Pagi berikutnya, Evelyn kembali ke ruang Kennedi membawa berkas yang diminta sehari sebelumnya. Ia telah memeriksa dokumen dengan tim kerja sama dan memastikan bahwa versi kontrak yang dibawa hanya mencakup perubahan yang dibahas di Mile Group. Tidak ada tanda tangan yang ditambahkan dan tidak ada pasal yang disisipkan.
Kennedi membuka map di hadapannya. 'Saya sudah menerima agenda rapat dan catatan dari tim kerja sama. Saya ingin mendengar langsung bagaimana pembicaraan berlangsung.'
'Kami membahas jadwal pelaksanaan, mekanisme evaluasi, dan persetujuan tertulis atas perubahan. Saya meminta klausul evaluasi berlaku bagi kedua perusahaan. Marcus menyetujuinya.'
'Apa ada percakapan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan?'
Evelyn memilih kata dengan hati-hati. 'Kami berbicara singkat setelah rapat selesai, tapi pembahasan kontrak berlangsung bersama tim. Tidak ada keputusan bisnis yang dibuat di luar rapat.'
Kennedi menatapnya. 'Kamu memahami bahwa posisimu di perusahaan membuat orang memperhatikan tindakanmu.'
'Ya. Karena itu saya tidak mengubah prosedur. Jika ada dugaan konflik kepentingan, saya siap menyerahkan dokumen untuk diperiksa.'
'Saya tidak ingin isu ini berkembang menjadi pertengkaran pribadi di kantor.'
'Saya juga tidak.'
Kennedi melipat tangan di atas meja. 'Apa kamu menyadari rumor ini bisa membuat anggota dewan mempertanyakan objektivitasmu?'
'Saya menyadari itu. Karena itulah saya menyerahkan agenda dan draf. Kalau ada prosedur tambahan, saya akan mengikutinya.'
'Saya juga perlu tahu apakah ada hubungan keuangan pribadi di antara kalian.'
'Tidak ada. Tidak ada pembayaran, hadiah, atau kepentingan di luar kontrak perusahaan.'
Kennedi menatapnya beberapa detik. 'Jawabanmu jelas. Saya akan mencatatnya, tetapi saya tidak ingin percakapan ini dianggap sebagai pemeriksaan formal sebelum dewan meminta itu.'
'Saya mengerti. Saya datang untuk menjawab pertanyaan, bukan membuat tuduhan balasan.'
'Baik. Kita akan meninjau berkasnya dulu.'
Evelyn merasa lebih lega karena pertanyaan Kennedi langsung, meski tidak nyaman. Ia dapat menjawabnya tanpa menyembunyikan apa pun yang berkaitan dengan pekerjaan. Bagian pribadi dari percakapannya dengan Marcus tidak mengubah kepentingan perusahaan dan tidak menjadi dasar kontrak.
Kennedi menutup map, tetapi tidak mengembalikannya. 'Emma mengatakan ia hanya melihat kalian keluar bersama. Ia tidak membuat tuduhan langsung.'
'Namun orang lain sudah menambahkan bagian yang tidak ia lihat.'
'Itulah sebabnya saya ingin memeriksa fakta sebelum mengambil sikap.'
Evelyn menahan diri agar tidak mengatakan bahwa Emma tahu persis bagaimana membuat gosip menyebar tanpa menyebut kebohongan secara terang-terangan. Tanpa bukti, ia hanya akan terlihat membalas serangan dengan tuduhan lain. Ia memilih tetap menjelaskan proses yang dapat diperiksa dan membiarkan dewan menarik kesimpulannya sendiri.
'Saya menghargai itu,' katanya. 'Saya tidak meminta dewan mempercayai saya begitu saja. Saya meminta agar dokumen yang ada diperiksa.'
Kennedi mengamati Evelyn beberapa saat. 'Kamu tahu sebagian orang mungkin tetap punya pendapat sendiri.'
'Saya tidak bisa mengatur pendapat mereka. Saya hanya bisa memastikan jawaban dan dokumen saya konsisten.'
