Laporan awal Nadia tiba keesokan paginya. Evelyn membacanya bersama Edwin di ruang kerja. Isinya singkat dan terukur: struktur saham dalam salinan brankas sesuai dengan register saat ini, tidak ditemukan pencatatan pengalihan atas saham Evelyn, dan dokumen digital yang sebelumnya dipersoalkan masih memerlukan pemeriksaan tersendiri.
'Dia tidak menyatakan siapa yang memalsukan,' kata Edwin.
'Memang belum ada dasar untuk itu.'
Evelyn memeriksa bagian kesimpulan. Nadia menandatangani laporan dengan batas pemeriksaan yang jelas. Ia juga menyatakan bersedia menerangkan proses pencocokan register dan salinan brankas.
'Kita punya cukup untuk meminta dewan meninjau ulang penangguhan,' kata Edwin.
Evelyn menelepon Nadia melalui sambungan kerja, dengan Edwin hadir mendengarkan. Ia meminta laporan disiapkan dalam dua salinan kerja. Satu akan diserahkan kepada sekretariat, satu lagi disimpan bersama daftar inventaris. Ia tidak meminta Nadia memberikan semua catatan pemeriksaan kepada dirinya sendiri; setiap salinan tetap melalui jalur legal.
'Kalau anggota dewan menanyakan apakah saham saya sudah berpindah, kita bisa menjawab tidak ada pengalihan yang tercatat,' katanya.
'Ya,' jawab Nadia. 'Hindari mengatakan bahwa semua kemungkinan manipulasi sudah terbukti atau sudah ditutup.'
'Saya akan menyampaikan tepat seperti laporan.'
Nadia meminta tanda terima dikirim kembali melalui kanal resminya. Evelyn menandatangani penerimaan salinan, bukan persetujuan atas temuan. Evelyn membaca keterangan di bawah tanda tangan sebelum menulis namanya. Edwin lalu mencatat waktu dokumen diterima dan menyimpan salinan tanda terima.
Prosedur itu membuat urusan terasa lambat, tetapi Evelyn tahu setiap langkah membantu menjaga kepercayaan pada laporan. Ia tidak ingin menyamakan kesabaran dengan kelemahan.
'Kita kirim laporan lewat sekretariat dan minta rapat peninjauan. Jangan mengirim catatan akses yang belum diperiksa.'
Edwin menyiapkan surat pengantar. Evelyn membaca setiap kalimat sebelum menyetujui. Ia menyatakan bahwa bukti baru menunjukkan tidak ada pencatatan perubahan kepemilikan, tetapi tidak menuduh Daniel atau Emma melakukan pemalsuan. Surat itu juga meminta dewan menentukan bagaimana kewenangannya dapat dipulihkan setelah laporan legal ditinjau.
'Apakah kita perlu menyebut brankas?' tanya Edwin.
'Cukup jelaskan dokumen berasal dari brankas Andrew dan proses inventarisnya. Kita tidak perlu memberi detail isi lain.'
Surat dikirim. Evelyn tidak merasa lega sepenuhnya; langkah itu belum mengubah keputusan dewan, tetapi setidaknya ia bisa bergerak berdasarkan bukti.
***
Siang harinya, Kennedi menghubungi Evelyn. Ia telah menerima laporan Nadia dan meminta salinan dokumen pendukung.
'Saya akan mengirim salinan kerja dengan catatan asal-usul dokumen,' kata Evelyn. 'Dokumen asli tetap disimpan dan bisa diperiksa melalui prosedur.'
'Dewan akan menjadwalkan peninjauan. Nadia bersedia hadir?'
'Dia bersedia menjelaskan apa yang diperiksa dan temuannya.'
'Baik. Kami juga perlu tahu apakah penangguhan masih diperlukan.'
'Saya menunggu keputusan dewan. Saya tidak meminta kesimpulan sebelum mereka memeriksa dokumen.'
Kennedi menyetujui pendekatan itu. Sebelum menutup panggilan, ia bertanya apakah Evelyn siap kembali ke kantor.
'Saya ingin rapat peninjauan dijadwalkan setelah anggota dewan menerima laporan Nadia,' kata Evelyn. 'Saya tidak meminta keputusan langsung lewat telepon.'
'Sekretariat akan mengirimkan laporan kepada anggota yang berwenang. Mereka akan menentukan jadwal.'
