Surat permintaan rapat yang diajukan Daniel masih berada di dalam tas Evelyn ketika sekretariat mengirim pemberitahuan resmi. Rapat akan dilangsungkan siang itu, dan Evelyn diminta hadir melalui sambungan video karena ia masih mendampingi Andrew di Rumah Sakit Westbridge. Ia membuka lampiran agenda, membaca setiap baris, lalu menghubungi Kennedi.
'Mereka benar-benar mengadakan rapat hari ini?'
'Ya. Sejumlah anggota dewan meminta pembahasan segera,' jawab Kennedi. 'Kamu bisa mengikuti dari rumah sakit. Belum ada keputusan.'
'Aku akan hadir.'
Bu Rini duduk di sisi ranjang Andrew. 'Nona yakin sanggup?'
'Aku tidak mau mereka membahas wewenangku tanpa mendengar penjelasanku.' Evelyn menoleh ke arah ayahnya yang masih belum sadar. 'Aku akan tetap di dekat Ayah.'
Edwin membantu menyiapkan sambungan dari ruang tunggu yang lebih tenang. Ia mengatur telepon dan dokumen yang diminta Evelyn: catatan status pengajuan, daftar pekerjaan yang masih berjalan, serta salinan laporan saham yang bisa dibagikan secara resmi. Evelyn tidak memasukkan catatan akses pribadi. Catatan itu belum ditinjau bersama tim legal dan tidak relevan untuk membahas apakah ia mampu menjalankan tugas.
'Jangan kirim apa pun yang belum diminta,' katanya.
'Saya hanya menyiapkan dokumen yang sudah disetujui sekretariat,' jawab Edwin.
'Bagus. Kalau ada pertanyaan, kita jawab sebatas yang tercatat.'
Sambungan dibuka tepat pada waktunya. Kennedi memimpin rapat dari ruang dewan. Daniel berada di sana, duduk dengan berkas di depannya. Evelyn menatap layar dan menahan diri untuk tidak bereaksi pada tatapannya.
Sebelum Kennedi memulai, Evelyn meminta izin berbicara lebih dulu tentang cara rapat akan dicatat. 'Saya ingin memastikan bahwa kehadiran saya melalui sambungan video dianggap sama dengan kehadiran langsung, dan semua dokumen yang dibahas dicantumkan dalam risalah.'
'Tentu,' jawab Kennedi. 'Sekretariat sedang mencatat.'
'Saya juga meminta setiap usulan disampaikan dengan ruang lingkup yang jelas. Saya tidak bisa menanggapi frasa umum seperti 'urusan saham' tanpa mengetahui berkas mana yang dimaksud.'
Kennedi menyetujui. Daniel menggeser berkasnya, tampak tidak sabar.
'Apa kamu siap mengikuti rapat?' tanyanya.
'Aku siap mendengar hal yang memang tercantum di agenda.'
'Kamu selalu ingin mengendalikan cara orang bicara.'
'Aku hanya ingin keputusan perusahaan punya dasar yang bisa diperiksa.'
Kennedi mengetuk meja ringan. 'Kita tetap pada agenda. Daniel, sampaikan kekhawatiranmu secara spesifik.'
Evelyn mencatat kalimat itu. Ia tidak membalas sindiran Daniel. Jika rapat ini berakhir dengan keputusan buruk, ia ingin setidaknya jelas siapa yang mengusulkan dan alasan apa yang diberikan.
Kennedi membacakan agenda. 'Kita membahas kesinambungan kewenangan Evelyn Celeste atas urusan saham selama Andrew dirawat. Ini belum merupakan keputusan pencabutan. Setiap pihak akan mendapat kesempatan menyampaikan posisi.'
Daniel bicara lebih dulu. 'Kondisi Andrew membuat perusahaan berada dalam ketidakpastian. Evelyn tidak berada di kantor, dan beberapa urusan membutuhkan keputusan yang cepat.'
'Sebutkan urusan yang tertunda,' kata Evelyn.
Daniel melirik dokumennya. 'Peninjauan beberapa berkas saham.'
'Berkas yang mana?'
'Dokumen yang berkaitan dengan pembagian hak.'
Evelyn membuka catatannya. 'Tidak ada berkas saham yang tertunda karena ketidakhadiranku. Permintaan terakhir yang saya terima adalah agenda rapat ini. Jika ada dokumen tertentu, kirimkan nomor dan tanggalnya agar bisa saya jawab.'
Salah satu anggota dewan meminta penjelasan apakah Evelyn masih mampu memberi persetujuan dari rumah sakit. Evelyn menjelaskan bahwa ia tetap dapat meninjau dokumen resmi, tetapi tidak akan membuat keputusan besar tanpa berkas lengkap dan prosedur yang benar.
