~NOW~
Teguh mengirim sebuah amplop yang ditemukan saat membersihkan rumah ibunya. Surat itu ditulis Bayu sembilan tahun lalu di Medan, ditujukan kepada Melody, tetapi tidak pernah dikirim. Bayu pernah menitipkan barang kepada Teguh saat pindah kantor dan melupakannya.
Teguh menghubungi Bayu lebih dulu. Bayu meminta surat dikirim kepadanya, bukan langsung kepada Melody. Hak menentukan apakah membuka tetap perlu dibicarakan.
Amplop sudah menguning. Di depan tertulis nama Melody dan alamat kos lama. Bayu tidak membukanya. Dia membawa ke terapi dan mengakui rasa ingin tahu.
'Surat itu ditulis oleh saya yang dulu,' katanya. 'Mungkin isinya pembelaan.'
Terapis menanyakan tujuan membaca. Jika untuk memahami diri, dia dapat membuka sendiri. Jika ingin menjadikannya bukti cinta kepada Melody, risikonya menghidupkan legenda lama.
Bayu memberi tahu Melody tentang surat tersebut. Melody langsung ingin membaca, lalu meminta waktu. Mereka sepakat menyimpan satu minggu.
Pada hari yang ditentukan, Melody memilih membuka bersama Bayu. Isi surat menceritakan kesulitan hidup di Medan, cicilan rumah, kerinduan, dan harapan Melody menghubungi lebih dulu. Ada kalimat menyalahkan: jika kamu benar-benar memilihku, kamu pasti mencariku.
Melody berhenti membaca.
'Aku dulu akan menganggap ini romantis,' katanya.
'Sekarang?'
'Aku melihat kamu meminta aku membuktikan cinta sementara kamu sendiri menyembunyikan alamat.'
Bayu mengangguk. Surat itu juga berisi janji akan kembali setelah sukses, seolah kehidupan dapat ditunda sampai dia merasa layak. Tidak ada pengakuan bahwa Melody berhak memilih waktu.
Di bagian akhir, Bayu menulis dirinya membeli rumah untuk mereka. Melody menangis bukan karena ingin kembali ke sana, melainkan untuk dua orang muda yang tidak memiliki bahasa lebih baik.
'Kenapa nggak dikirim?'
'Malu. Takut kamu sudah nggak peduli. Dan mungkin aku ingin tetap jadi pihak yang ditinggalkan.'
Mereka memutuskan tidak menyimpan surat di album pernikahan. Melody meminta salinan digital untuk arsip pribadinya; Bayu menyetujui karena surat memang ditujukan kepadanya. Dokumen asli tetap pada Bayu sebagai penulis.
Jasmine mengetahui adanya surat dari Lody yang mendengar percakapan telepon. Dia meminta Bayu memastikan anak tidak terlibat. Bayu menjelaskan kepada Lody bahwa itu surat lama orang dewasa dan bukan alasan pernikahan siapa pun.
Arkan juga mendengar dari Levi. Melody memberi tahu singkat agar tidak ada rahasia yang berkembang melalui anak. Arkan mengatakan dia tidak ingin membaca atau membahas.
'Itu bukan lagi urusanku,' katanya.
Melody menghormati. Dia tidak memakai surat untuk membuktikan Bayu selalu mencintainya selama pernikahan dengan Arkan.
Teguh meminta maaf karena baru menemukan. Bayu mengatakan tidak ada yang harus dimaafkan. Bahkan jika surat terkirim dahulu, hasilnya tidak dapat diketahui. Mereka berhenti membuat satu benda sebagai mesin waktu.
Melody menyimpan salinan dalam folder bernama Then, bukan sekarang. Beberapa minggu pertama dia membacanya berulang. Terapis menanyakan apa yang dicari. Melody mengaku ingin merasakan intensitas lama. Dia lalu menetapkan tidak membuka selama tiga bulan.
