Author POV
Zhafran belajar tangan, Letta belajar tidak luluskan semua, Dain belajar pulang tanpa hero.
Pagi-pagi rumah berbunyi hakim dan adik. Ember kadang dipakai, kadang menganggur. Gorden turun saat perlu. Portal mati. Ponsel tidak di mangkuk selamanya, tapi story tetap tidak dibuka. Freya sepi. HRD biasa. Dain terbang dekat, kabari, pulang. Lita laundry dari rumah, Nana toko. Jon sepi. Orl mampir balado sekali, Letta: om berisik, titik, Orl tertawa, pergi.
Jesika datang, cuci gelas, pegang Zhafran sebentar, tidak pesta. Gavin pelan, datang sebentar, cukup. Tidak ada cincin di meja. Tidak ada tas miliaran. Ada jam jelek yang sudah pudar, magnet longgar, Dain tekan.
Sekolah Letta sudah jarang tanya perut. Skrip tetap ada. Di rumah ia bilang adik, di luar titik. Lita luluskan. "Hakim tahu tempat."
Sore mereka koridor, sekarang kadang empat langkah pelan, bukan lima etalase. Tetangga menunduk, kadang senyum, Dain menunduk dulu. Masuk, rantai. Mereka makan. Telur, bubur, buah. Lita makan yang bisa. Dain berdiri atau duduk, bukan kursi kepala. Letta: "Om dekat. Adik di rumah. Sekolah titik. Ember ada. Jam masih."
"Dekat. Pulang. Titik." Malam Lita di ambang, lebih kuat.
"Dain. Kita tidak beli selesai. Kita beli hari. Taman boleh, Dufan belum. Saya bilang ke mereka pelan, seperti dulu di kepala: tabungan belum, taman dulu. Jangan kamu belikan dunia karena takut kurang. Taman cukup. Nama cukup. Pulang cukup. Sofa cukup. Titik."
"Taman. Bukan Dufan. Titik." Dain tidak ngegas ke toko mainan. Letta titip barbie ke Zhafran sebentar, ambil, aturan. "Hakim izinkan sebentar. Adik tidak pecah. Om kaos." Dain memejam, hidup berjalan, bukan pesta, muka ember di langit, muka rumah di malam. Magnet ditekan. Tidak beli selesai. Beli taman nanti. Beli pulang. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik. "Taman dulu. Om pulang. Hakim jaga." Dain tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.
Malam sebelum benar-benar tidur, Dain cek ember, cek rantai, cek gorden, cek laci jika ada, cek Lita yang sudah tutup pintu, tidak kunci. Ponsel jauh dari lapar berita. Somasi atau diam atau roster, semuanya bukan izin hon. Jam jelek tetap. Magnet longgar, Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli tekan magnet. Beli tidur. Beli tidak kabur. Beli tidak buka grup. Beli titik di mulut Letta. Kaki kadang menggantung, kadang tidak. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie, Dain dengar samar, tidak masuk. Hakim jaga. Om pulang. Titik. Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, tidak lagu, cek rantai sekali lagi, gerakan bodoh, tekan magnet sekali, lalu memaksa dirinya tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.
Malam sebelum benar-benar tidur, Dain cek ember, cek rantai, cek gorden, cek laci jika ada, cek Lita yang sudah tutup pintu, tidak kunci. Ponsel jauh dari lapar berita. Somasi atau diam atau roster, semuanya bukan izin hon. Jam jelek tetap. Magnet longgar, Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli tekan magnet. Beli tidur. Beli tidak kabur. Beli tidak buka grup. Beli titik di mulut Letta. Kaki kadang menggantung, kadang tidak. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie, Dain dengar samar, tidak masuk. Hakim jaga. Om pulang. Titik. Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, tidak lagu, cek rantai sekali lagi, gerakan bodoh, tekan magnet sekali, lalu memaksa dirinya tidur sebelum kepala jadi toko.