Pagi berikutnya, Edwin meminta Evelyn datang ke ruang arsip dokumen terbatas. Ia tidak membawa kesimpulan, hanya satu lembar cetakan dari catatan akses yang diterima melalui jalur pemeriksaan resmi.
'Ada aktivitas baru terkait berkas pengalihan saham,' katanya. 'Saya belum mengubah dokumen dan belum menyampaikan tuduhan kepada siapa pun.'
Evelyn memandang cetakan itu. 'Apa yang tercatat?'
'Sebuah email dikirim dari akun Emma untuk meminta proses administrasi atas dokumen pengalihan dilanjutkan. Catatan akses menunjukkan akun itu digunakan melalui perangkat yang terdaftar atas Daniel. Waktu dan identitas perangkat tercantum di sini.'
Evelyn membaca lembar tersebut perlahan. Tidak ada nama orang yang mengoperasikan perangkat, hanya catatan akun, perangkat, waktu, dan permintaan yang dikirim. Itu belum membuktikan siapa yang mengetik atau mengapa, tetapi untuk pertama kalinya ada bukti tertulis yang menghubungkan akun Emma dan perangkat Daniel dengan upaya menggerakkan dokumen saham.
'Apakah Bapak menyimpan salinan yang sama di tempat aman?' tanyanya.
'Ya. Ini salinan kerja untuk Anda sebagai pihak yang namanya tercantum dalam formulir. Penyimpanannya mengikuti izin yang diberikan pemeriksa. Berkas asli dan log tetap berada di penyimpanan terbatas. Saya juga mencatat jalur penerimaan dan waktu saya mencetaknya.'
'Jangan menambah kesimpulan. Catat saja apa yang benar-benar tampak.'
'Itu yang saya lakukan. Saya belum menghubungi Emma atau Daniel.'
Evelyn melipat lembar itu dengan hati-hati dan memasukkannya ke map pribadinya. Ia tidak tersenyum. Bukti itu bukan kemenangan; ia hanya menunjukkan bahwa mereka mencoba melanjutkan proses setelah ia menolak menandatangani.
'Apa emailnya sudah dijawab bagian administrasi?'
'Belum. Permintaan sedang ditahan sampai pemeriksaan dasar dokumen selesai. Tidak ada perubahan saham yang dilakukan.'
'Bagus. Pastikan tidak ada yang mengubah arsip atau log.'
Edwin mengangguk. 'Saya akan mempertahankan prosedur yang sama.'
Evelyn melihat lagi catatan itu. Ia tidak akan menunjukkan lembar tersebut kepada Daniel atau Emma. Belum. Ia ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana mereka akan menjelaskan permintaan itu jika ditanya melalui jalur yang benar.
'Apakah saya perlu memberi tahu bagian legal bahwa ada kemungkinan penyalahgunaan akun?' tanya Edwin.
'Jangan menyebutnya penyalahgunaan sebelum ada pemeriksaan. Laporkan aktivitasnya sesuai prosedur dan biarkan mereka menilai catatan itu.'
'Baik. Saya akan mengirim salinan melalui kanal terbatas, tanpa menambahkan nama pelaku.'
'Pastikan salinan yang saya pegang sama dengan salinan yang tersimpan.'
Edwin mengeluarkan daftar penerimaan dan meminta Evelyn memeriksa waktu cetak serta nomor permohonan. Ia mencocokkan keduanya dengan lembar yang diberikan. Semuanya sama. Ia tidak menandatangani catatan teknis Edwin, tetapi menuliskan waktu ia menerima salinan di catatan pribadinya.
'Kalau akun itu milik Emma, apakah dia akan langsung diberi tahu?' tanya Evelyn.
'Belum tentu. Saya akan mengikuti arahan bagian yang berwenang. Yang penting, tidak ada tindakan pada saham sebelum persetujuan dan pemeriksaan selesai.'
Evelyn mengangguk. Ia tidak meminta Edwin menyelidiki kehidupan pribadi siapa pun. Ia hanya ingin perusahaan menjaga dokumen yang menyangkut kepemilikan saham dan memastikan setiap langkah dapat ditelusuri.
'Terima kasih sudah memberi tahu saya sebelum ada perubahan,' katanya.
