Evelyn mundur sampai pintu dek terbuka di belakangnya. Angin dari laut menerpa wajahnya. Daniel berhenti sesaat, tetapi tatapannya tetap tertuju pada ponsel di tangan Evelyn.
'Berikan kepadaku,' katanya.
'Kamu sudah mengakui bahwa dokumen itu diproses tanpa persetujuanku.'
'Aku bilang matikan.'
'Rekamannya sudah kumatikan. Kamu tidak bisa menghapus apa yang sudah kamu katakan.'
Emma berdiri beberapa langkah di belakang Daniel. 'Evelyn, jangan membuat keadaan lebih buruk. Berikan saja telepon itu.'
'Kalian berdua tahu perekaman ini berlangsung sejak awal.'
Daniel melangkah maju. Evelyn bergerak ke sisi geladak yang lapang, berusaha menjauh dari pintu dan menjaga jarak. Kapal masih tertambat, tetapi permukaan dek licin karena embun pagi.
'Jangan mendekat,' kata Evelyn.
'Kamu selalu mengubah semuanya jadi ancaman.'
'Aku sudah meminta kalian berhenti.'
Daniel menyambar pergelangan tangannya. Evelyn berusaha melepaskan diri. 'Lepaskan!'
Emma menoleh ke arah lorong, tetapi tidak segera menolong. 'Dan, cukup.'
Daniel menarik Evelyn ke arahnya. Ia menyentakkan tangan, berhasil lepas, lalu mundur. Daniel mendorong bahunya dengan keras. Evelyn kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke arah pagar geladak.
Ingatan tentang hidup lamanya menghantamnya: tangan Daniel, laut gelap, tubuhnya yang dibuang tanpa belas kasihan. Namun kali ini kakinya menemukan pijakan. Ia meraih pegangan pagar dan tidak jatuh.
'Kamu mau membunuhku lagi?' katanya, napas terputus.
Daniel membeku. 'Apa maksudmu?'
Evelyn tidak menjawab. Evelyn tidak mencoba merekam lagi. File percakapan telah ditutup ketika Daniel memintanya berhenti; sekarang ia hanya ingin keluar dari geladak dengan selamat. Ia memanggil Edwin melalui telepon dan menyebut lokasi, lalu berseru kepada awak yang berada dekat jalur samping.
'Aku butuh bantuan. Daniel mendorongku. Kami di dek samping.'
Awak kapal tiba lebih dahulu dan meminta Daniel menjauh dari Evelyn. Seorang lainnya berdiri dekat akses tangga, menjaga jalan turun tetap terbuka. Edwin dan Marcus menyusul dari tempat menunggu di dekat gangway. Marcus berhenti di sisi Evelyn, sementara Edwin meminta pengelola menghubungi petugas kepolisian dari pos dermaga. Mereka tidak mengejar Daniel atau berusaha memperoleh pengakuan tambahan.
'Bahuku sakit,' kata Evelyn ketika ditanya. 'Aku tidak jatuh ke laut.'
Marcus menanyakan apakah ia ingin duduk menjauh dari pagar. Evelyn mengangguk dan berjalan bersama awak ke bangku yang lebih aman. Ia tidak menyerahkan ponselnya kepada Daniel atau Emma. Rekaman suara masih berada pada perangkat yang sejak awal dibawanya, dan ia menjaganya sambil menunggu bantuan.
Beberapa menit kemudian petugas datang dari dermaga dan memisahkan para pihak untuk mendengar keterangan awal. Ia tidak mengatakan menyaksikan dorongan tersebut. Ia meminta Evelyn menyebut apa yang dialaminya, siapa yang tiba sesudahnya, serta awak mana yang berada paling dekat saat kejadian.
'Daniel menarik pergelangan tangan saya, lalu mendorong bahu saya,' ujar Evelyn. 'Saya meraih pagar supaya tidak jatuh. Marcus dan Edwin datang setelah saya meminta bantuan.'
Petugas mencatat perbedaan itu. Marcus menjelaskan bahwa ia tiba setelah panggilan dan tidak melihat dorongan pertama. Edwin juga tidak mengaku sebagai saksi mata tindakan yang tidak dilihatnya. Keterangan mereka terbatas pada keadaan saat tiba, permintaan bantuan, dan posisi orang-orang di dek. Awak yang datang lebih dahulu diminta memberikan keterangannya sendiri.
Pengelola kapal mengonfirmasi bahwa kamera keamanan mengarah ke sebagian area dek. Atas permintaan petugas, rekamannya dipertahankan agar dapat diperiksa melalui jalur yang semestinya. Keberadaan kamera tidak langsung dianggap membuktikan seluruh perkara; petugas belum menonton hasilnya ketika meminta semua pihak tetap tenang.
