Pesan Daniel meminta Evelyn bertemu untuk bicara damai, tetapi tidak menyebut tempat atau waktu. Evelyn membalas singkat bahwa ia bersedia mendengar usulnya setelah Emma mengonfirmasi kehadiran dan mereka memberikan rincian pertemuan.
Balasan Emma datang beberapa menit kemudian. Ia mengatakan Daniel dan dirinya ingin bertemu Evelyn di kapal pesiar keluarga Celeste, berbicara tanpa campur tangan orang lain, dan mengakhiri pertikaian sebelum keadaan memburuk.
Pesan itu tidak menyebutkan apakah mereka akan membawa dokumen atau membicarakan saham. Evelyn tidak langsung menganggap ajakan itu tulus, tetapi ia juga tidak menolak sebelum memahami apa yang mereka inginkan.
'Aku harus tahu apakah ini undangan resmi atau hanya pesan pribadi,' katanya.
Edwin memeriksa pengirim dan waktu. 'Pesan datang dari akun Emma yang biasa ia gunakan. Daniel juga mengonfirmasi secara terpisah.'
'Simpan keduanya, tapi jangan meneruskannya ke siapa pun.'
Marcus membaca kalimat tentang tidak adanya campur tangan. 'Mereka mungkin ingin membatasi siapa yang hadir.'
'Mungkin. Aku tidak akan berjanji untuk pergi sendirian.'
'Kamu bisa meminta pertemuan berlangsung di ruang utama kapal dan memberi tahu orang yang kamu percaya tentang waktunya.'
Evelyn menatapnya. 'Aku tidak ingin mengubahnya menjadi konfrontasi sebelum kami tiba.'
'Menjaga keselamatan bukan konfrontasi.'
Edwin menyetujui. 'Kita juga harus tahu siapa yang mengoperasikan kapal hari itu dan prosedur perjalanan. Itu informasi normal untuk setiap keberangkatan keluarga.'
Evelyn menyimpan ponsel. 'Periksa jadwal tanpa mengubahnya. Aku akan menyetujui ajakan mereka, tapi aku tidak akan menerima syarat agar datang sendirian.'
Evelyn menimbang tempat yang dipilih dalam undangan. Dalam ingatannya, kapal keluarga pernah menjadi tempat ia kehilangan nyawa. Ia tidak ingin ketakutan itu menguasai semua pilihannya, tetapi juga tidak akan menyamakan menerima undangan dengan menyerahkan keselamatan kepada Daniel. Ia meminta Edwin memastikan bahwa pertemuan dilakukan pada kapal yang tetap tertambat, dengan awak yang bekerja seperti biasa.
'Aku bersedia mendengar mereka,' katanya. 'Tetapi jika mereka hanya mau bertemu saat kapal berlayar dan aku sendirian, kita tidak jadi berangkat.'
Marcus menyetujui batas itu. Ia tidak menawarkan penyamaran atau cara memancing pengakuan. Evelyn harus tetap dapat meninggalkan pertemuan, dan pengelola kapal harus mengetahui siapa yang berada di atasnya.
Evelyn mengetik: 'Aku bersedia bertemu dan bicara dengan kalian di kapal pesiar keluarga. Kirimkan tanggal, jam, dan rincian pertemuan. Marcus dan Edwin akan mendampingiku, awak tetap bertugas, dan kapal tetap tertambat di dermaga. Jika syarat itu tidak cocok, kita dapat bertemu di kantor. Aku ingin kita berbicara tanpa tekanan.'
Sebelum menekan kirim, ia membaca ulang kalimat itu. Tidak ada janji untuk berdamai, tidak ada persetujuan atas pembagian saham, dan tidak ada keterangan bahwa ia akan datang sendiri. Ia hanya setuju bertemu untuk berbicara.
'Kirim,' kata Edwin setelah memeriksanya.
Evelyn menekan tombol. Beberapa saat kemudian Daniel menyetujui kehadiran kedua pendamping itu dan pertemuan saat kapal tertambat. Ia mengatakan akan mengirim rincian waktunya. Emma menambahkan bahwa mereka hanya ingin memperbaiki hubungan keluarga.
