~NOW~
Hubungan Bayu dan Melody memasuki tahun kedua ketika mereka mengadakan makan bersama pertama dengan Levi serta Lody. Bukan makan keluarga besar, hanya empat orang di restoran yang dipilih anak-anak karena memiliki akuarium besar.
Arkan dan Jasmine mengetahui jadwal. Keduanya menyetujui anak pulang sesuai waktu biasa. Bayu serta Melody tidak menambah acara menginap atau perjalanan.
Levi duduk di sebelah Melody, sedangkan Lody memilih dekat Bayu. Susunan itu dibiarkan. Bayu tidak meminta anak-anak duduk bersama agar dirinya dapat berada di samping Melody.
'Om Bayu sekarang pacar Mommy?' tanya Levi sebelum makanan datang.
'Iya,' jawab Melody.
'Kalau menikah, Om tinggal di rumah kita?'
'Belum ada rencana menikah,' kata Bayu. 'Kalau suatu hari dibahas, kalian diberi tahu sebelum keputusan tempat tinggal.'
Lody menyela bahwa dia ingin kamar di rumah Melody. Levi langsung mengatakan rumah itu miliknya. Ketegangan muncul dari satu kalimat anak.
'Rumah Mommy bukan hadiah untuk siapa yang paling dulu ada,' ujar Melody. 'Tapi Lody juga nggak otomatis punya kamar di sana. Semua perubahan perlu dibicarakan.'
Lody merajuk. Bayu tidak menyuruh Melody mengalah. Dia membantu putrinya menamai perasaan: ingin merasa termasuk tetapi takut tidak punya tempat. Levi pun mengaku takut barangnya diambil.
Makan malam dilanjutkan setelah keduanya tenang. Mereka tidak memaksa anak berbagi makanan. Bayu dan Melody membayar bagian masing-masing serta kebutuhan anaknya, pengaturan yang terlihat kaku namun mencegah asumsi.
Di akhir acara, Lody ingin ikut mobil Melody. Jadwal mengatakan dia pulang bersama Bayu. Bayu mempertahankan jadwal meski anak menangis. Melody tidak menawarkan pengecualian demi terlihat menyenangkan.
Malam berikutnya, Arkan bertanya kepada Levi bagaimana makan malamnya. Levi menceritakan soal kamar. Arkan tidak menanamkan ketakutan bahwa rumah akan direbut. Dia mengatakan barang serta ruang Levi akan dibicarakan jika ada perubahan.
Jasmine mendengar cerita serupa. Dia mengingatkan Lody bahwa memiliki tempat di hidup Ayah tidak harus berarti memiliki kamar di semua rumah yang dikunjungi. Mereka membuat daftar benda yang membuat Lody nyaman saat bepergian: boneka, buku, dan lampu kecil.
Pertemuan kedua dilakukan dua bulan kemudian di rumah Melody pada siang hari. Bayu datang sebagai tamu dan mengetuk. Lody membawa tas kenyamanan. Levi menunjukkan kamar setelah memilih sendiri, tetapi tidak mengizinkan Lody membuka lemari. Batas itu dihormati.
Melody memasak bersama anak-anak. Karena alergi cokelat, dia membuat puding buah. Lody ingin puding cokelat seperti yang disukai Levi. Melody menyediakan bahan terpisah dan meminta Bayu mengawasi agar tidak tercampur.
Bayu dahulu membayangkan rumah itu akan langsung terasa sebagai kehidupan yang hilang. Kenyataannya lebih ramai, penuh aturan, dan tidak ada satu tempat baginya menyimpan pakaian. Justru hal tersebut sehat. Dia bukan penghuni hanya karena dicintai pemilik rumah.
Setelah makan, Levi dan Lody bertengkar soal permainan. Bayu hampir menegur Levi dengan nada ayah. Melody mengangkat tangan, tanda yang sudah mereka sepakati. Dia menangani putranya, Bayu menangani Lody. Kemudian mereka mempertemukan anak untuk menyelesaikan.
'Om Bayu pilih kasih,' kata Levi karena Bayu meminta Lody mengembalikan mainan tetapi tidak menghukum lebih lanjut.
'Om bertanggung jawab pada Lody. Mommy yang bicara dengan kamu,' jawab Bayu.