'Saya tidak meminta kewenangan tambahan,' ujarnya. 'Saya hanya meminta agar status saya tidak diubah berdasarkan dugaan bahwa saya mengabaikan tugas.'
Kennedi memandang Daniel. 'Apakah ada bukti bahwa Evelyn tidak menjalankan kewajibannya?'
Daniel menjawab, 'Kondisi saat ini sendiri sudah cukup menjadi risiko.'
'Risiko bukan bukti pelanggaran,' kata seorang anggota dewan.
***
Perdebatan berlangsung cukup lama. Beberapa anggota menyarankan keputusan ditunda sampai Andrew pulih. Daniel menyatakan perusahaan tidak bisa menunggu tanpa batas, lalu mengusulkan Evelyn dibebastugaskan sementara dari keputusan yang menyangkut saham.
Evelyn mendengar usulan itu tanpa memotong. Ketika Kennedi memberinya giliran, ia berkata, 'Jika dewan menilai perlu ada pengawasan, saya bersedia semua keputusan baru melewati peninjauan bersama. Tetapi pencabutan kewenangan saya tanpa dasar akan mengubah keadaan yang belum terbukti.'
'Kamu menolak pengawasan?' tanya Daniel.
'Tidak. Saya menolak menganggap keadaan Ayah sebagai alasan untuk menyimpulkan saya lalai. Itu dua hal berbeda.'
Kennedi meminta dewan membahas opsi secara tertutup. Evelyn diminta menunggu di sambungan. Bu Rini mendekat dan meletakkan segelas air di meja.
'Apa pun hasilnya, Nona sudah menyampaikan semuanya,' katanya.
'Aku belum tahu apakah mereka mendengarkan.'
Tak lama kemudian Kennedi kembali. 'Dewan memutuskan menangguhkan sementara persetujuan administratif dalam jabatan Evelyn atas proses perubahan saham sampai peninjauan selesai. Hak kepemilikan dan haknya menolak pengalihan saham miliknya sendiri tidak berpindah kepada siapa pun. Keputusan operasional lain tetap berjalan melalui prosedur normal. Ini bukan keputusan akhir mengenai kepemilikan.'
'Apakah penangguhan ini mencakup hak saya untuk menerima pemberitahuan dan meninjau dokumen?' tanya Evelyn.
'Tidak. Kamu tetap menerima informasi dan dapat menyampaikan keberatan. Yang ditangguhkan adalah persetujuan atas perubahan atau pengalihan sampai dewan menuntaskan peninjauan.'
'Apakah ada batas waktu?'
'Peninjauan dijadwalkan paling lambat tujuh hari dari sekarang. Sekretariat akan mengirim tanggal dan ruang lingkupnya secara tertulis hari ini.'
'Saya minta batas waktu itu tidak dibiarkan terbuka tanpa tanggal evaluasi.'
Kennedi mencatat permintaan tersebut. 'Akan disampaikan.'
Daniel menyela, 'Yang penting keputusan berlaku mulai sekarang.'
Evelyn menatapnya melalui layar. 'Aku mendengar keputusan dewan. Aku juga akan meminta risalah lengkap sebelum menanggapi lebih lanjut.'
Kennedi menanyakan apakah masih ada hal yang perlu diperjelas sebelum rapat ditutup. Evelyn tetap pada sambungan. Ia perlu memastikan bahwa catatan mengenai ruang lingkup dan tanggal evaluasi tidak hilang dari naskah akhirnya.
'Saya minta salinan risalah rapat dan dasar keputusan.'
'Akan dikirim.'
Sambungan berakhir. Evelyn menatap layar yang telah gelap. Sahamnya tetap miliknya, tetapi persetujuan administratif dalam jabatannya sementara ditahan. Itu tidak mengizinkan Daniel atau siapa pun memberi persetujuan pribadi menggantikannya. Daniel telah mendapatkan langkah pertama yang ia inginkan.
Edwin merapikan dokumen. 'Saya akan minta salinan resmi, Nona.'
'Jangan berdebat dengan sekretariat. Catat saja waktu keputusan dan tunggu risalah.' Evelyn memandang ruang perawatan. 'Kita tidak tahu berapa lama Ayah belum sadar. Aku tidak akan meninggalkan dia untuk membalas Daniel.'
Di dalam, Andrew masih terbaring tanpa bergerak. Evelyn kembali ke kursi di samping Bu Rini, membawa keputusan dewan yang belum bisa ia ubah dan pertanyaan tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya.