~NOW~
Sebelum kencan pertama, Bayu memberi tahu Jasmine. Bukan meminta izin, melainkan karena perubahan kelak dapat memengaruhi Lody. Jasmine diam cukup lama.
'Aku sudah menduga,' katanya.
'Kalau ini terlalu cepat buat Lody, kami belum akan memberi tahu dia.'
'Jangan gunakan kesiapan Lody untuk mengukur perasaanku. Aku bisa terluka dan tetap membuat keputusan baik sebagai ibu.'
Bayu meminta maaf. Jasmine mengatakan hubungan pribadi Bayu adalah haknya, tetapi ada batas: Melody belum boleh menginap saat Lody berada di apartemen, tidak ada perkenalan sebagai pasangan sebelum konsultasi dengan psikolog anak, dan perubahan jadwal tidak boleh dilakukan demi kencan.
Bayu setuju. Dia mengajukan batas yang sama jika Jasmine memiliki pasangan baru. Jasmine mengingatkan kesetaraan bukan pertukaran izin; masing-masing tetap memiliki hak privat, sedangkan aturan hanya menyangkut anak.
Melody berbicara kepada Arkan. Reaksinya lebih tenang daripada yang dia takutkan, tetapi tangan Arkan mengepal.
'Aku nggak akan bilang senang,' katanya. 'Tapi aku tahu ini mungkin terjadi.'
'Aku belum tahu arahnya.'
'Pastikan Levi nggak jadi penonton percobaan kalian.'
Arkan meminta tidak menerima kabar perkembangan kecuali menyangkut anak. Melody menghormati. Dia juga menegaskan jadwal Levi tidak akan dipindah demi Bayu.
Teman-teman dekat bereaksi lebih keras. Popy, yang masih sesekali bertemu Melody, menganggap kesempatan kedua romantis. Jinan justru khawatir. Dia melihat proses perceraian dan bertanya apakah Melody yakin tidak sedang mengejar akhir yang tertunda.
'Aku belum yakin. Makanya kami pelan,' jawab Melody.
'Pelan itu bukan cuma jarang bertemu. Pelan berarti berani berhenti kalau ternyata yang dicintai hanya kenangan.'
Melody membawa kalimat tersebut ke terapi. Dia membuat daftar hal yang kini tidak disukai dari Bayu: terlalu hemat sampai sulit menikmati, suka menutup diri ketika malu, dan kadang menganggap ketenangan sebagai bukti semua baik. Daftar itu penting agar Bayu tidak kembali menjadi tokoh sempurna dalam kepala.
Bayu juga mencatat perbedaan. Melody sering membuat keputusan cepat, mudah menyindir ketika kecewa, dan kadang menggunakan kekayaan untuk menyelesaikan masalah sebelum mendengar orang lain. Dia menyampaikan dengan hati-hati pada kencan kedua.
'Jadi sekarang kamu bikin daftar kekuranganku?' tanya Melody tersinggung.
'Konselor meminta kita melihat orang nyata. Kamu juga punya daftar tentang aku.'
Melody mengaku. Mereka tertawa setelah ketegangan mereda, tetapi tidak menghapus isi daftar. Cinta yang hanya menerima bagian indah akan kembali menghukum ketika manusia nyata muncul.
Jasmine mulai berkencan dengan seorang rekan dari komunitas tari bernama Damar. Dia memberi tahu Bayu ketika hubungan memasuki bulan ketiga. Bayu merasakan cemburu yang tidak punya hak untuk mengatur.
'Dia akan ketemu Lody?' tanyanya.
'Belum. Kalau waktunya tiba, kita pakai aturan yang sama.'
Bayu meminta informasi dasar keselamatan sebelum perkenalan, bukan riwayat pribadi lengkap. Jasmine setuju memberikan nama serta rencana pertemuan. Dia tidak meminta Bayu menilai apakah Damar pantas sebagai pasangan.
Arkan belum berkencan lagi. Kabar hubungan Melody membuatnya mundur beberapa hari dari pesan non-penting. Melody tidak menuntut dia segera baik-baik saja. Mereka hanya menjaga urusan Levi tetap berjalan.