Melody menegaskan aturan rumah tanpa menggunakan Bayu sebagai ancaman. Setelah anak-anak berdamai, kegiatan berakhir sesuai jadwal.
Pertemuan-pertemuan berikut tidak selalu di rumah Melody. Mereka bergantian di apartemen Bayu, taman, dan tempat umum. Di apartemen, Levi tidur siang di kamar tamu yang biasanya milik Lody. Lody awalnya menolak, lalu Bayu menyediakan seprai berbeda dan meminta persetujuannya. Ruang anak bukan otomatis milik tamu.
Enam bulan kemudian, mereka mencoba perjalanan sehari ke Bogor tanpa menginap. Rencana dibagikan kepada Arkan dan Jasmine. Setiap anak membawa kontak darurat, obat, serta uang kecil. Bayu dan Melody tidak menyebutnya latihan menjadi keluarga.
Di kebun raya hujan turun. Levi tertawa, Lody menangis karena sepatunya basah, dan Melody mulai kesal. Bayu mengajak semua berteduh tanpa menyalahkan. Mereka membeli sandal sederhana dan memangkas rencana.
Foto perjalanan tidak diunggah. Anak-anak boleh memilih mana yang dikirim kepada orang tua lain. Levi mengirim fotonya bersama pohon kepada Arkan; Lody mengirim video hujan kepada Jasmine.
Meja makan yang berbeda tidak berubah menjadi satu meja besar dalam semalam. Ada kursi milik orang tua kandung, pasangan baru, dan anak yang masih mencari tempat. Bayu serta Melody berhenti mengejar gambar utuh. Mereka membangun pertemuan satu demi satu, membiarkan setiap orang datang tanpa kehilangan alamat asalnya.
Kegiatan bersama juga menuntut aturan uang. Bayu pernah membayar seluruh tiket dan makanan, lalu Levi merasa harus berterima kasih lebih banyak kepadanya. Melody mengembalikan bagian Levi dan dirinya. Mereka kemudian membuat anggaran sebelum pergi agar kemurahan tidak berubah menjadi cara membeli penerimaan.
Saat ulang tahun Melody, Lody ingin memberi hadiah mahal menggunakan uang Bayu. Bayu membatasi jumlah dan membantu membuat bingkai foto sederhana. Levi memilih membuat kartu sendiri. Hadiah tidak dijadikan kompetisi siapa paling menyayangi pasangan orang tua.
Mereka juga mengadakan pertemuan singkat dengan Arkan serta Jasmine setiap tiga bulan. Bukan rapat hubungan, hanya evaluasi dampak pada anak: tidur, sekolah, perubahan emosi, dan batas rumah. Damar hadir pada bagian yang relevan setelah hubungannya dengan Jasmine stabil.
Pada pertemuan pertama, Arkan mengatakan Levi merasa waktu bersama Mommy berkurang ketika Bayu datang. Melody memeriksa kalender dan menemukan dua kegiatan rutinnya memang tergeser. Dia mengembalikan satu malam khusus dengan Levi tanpa Bayu. Bayu tidak menganggapnya mundur.
Jasmine menyampaikan Lody terlalu sering membicarakan rencana tinggal bersama sebelum ada keputusan. Bayu serta Melody berhenti menggunakan kalimat suatu hari secara sembarangan. Bagi anak, kemungkinan terdengar seperti janji.
Di rumah Melody, Levi akhirnya menawarkan satu laci tamu untuk barang Lody. Lody menerimanya dan menempel label yang dapat dilepas. Dia tidak memperoleh kamar, tetapi punya tempat kecil yang diberikan anak pemilik ruang, bukan direbut orang dewasa.
Di apartemen Bayu, Lody mengizinkan Levi menyimpan satu buku di rak tamu. Pertukaran itu tidak dipuji sebagai bukti mereka sudah menjadi saudara. Anak-anak tetap teman yang sedang belajar berbagi ruang.
Meja makan bersama perlahan terasa lebih biasa. Kadang percakapan membosankan, makanan tidak disukai, dan salah satu anak memilih tidak datang. Keberhasilan bukan semua orang selalu bahagia. Keberhasilan adalah tidak ada orang yang dipaksa kehilangan kursinya agar gambar keluarga baru tampak lengkap.