Permintaan Andrew untuk membuka brankas masih terngiang ketika Evelyn kembali ke rumah setelah memastikan ayahnya stabil. Ia tidak pergi sendirian. Edwin menunggu di ruang kerja, sementara Bu Rini tetap di rumah sakit menemani Andrew. Marcus ikut sampai ke rumah, tetapi menunggu di luar ruang kerja sesuai permintaan Evelyn.
'Ayah bilang brankasnya ada di sini,' ujar Evelyn kepada Edwin. 'Kamu tahu letaknya?'
'Di balik panel lemari buku. Pak Andrew pernah meminta saya memastikan kuncinya tersimpan di laci bawah.'
Evelyn memandang lemari itu. Ia pernah berada di ruang tersebut berkali-kali, tetapi tidak pernah tahu ada brankas tersembunyi. 'Kita buka, lalu catat semua yang ada di dalam. Jangan mengubah susunan.'
Edwin membuka laci bawah dengan kunci yang dititipkan Andrew kepadanya, lalu mengeluarkan kunci kecil brankas. Ia tidak segera memasukkannya. 'Nona ingin saya merekam keadaan panel lebih dulu?'
Edwin mengeluarkan lembar inventaris kosong dan menuliskan nama mereka yang hadir. Evelyn memeriksa jam dinding, lalu meminta Edwin mencatat waktu sebelum panel disentuh.
'Aku ingin ada catatan siapa yang melihat dan kapan,' katanya. 'Kalau nanti ada yang mempertanyakan asal dokumen, kita bisa menjelaskan urutannya.'
'Saya catat Nona dan saya berada di ruang kerja. Marcus menunggu di luar, kecuali Nona meminta beliau masuk.'
'Betul. Aku tidak ingin ada orang yang bisa mengatakan kita mengubah isi brankas secara diam-diam.'
Edwin menulis semua itu dengan tenang. Ia tidak terburu-buru, meski Evelyn tahu keduanya ingin segera melihat apa yang disimpan Andrew. Mereka sudah cukup sering berhadapan dengan berkas yang tampak biasa namun menyimpan maksud lain.
Evelyn meraba tepian rak buku. 'Aku sudah bertahun-tahun masuk ke ruangan ini. Tidak pernah terpikir Ayah menyimpan sesuatu di balik lemari.'
'Pak Andrew tidak ingin dokumen ini mudah ditemukan,' kata Edwin. 'Beliau hanya pernah meminta saya memastikan kunci tetap ada di laci.'
'Apakah Ayah menjelaskan isi brankas?'
'Tidak. Beliau hanya bilang dokumen keluarga harus tetap aman.'
'Kapan beliau mengatakan itu?'
'Beberapa bulan lalu. Saya belum mengetahui apa yang disimpan beliau di dalamnya.'
Evelyn meminta tanggal perkiraan itu dicatat, tetapi tidak menjadikannya kesimpulan. Ia tidak ingin mengubah ingatan Edwin menjadi bukti tentang siapa yang berencana mengambil saham.
'Ya. Foto dari beberapa sisi, catat waktu, lalu kita buka bersama.'
Edwin mengambil foto panel tertutup dan mencatat waktu pada lembar inventaris. Evelyn berdiri di sampingnya. Marcus tetap berada dekat pintu.
'Kamu boleh masuk kalau aku minta,' kata Evelyn kepadanya. 'Untuk saat ini aku ingin Edwin yang mendokumentasikan.'
Marcus mengangguk. 'Aku menunggu di sini.'
Edwin membuka panel dengan hati-hati. Di baliknya terdapat brankas kecil tertanam di dinding. Ia memasukkan kunci dan memutar perlahan. Pintu terbuka tanpa suara keras. Di dalamnya ada map berwarna gelap, amplop tertutup, dan buku catatan bersampul kulit.
Evelyn menahan napas. 'Jangan keluarkan dulu.'
Edwin memotret susunan isi brankas. 'Sudah.'
Mereka mengenakan sarung tangan tipis yang dibawa Edwin dari lemari kantor. Evelyn meminta setiap benda dikeluarkan satu per satu dan dicatat. Map pertama berisi salinan struktur saham Celeste Corporation. Halamannya memuat nama pemegang saham, jumlah, dan riwayat perubahan yang disahkan.
'Ini salinan berpengesahan?' tanya Evelyn.
