~NOW~
Jasmine mengambil keputusan setelah enam bulan konseling. Dia meminta Bayu bertemu di ruang konselor, bukan rumah atau restoran yang menyimpan terlalu banyak kemungkinan untuk menghindar.
'Aku ingin bercerai,' katanya.
Bayu menunduk. Dia sudah memperkirakan, tetapi persiapan tidak menghilangkan rasa kehilangan.
'Karena Melody?'
'Karena pernikahan kita. Melody membuka apa yang sudah lama ada, tapi keputusan ini bukan hadiah untuk dia.'
Jasmine menjelaskan dirinya tidak sanggup membangun hubungan romantis dari kasih yang Bayu sendiri tidak berani sebut cinta. Enam bulan terakhir membuktikan mereka dapat bekerja sama sebagai orang tua, bahkan lebih baik ketika tidak tinggal serumah. Namun setiap kencan membuat Jasmine menunggu kehangatan yang datang sebagai usaha, bukan dorongan.
'Usaha itu penting,' kata Bayu. 'Aku pikir mungkin cukup.'
'Buat sebagian orang mungkin. Buat aku, tidak. Aku selalu merasa sedang mengikuti ujian supaya kamu memilihku akhirnya.'
Bayu tidak memohon. Konselor mengingatkan agar diamnya tidak kembali menjadi cara melarikan diri. Bayu lalu mengakui dia sedih, takut, dan malu. Dia ingin meminta kesempatan lagi, tetapi tahu permintaan itu akan menjadikan ketakutannya beban Jasmine.
'Aku minta maaf sudah menikah tanpa benar-benar selesai dengan masa lalu,' ujarnya.
'Aku terima permintaan maafnya. Tapi aku nggak mau lanjut sebagai istrimu.'
Mereka membahas langkah praktis. Pengacara mediasi sudah dipilih bersama. Rumah akan dinilai, lalu Jasmine mendapat pilihan membeli bagian Bayu karena Lody lebih terbiasa tinggal di sana. Jika tak mampu, rumah dijual dan keduanya mencari tempat dekat sekolah.
Pengasuhan dibagi berdasarkan kebutuhan Lody, bukan rasa bersalah. Jadwal dua rumah tetap dipakai karena sudah berjalan baik. Keputusan pendidikan dan kesehatan dibuat bersama. Tidak ada pihak yang membayar untuk memperoleh lebih banyak waktu.
Bayu mengaku takut nama Lody menjadi bahan saat proses hukum. Jasmine menegaskan asal nama tidak perlu dimasukkan kecuali relevan. Mereka sepakat tidak mengungkap kepada keluarga besar atau sekolah di luar kebutuhan.
'Suatu hari dia akan bertanya,' kata Jasmine.
'Kita jawab bersama sesuai usianya.'
'Bukan untuk melindungi kamu. Untuk melindungi dia.'
Bayu mengangguk.
Menyampaikan kepada Lody dilakukan di rumah dengan psikolog anak membantu menyiapkan kalimat. Bayu dan Jasmine duduk sejajar. Mereka mengatakan keputusan orang tua sudah dibuat dan tidak akan berubah karena Lody berperilaku baik atau buruk.
'Ayah nggak pulang lagi?' tanya Lody.
'Ayah punya rumah sendiri, tapi tetap jemput, belajar, dan bersama Lody sesuai kalender,' jawab Bayu.
'Bunda marah sama Ayah?'
Jasmine jujur bahwa mereka pernah marah dan sedih, tetapi perceraian adalah keputusan setelah banyak bicara. Mereka tidak meminta Lody memilih pihak.
Anak itu menangis dan memeluk keduanya sekaligus. Bayu serta Jasmine membalas tanpa saling menyentuh lebih dari yang diperlukan. Malam itu Bayu tidur di kamar tamu agar Lody tidak merasa dia menghilang segera setelah pengumuman.
Keesokan harinya, keluarga besar mulai diberi tahu. Ibu Jasmine menyalahkan pekerjaan putrinya dan meminta perkara disimpan demi nama baik. Jasmine menjawab nama baik tidak dibangun dari pernikahan yang dipertahankan untuk foto.
