Setelah semua masalah selesai dan musuh-musuh berhasil ditumpas, Alessandro memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya. Dia masih memimpin organisasi namun dia membenahi segalanya menjadi lebih baik, legal, dan berhenti melakukan hal-hal yang melanggar hukum yang membahayakan nyawa. Dia ingin memberikan masa depan yang aman dan cerah untuk Naya dan keluarga mereka nanti. Beberapa bulan kemudian pernikahan mereka digelar dengan sangat megah namun tetap hangat dan penuh kasih sayang. Semua orang penting hadir untuk memberi ucapan selamat. Naya tampak bak putri raja dengan gaun pengantin putih yang indah, sementara Alessandro tampak sangat gagah dan tampan. "Aku bersumpah akan mencintaimu, melindungimu, dan menghargaimu sampai akhir hayatku," ucap Alessandro tulus saat memasangkan cincin. "Aku juga akan setia mendampingimu dalam suka maupun duka," jawab Naya haru. Hidup Naya memang berubah drastis dari gadis pinggir jalan menjadi nyonya besar yang hidup bergelimang harta. Namun dia tidak pernah sombong dan tidak pernah melupakan asal-usulnya. Dia sering mengajak Alessandro turun ke jalan untuk membuka dapur umum dan membantu orang-orang yang kurang mampu seperti dirinya dulu. "Lihat Mas, dulu aku juga seperti mereka yang berjuang untuk hidup. Sekarang kita berbagi rezeki ya," kata Naya sambil tersenyum manis. Alessandro tersenyum bangga melihat kebaikan hati istrinya. "Kau adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku Naya. Hati sang mafia yang dulu beku dan keras kini telah sepenuhnya menjadi milik sang penjual nasi goreng yang hebat dan baik hati." Mereka hidup bahagia selamanya, membuktikan kepada dunia bahwa cinta sejati mampu menyatukan dua dunia yang berbeda, melelehkan es, dan mengubah kegelapan menjadi terang benderang.
Setelah semua masalah selesai, Alessandro memutuskan untuk mengubah cara kerjanya. Dia masih memimpin organisasi, tapi dia membenahi segalanya menjadi lebih legal dan berhenti melakukan hal-hal yang melanggar hukum yang terlalu berbahaya. Dia ingin memberikan masa depan yang cerah untuk Naya dan keluarga mereka nanti.
Beberapa bulan kemudian, pernikahan megah namun penuh kehangatan digelar. Semua orang penting hadir, tapi yang paling bahagia adalah kedua mempelai.
Naya tampak cantik luar biasa dengan gaun pengantin putih, sementara Alessandro tampak gagah dengan setelan jas hitamnya.
"Sumpah, aku akan mencintaimu, melindungimu, dan menghargaimu sampai akhir hayatku," ujar Alessandro saat memasangkan cincin.
"Aku juga akan setia, mendukung, dan mencintaimu apa adanya," jawab Naya.
Hidup Naya memang berubah drastis. Dari gadis penjual nasi goreng pinggir jalan menjadi Nyonya Muda yang hidup di rumah mewah. Tapi dia tidak pernah melupakan asal-usulnya.
Dia sering mengajak Alessandro turun ke jalan, membuka dapur umum, dan membantu orang-orang miskin.
"Lihat, Mas. Dulu saya juga seperti mereka. Sekarang kita berbagi rezeki ya," kata Naya sambil menyendangkan makanan ke piring orang tua.
Alessandro tersenyum bangga. "Kau adalah anugerah terindah yang Tuhan kirim untukku, Naya. Hati sang mafia kini benar-benar milik penjual nasi goreng yang hebat."
Mereka hidup bahagia selamanya, membuktikan bahwa cinta sejati mampu melelehkan es, mengubah kebencian menjadi kasih, dan menyatukan dua dunia yang berbeda menjadi satu.
TAMAT