Setibanya di rumah malam itu, Evelyn telah mengabari Andrew dan menerima balasannya sebelum beristirahat.
Senin setelah gala, Evelyn datang ke kantor lebih lambat dari biasanya. Ia memang mengaku sakit kepala pada malam gala dan membiarkan tubuhnya beristirahat. Gala berjalan sampai larut, tetapi Andrew mengirim pesan bahwa acara selesai tanpa masalah.
Evelyn membuka surel dan menemukan pesan singkat dari Marcus: 'Aku perlu bicara tentang sesuatu yang kulihat pada malam gala. Bisa bertemu sebentar?'
Ia membalas, 'Bisa. Datanglah ke ruanganku setelah rapat pagi.' Ia tidak bertanya lewat pesan. Jika ada hal penting, ia ingin mendengarnya langsung.
Edwin juga mengirim kabar bahwa log akses dokumen saham masih menunggu pemeriksaan. Evelyn membalas agar ia melanjutkan sesuai prosedur dan tidak mengaitkan pemeriksaan itu dengan acara gala.
***
Marcus datang setelah rapat pagi. Ia menutup pintu dan meletakkan ponsel di meja, tetapi tidak langsung menunjukkan layarnya.
'Apa yang terjadi pada malam gala?' tanya Evelyn.
'Setelah kamu pulang, aku melihat Daniel dan Emma meninggalkan aula bersama. Mereka menuju salah satu kamar hotel di lantai atas.'
Evelyn menjaga wajahnya tetap tenang. 'Kamu yakin itu mereka?'
'Aku melihat mereka jelas. Aku tidak mengikuti mereka ke dalam. Aku tetap di lorong dan mengambil satu foto saat mereka masuk.'
'Kenapa kamu memotretnya?'
Marcus menggeser ponselnya. 'Aku tahu kamu sedang menilai hubunganmu dengan Daniel. Aku tidak ingin memberi kabar berdasarkan dugaan. Aku mengambil foto supaya kamu bisa melihat sendiri apa yang kulihat. Kalau kamu tidak mau menyimpannya, aku akan menghapusnya.'
Evelyn melihat foto itu. Daniel berdiri di ambang pintu kamar yang terbuka, sementara Emma berada di sampingnya. Kartu akses tampak di tangan Daniel. Wajah mereka tidak menunjukkan kepanikan. Foto itu tidak memperlihatkan apa yang terjadi di dalam kamar, tetapi sesuai dengan keterangan Marcus bahwa mereka mendatangi kamar bersama; foto tunggal itu sendiri tidak memperlihatkan seluruh urutan masuk dan keluarnya.
Evelyn menarik napas perlahan. 'Kamu tidak mengambil foto lain?'
'Tidak. Aku tidak masuk dan tidak menunggu di depan pintu. Setelah foto ini, aku kembali ke aula.'
'Terima kasih sudah memberitahuku langsung.'
Marcus menatapnya penuh perhatian. 'Kamu mau aku menghapusnya?'
Evelyn memandangi gambar itu sekali lagi. Ada dorongan untuk mengirimkannya kepada Daniel dan menuntut jawaban. Ada juga bagian dirinya yang ingin menunjukkan kepada Emma bahwa ia sudah tahu. Namun rencana mereka belum selesai. Foto ini bukan bukti tentang semua hal, hanya satu bagian dari kebohongan yang mungkin masih mereka bangun.
'Jangan hapus dulu,' katanya. 'Tapi jangan tunjukkan kepada siapa pun.'
'Aku tidak akan melakukannya.'
'Kirimkan salinannya kepadaku, lalu hapus dari ponselmu. Aku akan menyimpannya dengan aman.'
Marcus mengangguk. Ia mengirim foto itu melalui saluran pribadi, lalu menunjukkan bahwa salinan di ponselnya telah dihapus. Evelyn menerima berkas tersebut dan memindahkannya ke folder terenkripsi yang hanya bisa ia akses.
'Kamu tidak akan bertanya pada Daniel?' tanya Marcus.
'Belum. Aku tidak mau menggunakan foto ini sebelum tahu apa yang harus kulakukan dengannya.'
'Aku mengerti.'
'Aku juga tidak ingin kamu terlibat lebih jauh. Kamu sudah membantu dengan memberitahuku.'
