Konfirmasi keberangkatan kapal datang pada pagi hari. Evelyn membaca rincian waktu dan titik kumpul, kemudian meneruskannya kepada Edwin. Pertemuan akan berlangsung keesokan harinya. Ia memastikan tidak ada perubahan pada kapal atau daftar perjalanan yang bisa menimbulkan risiko bagi orang lain.
'Apakah kita sudah mendapat laporan final Nadia?' tanyanya.
Edwin menyerahkan map tipis. 'Sudah. Ia menegaskan struktur saham di brankas cocok dengan register dan tidak ada pencatatan pengalihan. Ia juga menuliskan batas kesaksiannya.'
Evelyn membaca laporan itu kembali. 'Kita bawa salinan. Dokumen asli tetap di brankas.'
'Nadia bersedia hadir jika diminta oleh dewan atau diperlukan untuk menjelaskan temuannya,' kata Edwin.
'Kalau dewan memanggilnya, kita akan mengatur agar ia hadir secara resmi,' ujar Evelyn. 'Tapi ia tidak perlu ikut ke kapal hanya karena kita membawanya dalam rencana ini.'
'Saya akan menyampaikan itu kepadanya.'
'Pastikan juga ia tahu laporan finalnya tidak akan diubah atau dipotong sebelum diserahkan.'
Edwin mengangguk. 'Salinan yang dibawa tetap sama dengan yang dikirim kepada sekretariat.'
Evelyn memeriksa map itu sekali lagi. Ia memasukkan laporan final dan bukti penerimaan, lalu menutupnya. Tidak ada catatan pribadi atau dokumen yang tidak relevan.
'Nadia tidak ikut ke kapal. Laporannya tetap melalui jalur legal; pertemuan pribadi bukan tempat meminta kesaksian tambahan di luar tugasnya.'
Marcus mengangguk. 'Kita pastikan Nadia tahu bahwa kesaksiannya hanya tentang pemeriksaan register. Jangan biarkan siapa pun meminta dia menyimpulkan lebih jauh.'
Evelyn setuju. Ia menghubungi Nadia untuk mengucapkan terima kasih dan memastikan laporan final disimpan dalam jalur legal. Nadia mengonfirmasi ia siap menjawab pertanyaan resmi jika diminta, tetapi tidak ingin terlibat dalam pembicaraan pribadi di kapal.
'Aku tidak ingin ada yang merasa harus memihak,' kata Evelyn setelah menutup panggilan. 'Nadia menjalankan pemeriksaan sebagai staf legal. Itu saja.'
'Dan laporan itu berdiri atas isinya sendiri,' ujar Edwin. 'Tidak bergantung pada siapa yang hadir dalam pertemuan.'
Marcus memandang daftar keberangkatan. 'Kita juga sebaiknya memberi tahu orang yang bertanggung jawab atas kapal bahwa kamu akan hadir bersama kami.'
'Ya. Aku tidak akan mengubah manifest atau menambahkan orang tanpa prosedur. Aku hanya akan memastikan mereka mengetahui siapa yang naik.'
Edwin menyarankan Evelyn menyimpan salinan undangan dan jadwal di ponselnya serta mengirimkan waktu kedatangan kepada Bu Rini. Evelyn menyetujuinya. Ia mengirim pesan singkat bahwa ia akan menghadiri pertemuan keluarga, tanpa memberi kesan seolah-olah sesuatu buruk pasti terjadi.
Bu Rini membalas agar Evelyn berhati-hati dan berjanji tetap menemani Andrew di rumah sakit. Evelyn mengucapkan terima kasih, lalu menyimpan ponsel.
***
Di ruang kerja, Evelyn meninjau kembali rencana bersama Edwin dan Marcus. Mereka tidak membahas cara menjebak Daniel dengan alat atau skenario rumit. Mereka hanya menyepakati batas: Evelyn akan mendengar apa yang dikatakan Daniel dan Emma, tidak menandatangani dokumen, dan menjaga agar percakapan tetap berhubungan dengan ajakan damai yang mereka kirim.
'Jika mereka mengubah pembicaraan menjadi urusan saham?' tanya Edwin.
'Aku akan meminta dokumen dan waktu untuk meninjau. Aku tidak akan menyetujui apa pun di tempat.'
'Kalau mereka menekanmu?'
