Pada hari kedua, Daniel datang ke meja administrasi membawa permintaan untuk merapikan ruang arsip lantai 17. Ia mengatakan daftar inventaris perlu diperbarui dan berkas lama harus dikelompokkan ulang sebelum pemeriksaan berkala. Permintaan itu tampak biasa, tetapi Edwin membaca setiap baris dengan saksama.
'Saya bisa membantu mengatur jadwalnya,' kata Edwin. 'Namun daftar berkas yang akan dipindahkan harus dilampirkan.'
Daniel mengetuk kertas. 'Ini hanya pembersihan. Tidak semua map perlu dicatat satu per satu.'
'Kalau dokumennya milik perusahaan, setiap pemindahan tetap harus masuk daftar.'
Daniel tersenyum kaku. 'Kamu selalu membuat hal sederhana jadi rumit.'
'Saya hanya mengikuti prosedur.'
'Emma bilang ada banyak berkas lama yang tidak diperlukan.'
'Kalau ada berkas yang akan dimusnahkan atau dipindahkan, bagian yang berwenang perlu meninjau dulu. Saya tidak bisa menyetujuinya hanya berdasarkan percakapan.'
Daniel menghela napas. 'Baik. Aku akan minta daftar dari Emma.'
Edwin menyerahkan formulir permintaan. 'Tolong isi tujuan dan pihak yang bertanggung jawab.'
Daniel mengambilnya dengan gerakan sedikit kasar. 'Aku akan kembali.'
Di ruang kerjanya, ia menunjukkan formulir itu kepada Emma.
'Edwin minta daftar rinci,' katanya. 'Dia tidak mau membiarkan arsip dibersihkan tanpa catatan.'
Emma memeriksa lembar tersebut. 'Isi saja bahwa ruangan perlu dirapikan. Jangan menyebut penghapusan apa pun.'
'Kamu tadi bilang aku perlu menghapus log lama.'
Emma menatapnya tajam. 'Aku bilang log lama yang tidak diperlukan harus disingkirkan. Tapi jangan ceroboh menulis penghapusan apa pun di formulir yang bisa dibaca siapa pun.'
'Kalau ada log yang sedang diperiksa?'
'Jangan buat mereka tahu kita sedang mencarinya.' Emma mendorong formulir kembali. 'Kerjakan dengan tenang. Kalau ada catatan yang tersimpan, pastikan tidak tertinggal di ruang terbuka.'
Daniel memahami maksudnya. Ia kembali ke Edwin, menyerahkan permintaan yang sudah dilengkapi, dan mengatakan bahwa ia akan mulai memilah berkas bersama staf arsip pada sore hari. Edwin tidak menyetujui pemusnahan. Ia hanya membuka ruangan dan mencatat siapa yang masuk.
Sebelum Daniel pergi, Edwin meminta ia menandatangani daftar kehadiran.
'Kamu mencatat setiap orang yang masuk?' tanya Daniel.
'Ya. Ruang arsip dibuka untuk penataan. Daftarnya akan disimpan bersama permintaan.'
'Bahkan untuk pekerjaan sederhana?'
'Terutama untuk pekerjaan yang menyangkut berkas lama.'
Daniel menandatangani daftar itu. Ia tidak dapat menolak tanpa terlihat mencurigakan. 'Aku akan membawa staf administrasi sore ini.'
'Silakan. Saya akan mendampingi selama proses berlangsung.'
Daniel membawa formulir ke Emma. Perempuan itu membaca nama Edwin yang tercantum sebagai pendamping, lalu menekan kertas hingga sedikit melengkung.
'Dia akan mengawasi?'
'Dia bilang prosedurnya begitu.'
'Jangan bertengkar dengannya. Lakukan saja penataan yang bisa dilakukan.' Emma mengembalikan formulir. 'Yang penting, kalau ada catatan lama yang tidak seharusnya disimpan di sana, jangan biarkan orang lain menemukannya lebih dulu.'
'Kalau aku tidak bisa menyentuhnya?'
'Jangan menarik perhatian. Cari tahu dulu apa yang ada.'
