Ketenangan tidak berlangsung lama. Musuh utama mereka, pemimpin kelompok Black Shadow bernama Mr. Jones, akhirnya menemukan lokasi mereka.
"Tangkap gadis itu! Jadikan sandera! Alessandro pasti akan menyerah kalau melihat kekasihnya tersiksa!" teriak Mr. Jones.
Naya ditangkap dan dibawa ke atas gedung tinggi. Alessandro mengejarnya dengan sekuat tenaga.
"LEPASKAN DIA! INI URUSAN KITA BERDUA!" teriak Alessandro saat sampai di atap gedung. Angin bertiup kencang.
"Ah, akhirnya kau datang. Lihatlah, Alessandro. Kau yang selama ini dikenal tak terkalahkan, kini punya kelemahan bernama wanita kampung ini." Mr. Jones menempelkan pistol di kepala Naya.
Naya menatap Alessandro dengan mata penuh keyakinan, seolah berkata "Jangan menyerah".
"Baiklah. Aku letakkan senjataku," kata Alessandro perlahan meletakkan pistolnya di lantai.
"Tapi kau salah, Jones. Dia bukan kelemahanku... dia adalah kekuatanku!"
Tiba-tiba Alessandro memberi kode rahasia. Dari segala arah, pasukannya muncul menyerbu. Terjadi kekacauan besar.
Di tengah kekacauan itu, Naya yang selama ini terlihat lemah, tiba-tiba menggunakan kakinya untuk menendang tangan Mr. Jones sehingga pistolnya terlepas.
"Apa?!" Mr. Jones kaget.
"Jangan remehkan wanita penjual nasi goreng! Kaki saya kuat karena setiap hari menginjak pedal gas motor dan berdiri berjam-jam!" seru Naya berani.
Alessandro langsung bertindak cepat melumpuhkan Mr. Jones. Akhirnya, musuh bebuyutannya itu berhasil ditangkap.
Semua orang bersorak kemenangan. Alessandro langsung berlari memeluk Naya.
"Kau hebat sekali, Sayang! Aku tidak salah memilih istri."
Naya tertawa lepas. "Tadi saya takut setengah mati, tapi ingat ada Mas jadi berani.".