bukan rapat darurat. Anggota dewan hadir untuk menentukan siapa yang akan memimpin perusahaan setelah Andrew menyatakan tidak akan kembali ke jabatan eksekutif dalam waktu dekat.
Evelyn meletakkan laporan keuangan di hadapannya. Ia telah meninjau setiap angka bersama tim dan meminta semua catatan pemeriksaan saham tetap disimpan. Perkara Daniel dan Emma masih ditangani pihak berwenang. Dewan membatalkan pengalihan dan memulihkan kewenangannya, tetapi Evelyn tidak menggunakan proses itu untuk menghapus jejak dokumen yang dipersoalkan.
Kennedi membuka rapat. 'Andrew menyampaikan bahwa ia akan fokus pada pemulihan. Dewan harus memilih pemimpin operasional yang mampu menjaga perusahaan selama ia beristirahat.'
Salah satu anggota menatap Evelyn. 'Kamu sudah menangani banyak urusan sejak keadaan ini dimulai. Apakah kamu bersedia memimpin Celeste Corporation?'
Evelyn tidak segera menjawab. Ia teringat betapa mudahnya dahulu ia mengira nama keluarga dan saham dapat melindunginya. Menjadi pemimpin bukan hadiah untuk bertahan dari pengkhianatan; itu tanggung jawab terhadap orang-orang yang bekerja di perusahaan.
'Saya bersedia jika dewan memberi kepercayaan dan menetapkan pengawasan yang jelas,' katanya. 'Saya ingin keputusan penting tetap melalui prosedur, bukan berdasarkan kedekatan keluarga.'
Kennedi mengangguk. 'Itu akan dicantumkan.'
Daniel tidak hadir. Emma juga tidak. Kursi kosong mereka tidak mengubah pembahasan. Dewan meminta Evelyn menjelaskan rencana tiga bulan pertama: meninjau proses persetujuan saham, memperjelas jalur pemeriksaan dokumen, dan menjaga kesinambungan kontrak serta operasional.
'Saya tidak akan mengubah struktur kepemilikan tanpa pemeriksaan penuh,' kata Evelyn. 'Saya juga tidak ingin perusahaan membalas kesalahan seseorang dengan menutup akses informasi bagi semua karyawan.'
Kennedi menyilangkan tangan. 'Apa yang akan kamu prioritaskan selama masa transisi?'
'Pertama, memastikan keputusan saham dan dokumen perusahaan punya jalur pemeriksaan yang jelas. Kedua, meninjau kembali kontrak yang tertunda agar pekerjaan karyawan tidak berhenti karena konflik keluarga.'
'Apakah kamu akan mengganti orang-orang yang dekat dengan Daniel?' tanya anggota lain.
'Tidak tanpa alasan kerja yang dapat dibuktikan. Saya tidak ingin perusahaan memakai kedekatan pribadi sebagai satu-satunya ukuran.'
'Bagaimana dengan orang yang terlibat dalam dokumen pengalihan?'
'Mereka tetap harus mengikuti pemeriksaan yang berlaku. Jika ada pelanggaran, kita tangani melalui prosedur dan hasil penyelidikan. Saya tidak akan menghapus dokumen atau memutuskan bersalah tanpa pemeriksaan.'
Kennedi membaca catatan. 'Kamu akan bekerja dengan Edwin?'
'Ya, sebagai sekretaris yang mengelola catatan dan alur dokumen. Setiap keputusan tetap bisa diperiksa oleh dewan.'
Salah satu anggota bertanya apakah Evelyn cukup berpengalaman memimpin di luar bidang keuangan. Evelyn menjelaskan bahwa ia akan meminta laporan dari tiap divisi dan tidak berpura-pura memahami semua hal sendiri.
'Saya akan mendengar para kepala bagian, memeriksa angka, dan meminta nasihat sebelum mengubah kebijakan. Memimpin bukan berarti harus menjadi orang paling tahu di setiap ruangan.'
Suasana rapat melunak. Beberapa anggota mengangguk, yang lain mencatat rencana kerja yang ia sebutkan. Evelyn merasa dadanya lebih ringan ketika menyadari ia tidak sedang berusaha membuktikan kepada Daniel bahwa dirinya layak. Ia menjawab karena perusahaan membutuhkan arah.
'Kamu akan mengambil keputusan sendiri?'
'Saya akan memimpin, bukan mengabaikan dewan.'
***
Setelah beberapa pertanyaan, Kennedi meminta anggota dewan memberikan suara. Keputusan bulat: Evelyn dipilih memimpin Celeste Corporation. Ia menandatangani risalah pengangkatan setelah membaca ruang lingkup dan masa evaluasi. Tangannya tidak gemetar, tetapi ia merasakan beban keputusan itu.
Kennedi menyerahkan salinan resmi. 'Kamu tahu ini bukan posisi yang mudah.'