Evelyn menjelaskan bahwa percakapan di ruang utama telah direkam dengan persetujuan Daniel dan Emma, kemudian dihentikan saat diminta. Ia menawarkan file utuh dari awal hingga waktu penghentian, bukan potongan yang menghilangkan konteks. Setelah keadaan aman dan petugas menjelaskan pencatatannya, salinan dibuat dari ponsel Evelyn. Edwin membantu mencatat waktu penyerahan dan menyimpan tanda terimanya.
'Sumbernya perangkat saya. Rekaman suara itu berakhir sebelum dorongan di dek,' kata Evelyn. 'Untuk tindakan di sini, saya memberi keterangan tentang yang saya alami. Silakan periksa saksi dan kamera kapal.'
Petugas membacakan kembali ringkasan itu agar Evelyn dapat memperbaiki kekeliruan. Ia tidak diminta mengubah peristiwa yang baru dialaminya menjadi kesimpulan tentang siapa yang pasti bersalah. Evelyn mengoreksi letak pintu yang ditunjukkan, lalu mengonfirmasi urutan lainnya. Marcus tetap di sisinya ketika ia menarik napas dan merasakan kembali nyeri pada bahu. Ia sudah keluar dari jangkauan Daniel, tetapi tubuhnya belum berhenti gemetar.
***
Emma mengangkat kedua tangan. 'Ini jebakan. Dia sengaja memancing kami.'
Evelyn menatapnya. 'Aku memberi tahu bahwa aku mencatat. Kalian tetap mengakui sendiri.'
'Aku tidak mengaku memalsukan apa pun,' kata Emma.
'Kamu mengaku meminta bagian yang menurutmu seharusnya diberikan. Daniel yang menjelaskan penggunaan akun dan berkas.'
Daniel mencoba menjauh dari petugas. 'Aku tidak melakukan apa-apa. Dia hanya kehilangan keseimbangan.'
'Saya menerima laporan tentang dorongan itu,' kata petugas. 'Saya juga akan memeriksa rekaman dek dan mendengar keterangan saksi.'
Marcus tidak menghalangi pemeriksaan. Ia hanya tetap berdiri dekat Evelyn. Edwin menunjukkan tanda terima salinan rekaman yang baru dibuat serta salinan laporan legal, serta menjelaskan bahwa dokumen asli saham tidak dibawa ke kapal.
Petugas meminta Daniel ikut ke dermaga untuk memberikan keterangan atas tindakan fisik dan dokumen yang kini disampaikan sebagai bagian dari laporan Evelyn. Ketika Daniel menolak, petugas menjelaskan bahwa ia akan diamankan sementara sesuai prosedur sampai pemeriksaan awal selesai. Emma diminta ikut memberikan keterangan terkait pengakuan dalam rekaman dan akses akun.
Evelyn menyaksikan mereka dibawa turun tanpa merasa menang. Ia hanya lega masih berdiri dengan kedua kakinya sendiri. Kapal tetap tertambat, dan pertemuan yang disebut damai itu berakhir di geladak.
Sebelum turun, petugas meminta Evelyn tetap di tempat sampai keterangan awalnya selesai. Edwin membantu mengamankan ponsel dan map, sementara Marcus berdiri dekat tangga tanpa menyentuh Daniel atau Emma.
'Kalian sudah menyampaikan alasan kalian sendiri,' kata Evelyn kepada mereka. 'Sekarang biarkan proses berjalan.'
Emma menatapnya dengan marah. 'Kamu puas?'
'Tidak. Aku hanya ingin kalian berhenti mengambil keputusan atas namaku.'
Petugas mengingatkan semua orang agar tidak melanjutkan pertengkaran. Evelyn diam dan mengikuti arahan. Ia tahu pemeriksaan baru dimulai; rekaman dan laporan legal akan ditinjau bersama saksi serta salinan kamera kapal.
Ketika petugas mengizinkannya turun, Evelyn berjalan perlahan dengan Marcus di sampingnya. Ia tidak menoleh kembali ke ruang utama. Pertemuan damai itu telah berubah menjadi pemeriksaan resmi.
Ia menunggu di dermaga sampai petugas mencatat namanya dan memberi tahu bahwa ia boleh pulang setelah pemeriksaan awal. Ia meminta agar barang-barang di kapal tidak dipindahkan sebelum petugas selesai.
Awak kapal mengonfirmasi kapal tetap tertambat dan tidak ada barang yang dipindahkan.
Petugas meminta mereka menunggu di dermaga sampai pemeriksaan selesai.
Marcus tetap berdiri di dekat Evelyn.
Ia menunggu petugas menyelesaikan catatan awal.