~NOW~
Setahun setelah kencan pertama, Bayu mengajak Melody mendatangi kolam pemancingan lama. Tempat itu masih ada, tetapi sebagian lahan berubah menjadi restoran modern. Melody sempat menolak karena tidak ingin hubungan mereka hidup dari kunjungan ke museum kenangan.
'Kita datang sekali untuk melihat apakah tempatnya masih menguasai kita,' kata Bayu. 'Kalau kamu nggak mau, nggak perlu.'
Melody akhirnya setuju. Mereka pergi saat anak bersama orang tua masing-masing. Bayu membawa mobil sendiri, bukan menyopiri kendaraan Melody seperti dulu.
Kolam terlihat lebih kecil. Tempat lesehan sudah berganti kursi plastik. Harga memancing naik tiga kali lipat. Melody tertawa ketika Bayu gagal mendapat ikan selama satu jam.
'Dulu A'a langsung dapat dua.'
Panggilan itu keluar tanpa direncanakan. Keduanya terdiam.
'Kamu nyaman?' tanya Bayu.
Melody mencoba mengulang dalam hati. Panggilan tersebut tidak lagi terasa sebagai milik gadis dua puluh tiga tahun saja.
'Aku nyaman. Tapi jangan anggap ini berarti semuanya kembali.'
'Aku nggak akan.'
Bayu akhirnya mendapat ikan kecil dan melepaskannya kembali. Melody tidak protes soal pemilik kolam rugi seperti dulu. Mereka memesan makanan dari dapur, bukan hasil pancing.
Sambil menunggu, Bayu menunjukkan surat yang ditulis selama masa jeda. Dia tidak menyerahkan sebelum meminta apakah Melody ingin membaca. Surat itu berisi permintaan maaf, bukan pembelaan. Bayu mengakui kepergiannya, pernikahan tanpa kejujuran, nama Lody, serta pertemuan rahasia.
'Aku nggak butuh kamu menjawab hari ini,' katanya.
Melody membaca perlahan. Tidak ada kalimat semesta memisahkan atau kita seharusnya bersama. Tanggung jawab diletakkan pada pilihan manusia.
Melody membawa suratnya sendiri. Dia mengakui menggunakan Arkan sebagai perlindungan dari patah hati, membiarkan suaminya menunggu cinta, dan mendekati Lody sebagian karena ingin bertemu Bayu. Dia juga meminta maaf pada dirinya yang dahulu karena menganggap menunggu diam sebagai bentuk kesetiaan.
Mereka tidak bertukar surat untuk disimpan. Setelah membaca keras bagian yang dipilih, masing-masing membawa pulang miliknya. Pengakuan tidak otomatis menjadi milik pasangan.
'Aku masih cinta kamu,' kata Bayu.
'Aku juga cinta. Tapi bukan cinta yang sama seperti dulu.'
'Apa itu buruk?'
'Justru mungkin satu-satunya cara kita punya kesempatan.'
Cinta lama mereka penuh proyeksi. Bayu mencintai Melody sebagai masa depan yang akan membuktikan keberhasilannya. Melody mencintai Bayu sebagai tempat lari dari keluarga yang mengatur. Perasaan itu sungguh, tetapi menanggung tugas yang terlalu besar.
Kini Bayu tahu Melody dapat keras, tidak selalu manja, dan tidak ingin diselamatkan. Melody tahu Bayu bukan laki-laki tenang tanpa ketakutan; diamnya dapat melukai jika tidak dijelaskan. Mereka menyukai sebagian perubahan dan masih harus belajar menghadapi bagian yang sulit.
Melody bertanya apakah Bayu ingin menikah lagi. Bayu mengatakan mungkin suatu hari, tetapi tidak sebagai bukti keseriusan segera. Dia ingin hubungan diuji dalam waktu, konflik, keluarga, dan kehidupan biasa.
'Aku juga belum siap,' jawab Melody. 'Levi baru mulai menerima kamu. Lody juga sedang menata hubungan dengan Damar.'
Bayu tidak menunjukkan cemburu mendengar Damar. Jasmine telah memperkenalkannya secara bertahap dan hubungan mereka stabil. Lody tetap memanggil nama, bukan Ayah.