***
Sore itu, Daniel dan seorang staf administrasi memindahkan beberapa kotak ke meja sortir. Edwin berada di dekat pintu, mencatat nomor kelompok berkas yang dipindahkan. Daniel mengeluh bahwa prosesnya lambat, tetapi tidak menentang catatan resmi lagi.
'Yang ini bisa dibuang?' tanyanya sambil mengangkat map tua tanpa label lengkap.
Edwin melihat daftar. 'Belum. Nomornya tidak cocok dengan inventaris. Letakkan di meja pemeriksaan.'
'Kamu mau menyimpan semua kertas?'
'Saya mau memastikan berkas yang belum dikenali tidak hilang.'
Daniel meletakkan map itu. Ia berusaha tetap santai, namun sesekali melirik lemari log administrasi. Edwin melihatnya, tetapi tidak menuduh apa pun.
'Aku hanya ingin ruangan ini cepat selesai,' kata Daniel.
'Pekerjaan selesai ketika daftar cocok dan berkas tersimpan dengan benar.'
Daniel menahan komentarnya. Ia tidak menemukan catatan yang dicari di tumpukan yang telah dibuka. Beberapa log lama sudah berada di map penyimpanan resmi, tetapi tidak ada yang bisa dihapus tanpa persetujuan. Ia tidak tahu apakah log yang dimaksud Emma ada di antara berkas itu. Ia hanya melihat tanggal-tanggal lama dan map inventaris yang belum lengkap. Ia memilih tidak bertanya kepada Edwin agar tidak membuka maksud Emma di hadapan staf lain dahulu.
Di akhir sore, Edwin menutup ruang arsip dan mencatat bahwa pemilahan belum selesai. Ia mengirim ringkasan singkat kepada Evelyn: permintaan penataan diterima, beberapa map sedang dicocokkan, dan tidak ada dokumen yang dimusnahkan. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan esok hari setelah nomor map dikonfirmasi. Daniel tidak mengajukan permintaan lanjutan hari itu.
Evelyn membaca pesan itu di ruangannya. Ia tidak membalas dengan instruksi untuk menghentikan pekerjaan. Ia hanya menulis, 'Terima kasih. Ikuti prosedur dan simpan daftar pemindahan.'
Ia lalu menyimpan pesan Edwin bersama catatan kerja hari itu. Tidak ada yang menyebut bahwa log tertentu telah dihapus atau ditemukan hilang. Yang ia tahu hanyalah Daniel diminta menata ruang arsip dan Edwin memastikan setiap map tercatat. Itu cukup untuk membuatnya waspada, bukan untuk menyimpulkan bahwa sesuatu telah terjadi.
Ketika Daniel muncul di pintu ruangannya sore itu, Evelyn menutup map pribadinya sebelum menyambutnya.
'Kamu dengar arsip lantai 17 sedang dirapikan?' tanyanya.
'Edwin memberi tahu ada permintaan penataan. Dia sedang mengikuti daftar berkas.'
'Kamu tidak khawatir dia akan memperlambat semuanya?'
'Kalau daftar belum cocok, lebih baik diperiksa dulu.'
Daniel menatap Evelyn, seperti sedang mengukur apakah ia mengetahui alasan di balik permintaan itu. 'Kamu selalu percaya pada prosedur.'
'Untuk dokumen perusahaan, ya.'
'Bahkan kalau prosedur itu membuat orang lain kesulitan?'
'Kalau ada cara yang benar, tidak ada alasan melewatinya.'
Daniel tersenyum tipis tetapi tidak menjawab. Ia berbalik sebelum Evelyn bertanya lebih jauh. Evelyn tidak mengejarnya. Ia kembali ke dokumen kerjanya dan membiarkan pertanyaan itu menggantung tanpa membuat tuduhan.
Ia membuka laci pribadinya, mengambil salinan catatan akses yang telah disimpan di sana, lalu memastikan tanggal dan nomor permohonan masih terbaca. Salinan di tempat lain juga aman. Jika Emma ingin membuat jejak itu menghilang dari kantor, ia tidak akan berhasil menghapus apa yang sudah diamankan Evelyn.