Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Arnie khan
Aurelia Adhisti tahu dirinya bukan gadis yang akan dipilih oleh pria paling tampan di kampus. Dengan tubuh gemuk, kacamata tebal, dan penampilan yang sering menjadi bahan ejekan, Aurelia terbiasa menghadapi tatapan merendahkan. Namun, di balik penampilannya, ia adalah mahasiswi jenius yang kecerdasannya mampu membuat siapa pun tak berkutik. Ia tidak pernah membiarkan para pembully menang, sekalipun hatinya diam-diam menyimpan luka. Sayangnya, ada satu hal yang tidak bisa ia lawan dengan kecerdasan: perasaannya sendiri. Aurelia jatuh cinta kepada Nathaniel Atmadja, pria populer yang nyaris sempurna. Tampan, kaya, dan menjadi idola para mahasiswi, Nathaniel adalah sosok yang seharusnya hanya bisa Aurelia kagumi dari kejauhan. Namun, ketika Aurelia memberanikan diri menyatakan cinta, Nathaniel justru menerimanya. Aurelia tidak pernah tahu bahwa penerimaan itu berawal dari sebuah taruhan kejam. Teman-teman Nathaniel ingin menjadikannya bahan lelucon, membuktikan bahwa seorang gadis seperti Aurelia tidak pantas menjadi kekasih pria seperti Nathaniel. Mereka berencana mempermalukannya di depan banyak orang setelah hubungan mereka berakhir. Nathaniel awalnya hanya berniat mengikuti permainan itu. Namun, tiga bulan bersama Aurelia mengubah segalanya. Di balik senyum canggung dan kecerdasannya yang luar biasa, Nathaniel menemukan seorang gadis yang tulus, hangat, dan mampu membuatnya merasa dicintai tanpa harus berpura-pura menjadi sempurna. Untuk pertama kalinya, ia merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang maupun status keluarganya. Tanpa sadar, permainan itu berubah menjadi cinta yang sesungguhnya. Sayangnya, ketika Nathaniel akhirnya menyadari betapa besar perasaannya kepada Aurelia, semuanya sudah terlambat. Malam sebelum rencana penghinaan itu dilaksanakan, Aurelia mendengar percakapan yang menghancurkan dunianya. Ia mengetahui bahwa hubungan yang selama ini dianggapnya sebagai keajaiban ternyata berawal dari taruhan. Belum sempat Nathaniel menjelaskan atau meminta maaf, Aurelia menghilang.