~NOW~
Pertengkaran pertama Bayu dan Melody terjadi karena hal kecil. Melody mengubah reservasi makan malam tanpa memberi tahu karena ingin mencoba restoran milik temannya. Bayu tiba di tempat lama dan menunggu dua puluh menit.
Saat Melody menelepon, Bayu menjawab dingin.
'Aku kirim pesan tadi siang,' katanya.
'Pesannya masuk setelah aku rapat. Kamu nggak minta konfirmasi.'
'Kupikir kamu pasti baca.'
'Nah, kamu pikir lagi.'
Melody tersinggung pada nada Bayu. Dia mengatakan tidak perlu bertemu malam itu. Bayu hampir mematikan telepon dan pulang, pola lama yang terasa sangat mudah. Tangannya sudah berada di tombol akhir ketika dia teringat janji.
'Aku sedang marah dan butuh tiga puluh menit,' katanya. 'Jam delapan aku telepon lagi. Kita putuskan mau lanjut makan atau jadwal ulang.'
Melody diam, lalu menyetujui.
Selama jeda, Bayu berjalan di sekitar blok. Dia menyadari marahnya bukan hanya soal restoran. Menunggu tanpa kabar memicu ingatan ketika Melody meminta waktu menikah, sedangkan perubahan sepihak membuatnya merasa tidak dipertimbangkan.
Melody duduk di mobil dan mengakui dirinya mengubah tempat karena pemilik restoran baru adalah kenalan Khawas. Dia ingin menunjukkan Bayu kini tidak perlu minder, tetapi tidak menanyakan apakah Bayu nyaman.
Pukul delapan Bayu menelepon tepat waktu.
'Aku masih mau ketemu, tapi tempat netral saja,' katanya.
'Ada kedai dekat posisi kamu. Aku yang datang.'
Mereka bertemu dan menjelaskan pemicu tanpa menjadikannya senjata. Melody meminta maaf mengubah rencana tanpa konfirmasi. Bayu meminta maaf pada nada dingin serta dorongan menghilang.
'Aku takut kamu mengatur hidupku seperti dulu keluarga kamu mengatur,' kata Bayu.
'Aku takut setiap salah kecil membuat kamu pergi lagi.'
'Takutnya masuk akal. Tapi kita tetap harus menilai kejadian sekarang.'
Mereka membuat aturan sederhana: perubahan rencana membutuhkan balasan; jika belum dikonfirmasi, rencana lama tetap berlaku. Jeda konflik harus disertai waktu kembali.
Pertengkaran selesai tanpa adegan romantis. Mereka makan mi, lalu pulang terpisah. Melody heran karena tubuhnya masih tegang meski masalah sudah dibahas. Konselornya menjelaskan sistem saraf membutuhkan waktu mengejar logika.
Seminggu kemudian ujian lebih besar datang. Bayu mendapat tawaran promosi ke Surabaya selama dua tahun. Jabatan regional itu mengingatkannya pada Medan. Dia menerima surat pada Senin dan baru memberi tahu Melody pada Jumat setelah melakukan perhitungan.
Melody marah karena empat hari terasa seperti rahasia.
'Aku belum memutuskan,' kata Bayu.
'Tapi kamu tetap bisa bilang ada tawaran.'
'Aku takut kamu menganggap aku akan pergi lagi.'
'Dengan menyimpan, kamu justru membuatnya seperti dulu.'
Bayu mengakui. Dia juga belum berbicara kepada Jasmine karena dampak terbesar menyangkut pengasuhan Lody. Mereka menunda pembahasan hubungan dan mengadakan pertemuan orang tua.
Jasmine menolak Lody dipindahkan. Jadwal dua rumah tidak mungkin berjalan jika Bayu di Surabaya. Bayu menawarkan perjalanan mingguan, tetapi biaya serta kelelahan perlu dihitung. Lody belum diberi tahu sebelum opsi nyata tersedia.
Di tempat kerja, Bayu meminta kemungkinan jabatan dengan basis Jakarta dan perjalanan terbatas. Perusahaan mengatakan promosi terikat lokasi. Bayu meminta waktu resmi, bukan menghilang dari percakapan rumah.