Ketika Levi sakit, keempat rumah tangga diuji. Arkan sedang bersama anak saat demam tinggi. Dia membawa ke dokter dan memberi kabar kepada Melody. Bayu memiliki tiket pertunjukan bersama Melody malam itu. Melody membatalkan.
Bayu tidak mengeluh atau menawarkan ikut ke rumah sakit. Dia mengirim dukungan dan menjalani malam sendiri. Arkan tidak memakai keadaan untuk meminta Melody menginap di apartemennya. Setelah kondisi Levi stabil, orang tua bergantian merawat sesuai kebutuhan.
Jasmine mendengar dari grup sekolah dan menawarkan mengambil tugas Lody jika Bayu perlu membantu. Bayu menjawab tidak perlu, tetapi berterima kasih. Jaringan pengasuhan bekerja tanpa mengubah mantan pasangan menjadi penjaga pintu hubungan baru.
Beberapa minggu kemudian, Damar bertemu Lody di taman dengan Jasmine hadir. Bayu sudah mengetahui jadwal, tetapi tidak mengawasi dari jauh. Lody mengatakan Damar pandai menari dan rambutnya lucu. Bayu menahan pertanyaan yang tidak relevan.
Melody serta Bayu belum diperkenalkan sebagai pasangan kepada anak. Di sekolah mereka tetap menyapa seperti orang tua lain. Menyembunyikan berbeda dari menjaga waktu; mereka tidak berbohong jika ditanya, tetapi tidak menciptakan pengumuman sebelum hubungan stabil.
Mantan pasangan mereka bukan orang yang harus memberi restu romantis. Namun Jasmine dan Arkan memiliki suara sah ketika hidup anak terdampak. Bayu dan Melody belajar menerima dua hal sekaligus: mereka bebas membangun hubungan, dan kebebasan itu tidak menghapus tanggung jawab kepada keluarga yang terbentuk dari pernikahan sebelumnya.
Aturan pasangan baru kemudian ditulis dalam rencana pengasuhan resmi agar tidak berubah mengikuti kecemburuan. Pasangan tidak mendisiplinkan anak pada tahap awal, tidak hadir dalam pertemuan sekolah tanpa persetujuan, dan tidak memakai panggilan Ayah atau Ibu sebagai bukti penerimaan.
Damar membaca aturan sebelum perkenalan berikut. Dia bertanya apakah boleh menjemput Lody saat darurat. Jasmine menjawab hanya jika namanya sudah terdaftar dan Bayu diberi kabar. Damar tidak tersinggung.
Bayu juga membaca aturan bersama Melody. Melody menyadari dirinya selama ini mudah berperan sebagai pengajar Lody. Kini dia harus mundur dan membiarkan Bayu serta Jasmine menangani kebutuhan literasi.
'Kalau Lody minta bantuan aku?' tanyanya.
'Boleh membantu saat bersama, tapi jangan bikin jadwal les sendiri.'
'Masuk akal.'
Arkan menetapkan satu hal tambahan: Bayu tidak boleh berada sendirian dengan Levi sebelum ada kepercayaan dan kontak darurat jelas. Bayu menerima. Beberapa bulan kemudian Arkan sendiri yang memperlonggar setelah melihat pola aman, bukan karena ditekan.
Pertemuan pertama Damar dan Bayu berlangsung pada pentas tari Jasmine. Mereka berjabat tangan singkat. Bayu tidak menanyai pekerjaan atau niat menikah. Damar pun tidak mencoba menunjukkan dirinya lebih hangat. Mereka berdiri sebagai dua orang yang punya hubungan berbeda dengan Jasmine serta Lody.
Sesudah pertunjukan, Lody meminta foto bersama Bunda dan Damar. Bayu yang memegang kamera. Dadanya sesak, tetapi dia mengambil foto tanpa memotong Damar dari bingkai. Lody lalu meminta foto bersama Ayah. Jasmine memotretnya.
Tidak ada satu foto yang memuat semua orang. Tidak perlu. Keluarga baru tidak harus terlihat sebagai satu kelompok bahagia agar batasnya sehat. Mantan pasangan bukan penjaga pintu, pasangan baru bukan pengganti, dan anak tidak harus memilih bingkai mana yang boleh disimpan.