~NOW~
Penasihat keluarga menyarankan Bayu dan Melody mencoba rutinitas rumah bersama tanpa langsung memindahkan semua barang. Mereka menyewa rumah tiga kamar dekat sekolah selama enam bulan. Rumah Melody serta apartemen Bayu tetap dipertahankan.
Anak-anak tidak langsung menginap bersamaan. Bulan pertama, Bayu dan Melody tinggal bergantian pada hari tanpa anak. Mereka menguji perjalanan kerja, belanja, kebersihan, dan ruang pribadi.
Bayu suka rumah rapi dan mematikan lampu setiap meninggalkan ruang. Melody bekerja dengan dokumen tersebar dan sering lupa menutup lemari. Dalam minggu pertama, Bayu membereskan kertas tanpa bertanya. Melody marah karena urutan kerjanya hilang.
'Aku cuma merapikan,' kata Bayu.
'Rapi menurut kamu bukan izin memindahkan barangku.'
Mereka membagi ruang kerja. Meja Melody boleh berantakan selama tidak meluas ke area bersama. Bayu mendapat lemari dokumen sendiri. Kebersihan umum dibuat jadwal dan sebagian memakai jasa profesional yang dibayar proporsional.
Masalah berikutnya makanan. Bayu terbiasa hemat dan menghabiskan sisa; Melody mudah memesan baru. Mereka menyusun menu fleksibel, anggaran, serta satu hari menghabiskan bahan. Tidak ada yang menjadikan kebiasaan kelas ekonomi sebagai ukuran moral.
Pada bulan kedua, Levi menginap satu malam ketika Bayu tidak memiliki jadwal Lody. Dia memilih kamar menghadap halaman. Arkan mengantar dan masuk sebentar setelah diundang untuk melihat keamanan, bukan memeriksa hubungan mantan istri.
Levi kesulitan tidur. Melody menemaninya sampai tenang, sementara Bayu tetap di ruang lain. Pagi hari Bayu membuat sarapan dan tidak memaksa percakapan. Levi mengatakan rumahnya lumayan, pujian tertinggi yang mampu dia beri.
Lody mencoba minggu berikutnya. Jasmine mengantar dan memastikan obat alergi tersimpan. Kamar Lody berbeda, tanpa benda dari nama atau kenangan Bayu-Melody. Lody memilih seprai sendiri.
Ketika dua anak akhirnya menginap bersamaan, mereka berebut kamar yang memiliki jendela lebih besar. Orang dewasa tidak memilih berdasarkan anak kandung siapa. Mereka mengukur, menemukan luas hampir sama, lalu mengundi pilihan pertama dengan aturan dapat ditinjau tiga bulan.
Lody menang dan Levi marah. Arkan mendengar lalu menolak campur tangan selama aturan adil. Melody menahan dorongan memberi Levi kompensasi mahal. Mereka membantu anak menata kamar lain agar nyaman.
Ruang pasangan pun punya pintu yang wajib diketuk. Anak boleh datang saat darurat, tetapi tidak masuk tanpa jawaban. Sebaliknya Bayu dan Melody mengetuk kamar anak. Aturan berlaku bagi semua.
Kalender dua rumah tetap berjalan. Rumah sewa bukan alamat utama anak sampai keputusan hukum diperbarui. Bayu dan Melody tidak memindahkan jadwal agar lebih sering memiliki kedua anak sekaligus. Waktu masing-masing dengan orang tua kandung tetap dijaga.
Pada bulan keempat, konflik besar terjadi saat Melody mengundang Luthfi makan tanpa bertanya. Bayu pulang lelah dan mendapati keluarga Khawas memenuhi ruang. Dia merasa rumah kembali menjadi wilayah keluarga Melody.
Bayu meminta jeda di kamar, bukan pergi. Setelah tamu pulang, dia menjelaskan.
'Aku butuh rumah ini menjadi rumah kita, bukan cabang rumah abangmu.'
Melody mengakui salah. Mereka menetapkan tamu keluarga perlu persetujuan, kecuali keadaan darurat. Bayu juga tidak boleh mengundang ibunya menginap tanpa bicara.
Sebulan kemudian ibu Bayu memang perlu tinggal karena kontrol medis. Melody setuju tiga malam. Ibu Bayu beberapa kali mengomentari cara Melody menyimpan dapur. Bayu yang menegaskan aturan rumah, tidak membiarkan Melody menghadapi sendirian.