Sepulang dari kolam, Melody mengajak Bayu mampir ke kafe. Sagara sudah pulang dan tempat hampir tutup. Mereka membantu staf mengangkat kursi tanpa mengubahnya menjadi adegan mesra. Bayu mencuci dua gelas; Melody menutup kas.
'Besok aku ada rapat pagi,' kata Melody.
'Aku juga antar Lody kontrol belajar.'
Mereka tidak memperpanjang malam. Di parkiran Bayu bertanya apakah boleh mencium kening. Melody mengatakan belum. Dia menawarkan pelukan. Bayu menerima dan berhenti ketika Melody melepas.
Beberapa hari kemudian Melody yang lebih dulu meminta menggenggam tangan saat berjalan. Kedekatan dibangun dari pertanyaan, bukan membaca pikiran. Tidak selalu puitis; kadang mereka tertawa karena terlalu formal.
Hubungan mereka diumumkan hanya kepada keluarga dekat setelah satu tahun. Luthfi tidak memberi pesta. Ibu Bayu menangis bahagia, lalu diingatkan jangan menyebut Jasmine sebagai jalan yang salah. Arkan dan Jasmine menerima kabar singkat melalui jalur pengasuhan sebelum anak mendengar keluarga lain.
Bayu serta Melody tidak menyebut diri mereka pasangan yang akhirnya dipersatukan takdir. Mereka pernah saling meninggalkan, melukai orang lain, belajar, dan memilih lagi setelah semua pihak memperoleh kebebasan. Cinta sekarang tidak menghapus cinta dulu, tetapi juga tidak tunduk padanya.
Saat malam, Melody mengirim pesan sederhana.
'Sampai rumah?'
'Sudah. Kamu?'
'Sudah.'
Tidak ada pesan dibiarkan menjadi ujian. Tidak ada yang harus menebak apakah diam berarti penolakan. Bukan cinta yang sama, pikir Melody sebelum tidur. Cinta yang ini lebih kecil dari legenda dalam kepalanya, tetapi lebih nyata karena dua orang di dalamnya akhirnya berani terlihat sebagaimana adanya.
Hubungan mereka juga diuji oleh perhatian publik kecil. Seorang pelanggan mengenali Melody dan Bayu dari komunitas sekolah lalu mengunggah foto keduanya bergandengan. Unggahan menyebut mereka cinta lama yang akhirnya menang. Melody meminta foto diturunkan karena diambil tanpa izin dan narasinya merugikan keluarga.
Pemilik akun meminta maaf, tetapi tangkapan layar sudah menyebar ke grup keluarga. Ibu Bayu mengirim banyak simbol hati. Ana memakai foto itu untuk mengatakan perceraian Melody telah direncanakan. Luthfi menghentikan penyebaran di keluarga dan meminta semua orang tidak menghubungi anak.
Bayu ingin membuat pernyataan panjang. Melody menolak bereaksi saat emosi tinggi. Mereka menyusun kalimat bersama: hubungan dimulai setelah kedua perceraian selesai dan privasi anak serta mantan pasangan harus dihormati. Tidak ada kisah detail yang dipakai membersihkan nama mereka.
Jasmine serta Arkan menerima salinan sebelum dikirim kepada grup sekolah. Keduanya mengoreksi satu frasa yang terdengar seolah semua pihak telah memberi restu. Bayu dan Melody menggantinya. Transparansi tidak berarti mantan pasangan menjadi bagian tim hubungan, tetapi mereka berhak tidak dipakai sebagai dekorasi narasi bahagia.
Setelah kegaduhan mereda, Melody bertanya apakah cinta mereka akan selalu membawa arsip kesalahan. Bayu menjawab mungkin, tetapi arsip tidak harus menjadi hukuman abadi atau dihapus.
'Kita hidup dengan catatannya,' katanya. 'Lalu bikin catatan baru yang lebih jujur.'
Mereka tidak meminta internet percaya. Yang penting orang terdekat melihat perilaku berulang: jadwal anak dihormati, batas mantan pasangan dijaga, konflik dibahas, dan tidak ada lagi pertemuan tersembunyi. Bukan cinta yang sama berarti mereka tidak lagi mengejar akhir indah dengan mengorbankan siapa pun di luar bingkai.