'Itu sikap yang tepat untuk saat ini.' Kennedi menutup map. 'Saya akan menghubungimu kalau dewan memerlukan penjelasan tambahan.'
'Saya siap.' Evelyn berdiri, tetapi menunggu sampai Kennedi selesai mencatat jawabannya sebelum meninggalkan ruangan.
Kennedi mengangguk kecil. 'Kontrak akan ditinjau. Sampai proses selesai, jangan menandatangani versi final atas nama perusahaan.'
'Saya tidak akan menandatanganinya sebelum ada persetujuan.'
***
Di ruang kerjanya, Evelyn menyiapkan salinan dokumen yang diminta untuk diserahkan ke dewan. Ia mencocokkan setiap halaman dengan catatan revisi. Edwin datang membawa daftar dokumen rapat yang telah disusun oleh bagian administrasi.
'Pak Kennedi meminta agenda dan riwayat revisi,' kata Edwin. 'Saya sudah memastikan salinannya sama dengan naskah yang dibahas.'
'Terima kasih. Jangan tambahkan komentar tentang gosip di daftar itu.'
'Tentu. Saya hanya mencatat dokumen dan tanggal penerimaannya.'
Evelyn memeriksa sampul map. 'Apakah ada yang meminta salinan kontrak di luar Kennedi?'
'Bagian kerja sama dan tim yang terlibat sudah memiliki salinan sesuai prosedur. Tidak ada permintaan lain yang saya terima.'
'Kalau ada, catat siapa yang meminta dan untuk tujuan apa.'
Edwin mengangguk dan menyerahkan daftar tersebut. Evelyn tidak ingin mencampur gosip hubungan dengan catatan akses saham atau urusan lain yang sedang ia simpan. Setiap masalah harus ditangani berdasarkan bukti yang tepat.
Sebelum Edwin pergi, ia berhenti di pintu. 'Apa Anda baik-baik saja menghadapi rapat ini?'
'Aku tidak senang dijadikan bahan pembicaraan, tapi aku bisa menjawabnya.'
'Kalau Anda ingin saya hadir untuk menjelaskan prosedur kontrak, saya siap.'
'Tunggu permintaan resmi. Jangan membuatnya terlihat seperti kita sedang membangun kubu.'
Edwin menerima arahan itu dan pergi. Evelyn menyimpan mapnya di meja, terpisah dari berkas pribadi. Ia tidak akan menghubungi Daniel atau Emma untuk meminta mereka menarik cerita. Jika rumor itu muncul di hadapan dewan, ia akan menjawab dengan dokumen dan sikap yang sama.
Menjelang siang, pesan singkat Kennedi masuk. Rapat akan membahas kontrak terlebih dahulu, dan keputusan tentang kerja sama ditunda sampai peninjauan selesai. Evelyn membalas bahwa ia akan hadir dan membawa salinan sesuai daftar.
Sebelum menutup laptop, Evelyn membaca ulang pesan itu dan memastikan tidak ada permintaan lain. Ia mengirim balasan singkat bahwa ia akan membawa draf serta catatan revisi, lalu menyimpan percakapan ke folder kerja. Ia tidak meneruskan pesan tersebut kepada Marcus. Peninjauan dewan adalah urusan internal Celeste dan harus tetap berada di jalur yang benar.
Edwin datang lagi untuk memastikan dokumen akan diserahkan secara resmi. 'Apakah saya perlu mencatat bahwa kontrak masih berupa draf?'
'Ya. Tuliskan bahwa belum ada tanda tangan dan persetujuan final.'
'Saya akan mencatat tanggal dan pihak penerima.'
'Pastikan salinannya sama dengan berkas yang sudah kita periksa.'
Edwin menjawab bahwa semuanya akan dicocokkan sebelum dikirim. Evelyn mengucapkan terima kasih dan kembali membaca ringkasan kontrak. Gosip itu membuatnya tidak nyaman, tetapi ia tidak akan membiarkannya mengubah standar kerja yang ia pegang.
Ia menutup laptop. Gosip itu telah menjadi pertanyaan resmi, tetapi belum berubah menjadi keputusan. Untuk sementara, dewan menahan penilaian sambil memeriksa dokumen.