'Mereka menulis seolah-olah masalah ini cuma salah paham,' kata Evelyn.
'Kamu tidak perlu menerima cara mereka membingkainya,' jawab Marcus. 'Dengarkan dulu, lalu nilai dari apa yang mereka lakukan.'
Evelyn mengangguk. Ia tidak membalas pesan Emma dengan janji emosional. 'Aku akan hadir, tapi tidak akan menandatangani apa pun dan tidak akan membahas keputusan saham tanpa dokumen resmi.'
'Kami akan mengingat batas itu,' kata Edwin.
Emma membalas bahwa ia memahami syarat yang sama. Evelyn tidak mengubahnya menjadi janji untuk berdamai atau menyetujui pembagian saham.
Evelyn memandang pesan itu. 'Mereka pikir aku datang untuk berdamai tanpa persiapan.'
Evelyn tidak mengirim konfirmasi yang sama berkali-kali. Ia menyimpan persetujuan Daniel atas syarat pertemuan bersama undangan awal, agar batas yang diterima kedua pihak tetap jelas.
'Kita belum tahu apa yang mereka pikirkan,' kata Marcus. 'Kita hanya tahu apa yang mereka tulis.'
'Benar.'
***
Edwin menghubungi bagian pengelola kapal keluarga dan memastikan kapal masih tercatat atas nama Celeste. Ia tidak meminta perubahan atau menambahkan penumpang. Ia hanya menanyakan prosedur pemberitahuan penggunaan dan jadwal yang sudah diajukan Daniel.
'Daniel mengajukan keberangkatan dua hari lagi,' lapornya. 'Daftar penumpang belum lengkap. Permintaannya menyebut pertemuan keluarga.'
Evelyn memeriksa salinan jadwal. 'Jadi mereka belum mencantumkan siapa pun selain diri mereka?'
'Belum.'
'Jangan mengisi daftar untuk mereka. Simpan salinan permintaan dan catat waktunya.'
Edwin mengonfirmasi bahwa ia hanya meminta salinan jadwal yang sudah tercatat. Ia tidak mengubah rute, menambahkan nama, atau menghubungi awak untuk membahas tujuan lain.
'Kalau ada perubahan dari Daniel, sampaikan kepadaku sebelum menyetujui,' kata Evelyn.
'Tentu, Nona. Semua perubahan akan tetap melalui prosedur pemilik kapal.'
Evelyn menyimpan catatan itu bersama pesan undangan. Ia ingin semua orang tahu bahwa ia datang atas undangan mereka, bukan karena menyelinap atau mengatur keberangkatan sendiri.
Marcus duduk di seberangnya. 'Kita bisa meminta Nadia menyiapkan laporan final untuk dibawa.'
'Aku tidak ingin membawa dokumen asli. Salinan kerja saja. Kita juga tidak membuka kartu terlalu cepat.'
Edwin mengingatkan bahwa dewan belum membatalkan penangguhan. Evelyn tidak boleh menyetujui pengalihan saham, tetapi menerima undangan pertemuan bukan persetujuan atas dokumen apa pun.
'Aku paham. Di kapal aku tidak akan menandatangani apa pun. Urusan persetujuan tetap dibahas melalui jalur resmi.'
'Saya akan memastikan salinan bukti tetap berada di tempat aman,' kata Edwin.
'Bagus. Belum ada yang perlu dibawa ke kapal selain salinan laporan dan undangan. Kita tidak akan membuat rencana di luar batas yang disepakati.'
Evelyn membalas Daniel dengan mengonfirmasi bahwa ia menerima rincian keberangkatan dan akan datang. Ia tidak mengulang nama Marcus dan Edwin yang telah disetujui sebagai pendamping; Nadia tidak ikut. Rencana pertemuan kini berjalan sesuai keinginan Daniel dan Emma, setidaknya dari sudut pandang mereka.
Ia memastikan pesan konfirmasi tersimpan bersama undangan awal. Tidak ada kata yang mengikatnya pada perdamaian atau perubahan saham. Ia menerima pertemuan, bukan syarat yang belum disampaikan.
Pengelola kapal diminta mengonfirmasi semua batas pertemuan itu sebelum Evelyn berangkat.