Ibu Bayu menangis dan bertanya apakah semua dapat didamaikan. Bayu mengatakan Jasmine sudah mencoba dan keputusan harus dihormati. Dia tidak menyebut Melody sebagai alasan, meski ibunya akhirnya mendengar dari percakapan lain. Bayu menolak ketika keluarga hendak menghubungi Jasmine untuk membujuk.
'Kesalahan aku jangan dibayar dia dengan sidang keluarga,' katanya.
Di kantor, Jasmine hanya memberi tahu bagian sumber daya manusia karena status tanggungan akan berubah. Atasan tidak perlu menerima rincian. Ratna menemaninya mencari notaris dan memeriksa dokumen, bukan menjadi saksi yang mengutuk Bayu.
Malam setelah pengajuan pertama, Jasmine duduk sendiri di kamar. Dia menangis bukan karena ragu, melainkan berduka atas rumah tangga yang pernah diharapkan. Keputusan benar tetap dapat menyakitkan.
Bayu berada di apartemen ketika pesan grup anak masuk. Jasmine mengirim foto Lody tidur setelah bertanya berulang kali tentang jadwal. Bayu membalas terima kasih dan memastikan hari penjemputan.
Dia tidak menghubungi Melody. Perceraian bukan gerbang yang otomatis membawanya kembali ke masa lalu. Untuk pertama kali, Bayu membiarkan keputusan Jasmine berdiri sebagai cerita perempuan itu sendiri. Pernikahan mereka berakhir bukan karena semesta memilih pasangan lain, tetapi karena Jasmine akhirnya memilih hidup yang tidak membuatnya terus meminta untuk dilihat.
Sidang pertama berlangsung singkat dan administratif. Hakim menanyakan apakah masih ada kemungkinan berdamai. Jasmine menjawab keputusan telah melalui konseling. Bayu tidak menyela atau membuat pernyataan cinta mendadak. Berkas dikembalikan karena satu dokumen alamat salah, memaksa mereka datang lagi bulan berikutnya.
Kesalahan kecil itu membuat Jasmine marah sepanjang perjalanan. Dia merasa sistem meminta mereka mengulang luka hanya karena satu angka. Bayu menawarkan mengurus koreksi, tetapi Jasmine ingin tetap menerima salinan serta pembaruan. Dia tidak mau proses kembali dikelola sepihak.
Di kantor, promosi Jasmine mulai diuji oleh gosip. Seorang kolega mengatakan perceraian mungkin menjelaskan mengapa dia terlalu ambisius. Jasmine mencatat komentar tersebut dan melapor melalui jalur etik setelah kolega mengulang di depan staf. Dia tidak ingin status keluarga menjadi ukuran kemampuan perempuan memimpin.
Bayu menghadapi pertanyaan berbeda. Rekannya memuji dia akan bebas dan menyarankan segera mencari pasangan. Bayu menghentikan lelucon. Perceraian bukan kenaikan status, dan Jasmine bukan beban yang akhirnya dilepas. Dia mengambil cuti setengah hari untuk sidang tanpa menceritakan rincian kepada seluruh tim.
Saat putusan akhirnya dijatuhkan, mereka keluar dari gedung bersama lalu berhenti di tangga. Jasmine mengembalikan satu kunci apartemen yang masih tersimpan. Bayu menyerahkan dokumen sekolah Lody yang telah diperbarui.
'Aku harap kamu bahagia,' kata Bayu.
'Aku juga. Tapi kita nggak perlu menjadi teman dekat untuk jadi orang tua yang baik.'
'Aku mengerti.'
Mereka berpisah ke kendaraan masing-masing. Tidak ada musik, hujan, atau pelukan terakhir. Jasmine membeli makan siang sendiri dan kembali bekerja. Bayu menjemput Lody sesuai kalender. Hidup setelah pernikahan dimulai melalui tindakan biasa yang tetap harus dilakukan meski satu identitas resmi baru saja berakhir.