'Aku akan menghentikan pembicaraan.'
Marcus menatapnya. 'Kamu tidak harus membuktikan keberanian dengan bertahan dalam keadaan yang membuatmu tidak aman.'
'Aku tahu. Aku datang untuk mendengar pengakuan atau melihat sikap mereka sendiri, bukan untuk mempertaruhkan keselamatan.'
'Kami akan mengikuti batas yang kamu tentukan.'
Evelyn mengemas salinan laporan legal dalam map terpisah. Catatan asli Andrew tetap terkunci; foto inventaris dan salinan register disimpan Edwin. Ia tidak membawa dokumen yang belum disetujui.
Ia memeriksa daftar barang yang akan dibawa: ponsel, identitas, salinan laporan Nadia, dan undangan Daniel serta Emma. Tidak ada dokumen asli dari brankas. Edwin menyimpan catatan inventaris di tempat terpisah dan memastikan salinan cadangan berada di kantor.
'Kalau mereka meminta saya menandatangani sesuatu, saya akan meminta waktu,' kata Evelyn.
'Dan kalau mereka menolak?' tanya Edwin.
'Aku tidak akan menandatangani. Pertemuan damai bukan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan.'
Marcus berkata, 'Aku akan menunggu keputusanmu di sana. Aku tidak akan mengambil alih percakapan.'
'Aku tahu. Aku hanya ingin kamu hadir jika aku membutuhkan dukungan.'
Mereka tidak menyusun kalimat untuk memancing pengakuan atau membuat tuduhan. Evelyn ingin melihat apakah Daniel dan Emma benar-benar datang untuk bicara, dan apa yang mereka pilih untuk katakan ketika ia hadir.
'Kita tahu pertemuan ini bisa berjalan berbeda dari yang mereka janjikan,' kata Evelyn. 'Kalau begitu, kita tetap tenang dan tidak mengikuti tekanan.'
Edwin menyetujui batas itu. Marcus berkata ia akan tetap di dekat Evelyn dan menunggu arahan, bukan berbicara atas namanya.
Evelyn memandang mereka bergantian. 'Aku yang akan menentukan kapan pembicaraan selesai.'
'Baik,' jawab Marcus.
Mereka menyepakati titik berkumpul dan waktu berangkat sesuai undangan. Tidak ada rencana lain yang disisipkan. Besok, Evelyn akan datang untuk menerima ajakan damai itu dan melihat sendiri apa yang sebenarnya dikehendaki Daniel serta Emma.
Ia memberi tahu Bu Rini bahwa ia akan berangkat bersama Edwin dan Marcus, lalu kembali sebelum malam jika perjalanan berjalan sesuai jadwal.
Sebelum meninggalkan ruang kerja, ia mengirim pesan kepada Daniel: 'Aku akan datang sesuai waktu yang kamu kirim. Aku berharap kita bisa berbicara dengan jujur dan menyelesaikan persoalan ini.'
Daniel membalas cepat, berterima kasih dan mengatakan Emma juga menantikan pertemuan itu. Evelyn menaruh ponsel. Ia belum tahu apa yang akan mereka akui di kapal, tetapi ia telah menerima ajakan mereka secara sadar dan dengan persiapan yang cukup.
Keesokan harinya, ia akan naik ke kapal pesiar keluarga Celeste bersama Marcus dan Edwin. Pertemuan belum dimulai; saat ini yang ada hanya undangan yang telah ia terima dan bukti yang mereka jaga.
Edwin menyampaikan rencana itu kepada Andrew setelah petugas perawatan mengizinkan pembicaraan singkat. Andrew menyetujui pemakaian kapal untuk pertemuan di dermaga, dengan awak tetap bertugas dan tanpa perjalanan laut. Pengelola mencatat Evelyn, Marcus, Edwin, Daniel, dan Emma pada daftar tamu. Kapten mengonfirmasi bahwa mesin tidak akan digunakan untuk berangkat. Ia juga menyebut lokasi pos keamanan dermaga dan cara meminta bantuan kepada awak. Evelyn memeriksa balasan Daniel atas syarat tersebut sekali lagi. Untuk pertama kalinya sejak membaca undangan, ia tidak hanya memiliki janji dari dua orang yang pernah mengkhianatinya; ada batas operasional yang sudah diterima orang-orang yang mengelola tempat itu.