'Aku tahu. Ayah membangun perusahaan ini bersama Ibu. Aku tidak akan menganggapnya milikku seorang.'
'Andrew akan bangga mendengarnya.'
Evelyn membawa dokumen ke ruang kerja dan mengirim kabar kepada ayahnya. Andrew membalas singkat bahwa ia ingin mendengarnya langsung saat Evelyn berkunjung. Ia masih menjalani pemulihan, tetapi sudah mampu berbicara lebih lama dan kembali membaca beberapa laporan dari rumah.
Edwin masuk membawa agenda hari berikutnya. 'Selamat, Nona.'
'Jangan panggil aku berbeda hanya karena jabatan,' ujar Evelyn.
Edwin tersenyum kecil. 'Saya tetap akan memanggil Nona.'
Mereka meninjau jadwal rapat dan daftar keputusan yang harus dibuat. Evelyn meminta Edwin menyiapkan pertemuan dengan tiap divisi dalam pekan berikutnya, tetapi tidak mengubah struktur kerja sebelum mendengar laporan mereka.
'Kita juga harus memastikan karyawan tidak menganggap pengangkatan ini berarti semua masalah selesai,' katanya.
'Saya bisa mengirim pemberitahuan resmi tentang kewenangan dan jalur laporan.'
'Ya. Sampaikan bahwa perkara saham sedang ditangani sesuai prosedur dan operasional tetap berjalan.'
Evelyn menulis sendiri pesan singkat untuk Andrew. Ia tidak menambahkan bahwa ia 'menang', sebab jabatan itu bukan kemenangan atas ayahnya atau atas Emma. Ia hanya ingin memberi tahu bahwa tanggung jawab baru telah dimulai.
Saat berdiri dekat jendela, ia mengingat dirinya yang dulu menyerahkan seluruh keputusan kepada Daniel karena mengira cinta berarti percaya tanpa batas. Ia tidak akan mengulangi itu sebagai pemimpin. Kepercayaan harus berjalan bersama keterbukaan dan tanggung jawab.
'Terima kasih. Kita tetap bekerja seperti biasa. Tolong pastikan seluruh berkas saham yang pernah dipersoalkan tetap tersimpan.'
'Sudah. Salinan dan log akses berada di arsip resmi.'
Evelyn memandang ruangannya. 'Dulu aku mengira merebut kembali saham sudah cukup. Ternyata yang lebih penting adalah memastikan tidak ada orang yang bisa mengubahnya diam-diam.'
Edwin mengangguk. 'Pak Andrew akan senang melihat Nona memimpin dengan hati-hati.'
Evelyn mengirim pesan kepada ayahnya bahwa ia akan datang malam itu. Sesudah itu, ia menutup laporan dan berdiri di dekat jendela. Ia telah mendapatkan jabatan yang dahulu seolah-olah dirampas sebelum ia sempat menjalaninya. Kini ia harus membuktikan kepemimpinan itu lewat keputusan yang dibuatnya, bukan lewat nama Celeste saja.
Ia menutup jendela dan kembali ke meja, siap memulai pekerjaan yang sudah menunggunya.
Ia membuka agenda, memilih rapat pertama, lalu mulai membaca laporan.
Kali ini ia tidak terburu-buru mengejar semua pekerjaan.
Ia mulai dari yang terpenting.
Selama masa pemulihan itu, Andrew telah menerima penjelasan hasil pemeriksaan dan diizinkan pulang dengan tindak lanjut yang tetap dijalankannya. Evelyn tidak menganggapnya kebal terhadap sakit; ia hanya melihat ayahnya kini bersedia memberi kabar dan menerima bantuan.
Nadia juga meneruskan hasil pemeriksaan atas file yang menjadi asal cetakan formulir. Tampilan tanda tangan pada lampiran ternyata berupa citra yang disisipkan, bukan rekaman persetujuan elektronik Evelyn. Temuan itu beserta jejak pengiriman diserahkan kepada pemeriksa. Laporan tersebut tetap tidak menetapkan sendiri siapa pelakunya; status pidana ditentukan melalui proses yang berjalan.
Kontrak Mile akhirnya diselesaikan lewat tim dan peninjauan yang tidak menyerahkan penilaian pribadi kepada Evelyn. Kedekatannya dengan Marcus dinyatakan, ia tidak ikut menentukan persetujuan pada bagian yang berkaitan dengan kepentingan itu, dan pihak yang berwenang dari kedua perusahaan mengesahkan naskah final. Pekerjaan karyawan tidak lagi menunggu akhir pertikaian keluarga.
Melalui penghubung resmi, Andrew menanyakan kemungkinan berbicara dengan Emma sebagai keluarga. Setelah pengaturan komunikasi perkara diperjelas, Emma menyetujui kunjungan sukarela tanpa pembahasan alat bukti. Evelyn tidak menghubunginya diam-diam untuk meminta pencabutan keterangan.