Percobaan enam bulan tidak menunjukkan kehidupan sempurna. Ada tagihan terlambat, toilet rusak, dua anak bertengkar, dan malam ketika Bayu tidur di kamar tamu karena butuh ruang. Namun tidak ada yang menghilang atau mengancam mengakhiri hubungan setiap konflik.
Pada evaluasi akhir, anak diberi kesempatan menyebut pengalaman. Levi ingin lebih banyak waktu hanya dengan Mommy. Lody ingin tidak selalu berbagi akhir pekan dengan Levi. Jadwal rumah bersama disesuaikan agar tidak menghapus hubungan satu lawan satu.
Bayu serta Melody memutuskan memperpanjang sewa, bukan membeli. Rumah bersama terbukti mungkin, tetapi mereka belum perlu mengikat modal besar. Mereka mempertahankan rumah Melody sebagai aset dan apartemen Bayu sampai setelah pernikahan.
Percobaan rumah tidak menjadi audisi bagi Melody sebagai istri atau Bayu sebagai kepala keluarga. Ia memperlihatkan kebiasaan yang tidak muncul saat kencan. Cinta tidak menyelesaikan lemari terbuka atau tamu mendadak. Yang membuat rumah layak dihuni adalah aturan dapat dibicarakan, pintu dapat ditutup, dan setiap orang tetap memiliki tempat lain untuk pulang tanpa digunakan sebagai ancaman.
Percobaan rumah juga menguji penyakit. Melody terkena demam berdarah ringan dan harus dirawat. Bayu ingin mengurus seluruhnya, tetapi jadwal Lody tetap berjalan. Jasmine mengambil satu hari tambahan setelah diminta, bukan diasumsikan. Arkan membawa Levi menjenguk hanya setelah dokter mengizinkan.
Melody memilih Luthfi sebagai kontak cadangan karena Bayu harus bekerja beberapa jam. Bayu sempat merasa posisinya dikurangi. Dia kemudian sadar jaringan perawatan bukan peringkat cinta. Luthfi mengenal riwayat medis adiknya dan dapat membantu.
Sepulang rumah sakit, Melody membutuhkan istirahat. Bayu mengelola obat serta makanan, tetapi tidak mengambil keputusan usaha. Jinan menerima instruksi langsung dari Melody pada waktu terbatas. Bayu tidak membaca pesan kerja tanpa izin.
Ketika Bayu kelelahan, dia mengatakan perlu satu malam di apartemen. Melody takut ditinggalkan saat sakit, namun tidak menahan. Sagara dan petugas perawatan datang sesuai jadwal. Bayu kembali pagi hari seperti dijanjikan.
Pengalaman itu membuat mereka memasukkan biaya perawatan dan dukungan darurat ke anggaran rumah. Mereka mencatat kontak orang yang bersedia membantu, bukan menganggap pasangan harus mampu menanggung semua.
Pada bulan terakhir, rumah sewa mengalami kebocoran besar. Pemilik lambat merespons dan Bayu ingin memperbaiki dengan uang sendiri. Melody meminta kontrak diperiksa. Ternyata perbaikan tanggung jawab pemilik. Mereka mengirim pemberitahuan resmi dan menginap dua malam di tempat masing-masing.
Perpisahan sementara itu tidak terasa sebagai ancaman. Bayu berada di apartemen bersama Lody, Melody di rumah lama bersama Levi. Mereka tetap berbicara dan bertemu setelah perbaikan.
Saat kembali, kedua anak mengatakan senang memiliki rumah lama yang belum hilang. Bayu serta Melody memutuskan tidak menjual aset setidaknya dua tahun setelah pernikahan. Transisi tidak perlu memusnahkan semua pintu lama untuk membuktikan rumah baru serius.
Evaluasi akhir mencatat bukan hanya apakah mereka cocok, tetapi siapa melakukan kerja tak terlihat. Melody lebih sering mengingat kebutuhan anak dan jadwal keluarga. Bayu mengambil alih kalender bersama serta komunikasi logistik agar beban tidak terus berada padanya. Percobaan rumah berhasil bukan karena mereka tahan tinggal enam bulan, melainkan karena kekurangan yang terlihat diubah menjadi pembagian nyata.