'Itu tanggung jawab saya.'
Edwin menutup map dan memastikan lembar asli tetap di tangannya. Evelyn menyimpan salinannya sendiri tanpa membawanya ke rapat. Ia tidak ingin catatan itu terlihat oleh orang lain sebelum proses resmi berjalan.
***
Setelah Edwin pergi, Evelyn kembali ke ruangannya. Ia menyimpan catatan akses di laci berkunci yang terpisah dari berkas kerja. Ia tidak memindainya ke folder bersama dan tidak mengirimkannya kepada siapa pun.
Beberapa menit kemudian Daniel muncul di pintu.
'Kamu sudah melihat permintaan baru dari bagian administrasi?' tanyanya.
Evelyn menatapnya. 'Permintaan apa?'
Daniel terlihat tidak siap dengan pertanyaan itu. 'Email yang dikirim Emma untuk menindaklanjuti formulir pengalihan saham. Mereka mungkin akan meminta persetujuanmu lagi.'
'Aku belum menerima apa pun. Kalau masuk, aku akan memeriksanya.'
'Kamu tidak perlu membuatnya rumit. Itu hanya tindak lanjut administrasi.'
'Aku akan membaca isi dan dasarnya sebelum memberi jawaban. Seperti sebelumnya.'
Daniel menarik napas. 'Baik. Aku cuma ingin kamu tahu.'
'Terima kasih sudah memberi tahu.'
Ia tidak bertanya dari perangkat siapa email itu dikirim. Daniel tampak menunggu pertanyaan lain, tetapi Evelyn kembali ke berkas di mejanya. Setelah beberapa saat, ia pergi tanpa menjelaskan lebih jauh.
Evelyn membuka laci setelah pintu tertutup dan memastikan catatan akses masih aman. Kini ia memiliki bukti tertulis pertama bahwa akun Emma dipakai dari perangkat Daniel untuk mendorong proses pengalihan saham. Ia belum tahu siapa yang menulis email itu atau apa rencana mereka selanjutnya.
Ia menyimpan lembar tersebut dan menutup laci. Untuk sekarang, ia akan membiarkan Daniel dan Emma mengira bahwa ia belum mengetahui apa-apa. Namun mulai hari itu, setiap langkah mereka akan meninggalkan jejak yang tidak mudah disangkal.
Tak lama kemudian, Edwin mengirim konfirmasi bahwa salinan log sudah disimpan melalui jalur terbatas. Evelyn membalas agar ia menunggu instruksi dari pihak pemeriksa dan tidak melakukan perubahan pada berkas saham.
Ia membaca catatan itu sekali lagi: akun Emma, perangkat Daniel, waktu pengiriman, dan permintaan agar proses administrasi dilanjutkan. Tidak ada bukti tentang siapa yang mengetik atau niat di balik pesan tersebut. Evelyn menjaga perbedaan itu tetap jelas dalam pikirannya.
Ketika Kennedi mengirim undangan rapat untuk pekan berikutnya, Evelyn mengonfirmasi kehadiran tanpa menyebut catatan akses. Ia tidak ingin membawa kecurigaan ke ruang rapat sebelum memiliki dasar yang cukup.
Sore menjelang, Daniel kembali melewati ruangannya dan bertanya apakah ia sudah membaca email administrasi.
'Belum ada yang masuk ke mejaku,' jawab Evelyn.
'Kalau mereka mengirimkan permintaan, kabari aku. Aku bisa menjelaskan konteksnya.'
'Aku akan membaca dokumennya dulu. Kalau ada yang perlu dijelaskan, aku akan bertanya lewat jalur resmi.'
Daniel mengangguk dan pergi. Evelyn tidak menutup pintu sampai langkahnya menjauh. Ia lalu memeriksa map terkunci sekali lagi dan memastikan lembar itu masih di tempatnya.
Hari itu ia tidak menghubungi Emma, Daniel, ataupun Marcus tentang catatan tersebut. Ia menyimpannya sebagai bukti pertama, bukan sebagai jawaban akhir. Ia belum tahu apa yang akan mereka lakukan berikutnya, tetapi sekarang ia bisa menilai tindakan mereka berdasarkan sesuatu yang tertulis dan dapat diperiksa.