Melody menegaskan dirinya tidak akan menjadi alasan utama menolak atau menerima. Bayu harus menilai Lody, karier, kesehatan, dan keinginannya sendiri. Dia tidak mau kelak dituduh menahan.
Setelah dua minggu, Bayu menolak promosi. Bukan karena takut hubungan berakhir, melainkan karena tidak ingin menjadi ayah akhir pekan dan sebenarnya tidak lagi mengejar jabatan yang membutuhkan pindah. Dia mengajukan jalur pengembangan lain di Jakarta.
'Kamu yakin nggak akan menyesal?' tanya Jasmine.
'Mungkin ada rasa kehilangan. Tapi ini pilihanku.'
Bayu memberi tahu Melody setelah keputusan dikirim, menjelaskan alasannya tanpa berkata demi kamu. Melody merasa lega tetapi tidak menjadikan penolakan itu bukti cinta.
Pertengkaran mereka meninggalkan catatan. Bayu harus berbagi informasi penting sebelum selesai diproses; Melody harus tidak menyamakan jeda dengan pengabaian selama waktu kembali jelas. Keduanya akan mungkin melanggar lagi dan perlu memperbaiki.
Dulu konflik pertama tentang pernikahan tidak pernah selesai; ia dibiarkan membusuk sampai jarak mengubahnya menjadi perpisahan. Kini satu reservasi dan satu promosi memberi mereka latihan berbeda. Pertengkaran tidak menjadi tanda harus pergi atau bukti cinta gagal. Ia hanya masalah yang perlu jawaban, waktu, serta keberanian untuk kembali pada percakapan yang telah dijanjikan.
Penolakan promosi mendapat konsekuensi di kantor. Atasan Bayu menilai dia kurang fleksibel dan memberikan proyek besar kepada orang lain. Bayu kecewa. Dia tidak mengubah keputusan, tetapi meminta jalur penilaian yang tidak menganggap mobilitas geografis sebagai satu-satunya tanda ambisi.
Perusahaan menawarkan memimpin transformasi sistem keuangan di Jakarta tanpa kenaikan jabatan langsung. Bayu menerima setelah ruang lingkup dan evaluasi tertulis. Pekerjaan itu menuntut kolaborasi lintas tim, sesuatu yang menantang kebiasaannya bekerja sendiri.
Dia belajar mendelegasikan dan memberi kabar sebelum tenggat bermasalah. Salah satu staf menegur karena Bayu terlalu lama menyimpan kesalahan perhitungan kecil. Bayu memperbaiki laporan dan mengakui di rapat. Pola diam ternyata tidak hanya hidup dalam cinta.
Melody juga menghadapi pola sendiri. Ketika pemasok toko gagal lagi, dia langsung mengganti tanpa mendengar Jinan yang sudah menyiapkan kontrak perbaikan. Jinan marah karena kewenangannya hanya tampak ada selama tidak berbeda dengan Melody.
'Kamu bilang mau berbagi tanggung jawab, tapi setiap takut kamu ambil semua,' kata Jinan.
Melody meminta maaf dan mengembalikan keputusan sesuai struktur. Dia membawa kejadian itu kepada Bayu bukan untuk mendapat pembelaan, melainkan menunjukkan perubahan membutuhkan latihan di semua hubungan.
Pertengkaran reservasi dan promosi memberi mereka satu ritual: setelah konflik selesai, mereka meninjau bukan siapa menang, melainkan sistem apa yang gagal. Kadang jawabannya komunikasi; kadang luka lama; kadang salah satu memang ceroboh.
Pada konflik kecil berikutnya, Melody meminta jeda satu jam dan benar-benar kembali menelepon. Bayu mengatakan dia tersinggung tanpa bersikap dingin berhari-hari. Mereka tidak selalu tenang, tetapi tidak lagi membuat keheningan menjadi hukuman. Penyelesaian bukan berarti tidak bertengkar. Ia berarti pertengkaran memiliki pintu keluar yang diketahui keduanya.