Setelah insiden itu, tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka. Alessandro membawa Naya ke rumahnya yang megah, tapi dia berjanji akan selalu menjaga kebahagiaan gadis itu.
Banyak orang di lingkungan Alessandro yang meremehkan Naya. Mereka bilang Naya tidak pantas, tidak berkelas, dan hanya orang biasa.
Tapi Naya membuktikan dirinya. Dengan keramahan, kebaikan hati, dan kecerdasannya, dia berhasil memenangkan hati banyak orang. Bahkan para pengawal sekalipun sangat menghormati Nyonya muda yang rendah hati itu.
Suatu hari, di taman indah di belakang mansion mewah itu, Alessandro berlutut di hadapan Naya.
"Naya, kau mengajarkanku arti cinta yang sebenarnya. Kau mengubah hati esku menjadi hangat. Dunia mungkin memandang kita berbeda, tapi bagiku, kau adalah wanita paling berharga."
Alessandro membuka kotak kecil berisi cincin berlian yang sangat indah.
"Maukah kau menjadi istriku? Menemaniku sampai tua, dan membiarkan aku melindungimu selamanya?"
Naya menangis bahagia, mengangguk berkali-kali. "Aku mau, Alessandro. Aku mau."
Mereka bersatu. Mafia yang ditakuti dan gadis penjual nasi goreng. Kisah mereka membuktikan bahwa cinta tidak melihat harta, tahta, atau latar belakang. Cinta hanya melihat hati.
Mereka hidup bahagia. Alessandro masih menjadi bos yang kuat, tapi kini dia memiliki senyuman dan alasan untuk pulang setiap hari. Dan Naya... dia tidak lagi berjualan di pinggir jalan, tapi dia tetap menjadi Naya yang sederhana dan baik hati yang pernah menolong seorang pria asing di tengah hujan