Beberapa bulan berlalu. Naya berusaha melupakan Alessandro. Dia kembali berjualan seperti biasa, tapi senyumnya tidak lagi selucu dulu. Hatinya terasa hampa.
Sementara itu, Alessandro kembali memegang kendali penuh atas organisasinya. Dia menjadi lebih kejam dan dingin dari sebelumnya. Semua urusan bisnis gelapnya berjalan lancar, tapi dia tidak pernah bahagia.
Suatu hari, musuh bebuyutan Alessandro mengetahui keberadaan Naya. Mereka tahu Naya adalah kelemahan terbesar sang Bos.
Malam itu, saat Naya baru saja mau menutup warung, sekelompok orang bertopeng menyerangnya. Mereka mengikat Naya dan membawanya pergi sebagai sandera.
"Kami akan tunjukkan pada Alessandro siapa yang sebenarnya berkuasa!" tertawa salah satu penjahat itu.
Naya ketakutan, tapi dia ingat pesan Alessandro untuk tetap kuat.
Di markas besarnya, Alessandro menerima video panggilan. Di layar, terlihat Naya yang ditahan dengan pisau di lehernya.
"LEPASKAN DIA!!" raung Alessandro, wajahnya memerah menahan amarah yang meledak-ledak.
"Mau kami lepaskan? Syaratnya satu, Alessandro. Kau harus datang sendiri ke sini, tanpa senjata, tanpa anak buah. Kalau kau berani, gadis ini akan selamat. Kalau tidak... hahaha!"
Alessandro tidak berpikir dua kali. "Siapkan mobil! Aku pergi sekarang!"
"Bos! Jangan! Itu jebakan! Mereka pasti mau membunuh Bos!" cegah anak buahnya.
"Dia nyawaku! Kalau dia mati, aku juga tidak mau hidup!" teriak Alessandro.
Dia pergi sendirian, hanya membawa keberanian dan cintanya pada Naya.
Sesampainya di gudang tua itu, Alessandro melihat Naya yang terikat di kursi. Wajahnya menangis tapi tetap tegar.
"Naya!"
"Alessandro! Jangan datang! Mereka menjebakmu!" teriak Naya panik.
"Sudah kubilang, aku akan selalu kembali untukmu," kata Alessandro lembut, lalu menatap musuhnya dengan mata membara. "Lepaskan dia. Aku di sini. Lakukan apa pun padaku, tapi jangan sakiti dia."
Musuh-musuhnya tertawa puas. "Bagus. Kalau begitu mati saja kalian berdua!"
Terjadi perkelahian yang sangat seru. Meski tidak membawa senjata, Alessandro adalah ahli bela diri. Dia melawan puluhan orang sendirian demi melindungi Naya.
Badan Alessandro babak belur, darah mengalir lagi dari lukanya, tapi dia tidak menyerah. Selama dia bisa berdiri, dia tidak akan membiarkan satu pun orang menyentuh Naya.
"Alessandroooo!!" jerit Naya melihat kekasihnya hampir kewalahan.
Tepat saat seorang penjahat hendak menusuk Alessandro dari belakang, Naya mengerahkan seluruh tenaganya melepaskan ikatan, lalu mengambil sebatang kayu dan memukul orang itu sekuat tenaga.
Bugh!
Orang itu jatuh. Alessandro memanfaatkan kesempatan itu untuk melumpuhkan pemimpin mereka.
Tepat saat itu, pasukan bantuan Alessandro yang diam-diam dia kirim akhirnya datang juga. Situasi berhasil dikuasai.
Alessandro langsung berlari memeluk Naya erat-erat. "Kau tidak apa-apa, Sayang? Maafkan aku... maafkan aku karena sudah membawamu ke dalam masalah ini."
Naya menangis dalam pelukannya. "Aku takut kehilangan Bapak, Alessandro. Aku sayang Bapak... sangat sayang."
"Aku juga sayang kamu, Naya. Lebih dari apa pun di dunia ini."