Marcus berdiri. 'Kalau suatu saat kamu butuh aku menjadi saksi atas apa yang kulihat, aku akan mengatakan yang sebenarnya.'
'Aku menghargai itu. Tapi untuk sekarang, biarkan semuanya tetap seperti ini.'
Marcus mengangguk dan keluar. Evelyn menunggu sampai pintu tertutup, lalu membuka foto itu sekali lagi. Ia tidak mengirimkannya kepada Daniel. Ia juga tidak mengubah sikapnya kepada Emma.
***
Menjelang siang, Daniel datang ke ruangannya. Ia terlihat lelah, tetapi berusaha tersenyum.
'Kamu sudah lebih baik?' tanyanya.
'Sudah. Terima kasih. Bagaimana gala setelah aku pulang?'
'Semuanya berjalan lancar. Emma membantu sampai acara selesai.'
Evelyn menatapnya. 'Kalian pulang bersama?'
Daniel berhenti sejenak. 'Tidak. Aku masih mengurus beberapa hal di hotel. Emma juga pulang belakangan.'
Jawaban itu tidak sepenuhnya menjelaskan apa yang ia lihat di foto, tetapi Evelyn tidak membukanya. Ia hanya mengangguk.
'Bagus kalau acaranya selesai tanpa masalah.'
Daniel menatapnya, menunggu pertanyaan lanjutan. Evelyn kembali memeriksa berkas di layar.
'Kamu tidak mau tahu detailnya?' tanyanya.
'Kalau ada laporan acara, kirimkan ke folder gala. Aku akan membacanya.'
Daniel tampak tidak nyaman dengan ketenangannya. 'Baik. Nanti aku kirim.'
Ia pergi membawa jawabannya sendiri. Evelyn membuka folder tempat foto disimpan, memastikan salinannya masih utuh, lalu menutupnya kembali. Ia belum akan menggunakan gambar itu. Kali ini, ia tidak akan membiarkan kemarahan menentukan langkah berikutnya.
Sebelum menutup komputer, ia membuat catatan terpisah untuk dirinya sendiri. Ia menulis waktu foto diterima, siapa yang mengirimkannya, dan apa yang benar-benar terlihat: Daniel dan Emma berada di ambang pintu kamar setelah meninggalkan aula. Ia sengaja tidak menulis dugaan tentang apa yang mereka lakukan di dalam. Gambar itu hanya menunjukkan pintu dan dua orang di ambangnya; selebihnya belum ia ketahui.
Ia menyimpan catatan dan berkas dalam folder dengan akses terbatas. Tidak ada salinan yang masuk ke surel perusahaan atau folder bersama. Evelyn kemudian memeriksa riwayat pengiriman untuk memastikan berkas hanya diterima dari Marcus dan tidak diteruskan kepada siapa pun.
Setelah yakin, ia menutup aplikasi. Foto itu tidak mengubah rencana kerjanya hari ini, dan ia tidak akan menanyai Emma hanya untuk melihat bagaimana perempuan itu bereaksi. Jika ia ingin memahami kebohongan Daniel, ia harus bersabar dan mengumpulkan hal-hal yang dapat ia pastikan.
Evelyn menelepon Kennedi untuk mengucapkan terima kasih karena mengambil alih tugas tuan rumah setelah ia pergi. Kennedi menjawab bahwa acara berakhir baik dan tidak ada tamu yang mengeluhkan kepergiannya.
'Aku juga berterima kasih karena kamu tidak memaksakan diri,' kata Kennedi. 'Kamu sudah menjalankan bagianmu.'
'Bagaimana dengan materi kerja sama?'
'Marcus sempat membicarakannya sebentar dengan tim keuangan. Semua catatan akan kukirim ke folder acara.'
Evelyn mencatat hal itu. Ia tidak ingin foto pribadi mencampuri agenda perusahaan. Pertemuan bisnis sudah berlangsung sebagaimana dijadwalkan, dan laporan resminya akan menjadi bagian terpisah.
Ketika percakapan berakhir, ia melirik foto sekali lagi, lalu mengunci folder. Ia menyimpan bukti itu untuk dirinya sendiri, bukan sebagai ancaman kepada Daniel. Belum ada keputusan yang dibuat, dan ia tidak akan membiarkan gambar tersebut berbicara lebih banyak daripada yang benar-benar ditunjukkannya.