'Tolong pastikan penangguhan tetap dicatat sebagai sementara, bukan dianggap sebagai perubahan kepemilikan.'
'Catatan itu sudah jelas.'
'Saya juga ingin Nadia diberi kesempatan menyampaikan pemeriksaannya sendiri. Jangan menyandarkan kesimpulan hanya pada ringkasan saya.'
Kennedi menjawab, 'Itu wajar. Saya akan minta ia hadir jika rapat berlangsung.'
Evelyn memastikan tidak ada instruksi lain, lalu menambahkan bahwa ia sanggup mengikuti rapat yang diperlukan sambil tetap mendampingi Andrew. Kennedi menyatakan jadwal akan disesuaikan. Setelah itu barulah panggilan berakhir. Edwin menyimpan tanda terima salinan yang dikirim melalui sekretariat.
Evelyn kemudian mengabari Marcus bahwa ia sudah menerima laporan pemeriksaan awal. Ia hanya menyampaikan status umum, bukan mengirim dokumen perusahaan kepadanya.
Marcus datang setelah menerima kabar bahwa laporan legal sudah selesai.
'Kamu punya pijakan sekarang,' katanya.
'Pijakan, bukan akhir. Asal berkas pengalihan dan tampilan tanda tangannya masih harus diperiksa tersendiri.'
Marcus mengangguk. 'Kamu tidak ingin langsung menemui Daniel?'
'Belum. Aku ingin melihat responsnya setelah laporan ini diterima. Kalau ia memang yakin dokumen itu sah, ia bisa menjelaskan lewat prosedur.'
'Dan jika dia menolak?'
'Penolakannya sendiri bukan bukti. Aku tidak akan mengubahnya menjadi tuduhan.' Evelyn merapikan map. 'Aku ingin tetap berada di jalur yang bisa dipertanggungjawabkan.'
Marcus menarik kursi. 'Kamu sudah mengamankan dokumen dan meminta peninjauan. Itu langkah yang masuk akal.'
'Aku hanya berharap Ayah bisa menjelaskan kenapa ia menyimpan catatan ini.'
'Kamu bisa menanyakannya saat ia cukup kuat.'
Evelyn memandang ke arah rumah sakit yang terlihat dari jendela. 'Aku tidak akan menekannya sekarang.'
Marcus tidak mendesak. Ia tahu Evelyn belum mencari penghiburan panjang; ia hanya ingin keputusannya dihormati.
Saat Marcus masih menunggu, Evelyn menyimpan nomor Nadia di daftar kontak kerjanya. Ia tidak ingin meminta staf itu bicara di luar tugas atau memberi kesaksian yang tidak sesuai. 'Kalau dewan memanggilmu, jawab hanya berdasarkan laporan dan pemeriksaanmu,' tulisnya.
Nadia membalas bahwa ia memahami batas tersebut. Evelyn menutup ponsel dan menyerahkan map kepada Edwin. Untuk sementara, bukti itu akan berbicara melalui catatan yang terverifikasi, bukan melalui kemarahan atau dugaan.
Edwin mencatat bahwa seluruh dokumen asli tetap tersimpan di brankas dan laporan Nadia sudah diserahkan ke sekretariat. Evelyn menyimpan tanda terima pada map yang sama.
Ia memeriksa kembali halaman terakhir dan memastikan tanda tangan Nadia terbaca jelas. Setelah itu, ia meminta Edwin menutup map dan menyimpannya di lemari arsip terkunci.
Edwin mengirim tanda terima kepada Evelyn.
Ia menyimpan salinannya bersama laporan legal dan daftar inventaris brankas.
Evelyn memastikan setiap catatan tersimpan rapi.
'Daniel dan Emma mungkin akan mencoba menghubungiku sebelum dewan mengambil keputusan.'
Marcus menatapnya. 'Kalau mereka menghubungi, kamu bisa mendengar dulu tanpa menyetujui apa pun.'
Evelyn terdiam. Kalimat itu segera menjadi nyata ketika ponselnya bergetar. Pesan dari Daniel muncul di layar, mengajak bertemu untuk membicarakan semuanya dengan tenang.
Evelyn belum membalas. Ia menunjukkan pesan itu kepada Edwin dan Marcus, lalu meminta mereka menunggu sampai ia tahu siapa lagi yang akan hadir dan di mana pertemuan itu direncanakan.