Bayu menulis surat baru, kali ini untuk dirinya sendiri. Isinya bukan janji atau penjelasan kepada Melody. Dia mencatat pola diam, gengsi, dan cara keberhasilan dijadikan syarat cinta. Surat itu dibawa ke terapi lalu disimpan.
Surat dari Medan tidak mengubah pernikahan mereka. Ia tidak membuktikan takdir atau menghapus kerusakan. Justru ia memperlihatkan Bayu muda dengan segala kerinduan dan ketidakadilan. Melody boleh menyayangi orang itu tanpa membenarkan caranya.
Pada suatu malam, Melody bertanya apakah Bayu menyesal surat tidak terkirim. Bayu berpikir lama.
'Aku menyesal nggak bicara. Tapi aku nggak tahu apakah surat itu akan menyelamatkan kita. Mungkin cuma membuat kita bertengkar lewat kertas.'
Mereka tertawa kecil. Masa lalu tetap memiliki halaman, tetapi bukan pena. Surat itu akhirnya menjadi yang seharusnya: sebuah kenangan, bukan perintah bagi kehidupan sekarang.
Surat itu juga memicu percakapan tentang arsip digital. Bayu masih memiliki foto lama Melody pada beberapa cadangan. Sebagian diambil saat mereka berpacaran dan wajar menjadi kenangan, tetapi beberapa terlalu pribadi untuk disimpan tanpa persetujuan sekarang.
Mereka meninjau bersama daftar, bukan setiap gambar di depan pasangan. Melody meminta foto tertentu dihapus permanen. Bayu melakukannya dan menunjukkan proses penghapusan cadangan. Foto umum tetap disimpan dalam folder privat, tidak dibagikan kepada anak atau media sosial.
Melody pun memiliki pesan lama. Dia menghapus tangkapan layar yang dahulu dipakai menghidupkan kerinduan dan menyimpan beberapa foto kegiatan sebagai arsip. Hak terhadap gambar serta pesan dibicarakan, bukan diasumsikan karena mereka kini menikah.
Teguh menyebut masih punya foto kelompok dengan Bayu dan Melody. Mereka tidak meminta dia menghapus sejarah miliknya, tetapi memohon tidak mengunggah tanpa izin. Teguh setuju.
Ketika memoar kecil komunitas kantor lama direncanakan, panitia ingin memakai kisah Bayu membeli rumah untuk kekasih. Bayu menolak narasi tersebut. Rumah dibeli dengan harapan dan asumsi, lalu menjadi beban. Dia mengizinkan data karier, bukan detail Melody.
Melody bertanya mengapa surat baru ditemukan setelah mereka menikah. Kecurigaan sesaat muncul bahwa Teguh sengaja menyimpan untuk membuat kejutan. Teguh menunjukkan kotak lama dan tanggal penemuan. Melody meminta maaf telah menuduh dalam hati, meski belum mengatakannya keras.
Bayu mengingatkan kecurigaan tidak menjadi pelanggaran sampai dipakai menghukum tanpa bukti. Mereka membahas mengapa benda lama mudah membuat keduanya kembali berpikir seperti orang muda.
Pada ulang tahun hubungan, Melody tidak membaca surat lama. Dia dan Bayu menulis satu catatan pendek tentang tahun berjalan: konflik yang selesai, keputusan anak, dan satu hal yang ingin diperbaiki. Catatan disimpan bersama, tetapi setiap orang boleh meminta berhenti kapan saja.
Medan tidak lagi menjadi kota tempat hidup mereka membeku. Bayu mengunjunginya untuk pekerjaan setahun kemudian dan memberi tahu jadwal. Melody tidak ikut demi mengejar kenangan. Bayu bertemu rekan lama, melihat kantor yang berubah, dan pulang sesuai rencana.
Dia membawa oleh-oleh makanan, bukan simbol cinta. Surat yang tidak terkirim tetap berada di arsip. Kini komunikasi mereka bergerak melalui pesan yang benar-benar dikirim, diterima, dan dijawab.