'Ada tanda pengesahan dan nomor pencatatan internal. Kita perlu membandingkannya dengan salinan resmi di kantor.'
'Jangan simpulkan sebelum diperiksa.'
Edwin mengangguk. Di bawah map itu ada beberapa lembar surat dan catatan tulisan tangan Andrew. Evelyn mengenali tulisan ayahnya. Ia membuka halaman pertama dengan perlahan.
Catatan itu menyebut bahwa saham Evelyn tidak pernah dialihkan dan tidak ada persetujuan darinya untuk mengubah kepemilikan. Andrew juga menulis tanggal saat ia memeriksa ulang dokumen dan mencatat bahwa ia sendiri menyimpan salinan tersebut di brankas setelah Evelyn memberitahunya tentang formulir yang mencurigakan.
'Ayah tahu ada yang mencoba mengubahnya,' kata Evelyn.
'Catatan ini menunjukkan beliau khawatir. Kita belum tahu siapa yang mengubah dokumen atau bagaimana.'
Evelyn membaca tanggal yang tercantum di sisi halaman. Tulisan Andrew menyebut rapat pemeriksaan internal dan menyarankan agar perubahan saham tidak diproses sebelum dokumen asli dibandingkan. Tidak ada nama Emma atau Daniel di bagian itu.
'Ayah sudah berusaha memastikan catatannya tersimpan,' ujar Edwin. 'Mungkin beliau ingin membahasnya setelah ada hasil pemeriksaan.'
'Mungkin. Tapi kita tidak tahu kenapa beliau tidak langsung memberitahuku.' Evelyn menutup buku catatan sementara. 'Aku akan bertanya setelah kondisinya cukup kuat.'
Marcus berdiri di ambang pintu. 'Kamu ingin aku masuk?'
'Tidak perlu masuk. Kami menemukan dokumen keluarga dan perusahaan yang harus diperiksa melalui pihak berwenang. Tolong tetap menunggu di luar.'
'Aku tidak akan menyentuh dokumen.'
Evelyn memperhatikan ekspresi Marcus. 'Kita belum menemukan siapa yang bertanggung jawab. Jangan menyimpulkan lebih dari catatan ini.'
'Aku mengerti. Kita jaga bukti dan tunggu pemeriksaan.'
Marcus kembali menunggu di luar. Evelyn memandang tulisan tangan ayahnya sekali lagi. Perasaan lega bercampur dengan kekecewaan karena Andrew ternyata menyimpan kekhawatiran sendirian. Ia menyimpan pertanyaan itu untuk nanti dan meminta Edwin menyelesaikan inventaris.
Evelyn mengangguk. Ia tidak ingin membiarkan harapannya melompat lebih jauh daripada bukti. 'Kita scan setiap halaman, simpan aslinya, lalu minta legal memeriksa.'
***
Edwin menyalin dokumen menggunakan pemindai portabel. Ia memeriksa setiap hasil sebelum meneruskan ke penyimpanan terenkripsi yang dikelola kantor. Evelyn membaca catatan Andrew lagi, kali ini memperhatikan tanggal dan rujukan berkas.
'Ada nama?'
'Belum. Hanya permintaan agar salinan ini disimpan dan tidak dipakai tanpa pemeriksaan.'
'Berarti kita tidak menganggapnya bukti bahwa Daniel yang membuat dokumen palsu.'
'Benar, Nona.'
Edwin menyelesaikan pemindaian dan membandingkan jumlah halaman dengan daftar inventaris. Evelyn meminta semua hasil diserahkan melalui jalur pemeriksaan internal, bukan kepada Marcus atau mitra perusahaan. Marcus tetap menunggu di luar ruang kerja dan tidak menerima salinan. Setelah Evelyn keluar nanti, ia dapat menawarkan dukungan tanpa ikut menilai dokumen yang mungkin berkaitan dengan perusahaan mitranya.
Evelyn menyimpan dokumen asli kembali ke dalam brankas setelah semua benda dicatat. 'Kita belum tahu apa yang Ayah ingin kita lakukan setelah ini. Tapi kita tidak akan mengubah atau memindahkan apa pun tanpa jejak.'
Ia mengunci brankas dan meminta Edwin mendokumentasikan keadaan setelah ditutup. Catatan Andrew memberi mereka petunjuk yang selama ini tak mereka miliki, tetapi juga membuka pekerjaan baru: memastikan bahwa setiap lembar bisa dipertanggungjawabkan.