Author POV
Hari-hari jadi minggu, minggu jadi bulan, tanpa loncat di mulut: tetap telur, tetap titik, tetap laci, tetap nama di rumah.
Dain masih sering sofa, kadang tidur di ambang ketika Lita minta tangan dekat ember. Bukan piala. Bukan cincin. Medis pesawat jujur. Laundry jalan, Lita tidak turun bodoh. Letta besar sedikit, hakim tetap. Freya sepi. Mama sepi. Orl monitor, lalu sepi juga, cukup.
Kontrol jadi lebih sering. Kertas ke laci. Kulkas tetap jam jelek. Zhafran tidak ditempel. Sekolah tetap titik, lalu sepi karena tidak dapat makanan. Nana potong mulut toko. Jon sepi. Jesika datang saat penting, pergi saat cukup. Gavin pelan.
Malam-malam Lita di ambang: "Nama sudah. Tubuh kerja. Kamu jangan ngegas ke IGD sebelum waktunya. Mom. Bukan kamu putar pesawat. Janji." Dain janji. Tidak putar.
Lalu malam ember dipakai benar, bukan konyol. Lita komando pendek. Jesika datang. Dain tidak hon. Tidak portal. Tidak pesta. Rumah jadi kerja. Letta di kamar nenek sebentar, hakim titip barbie, titik. Bukan cerita sekolah.
Pagi Zhafran ada, kecil, bukan judul. Bukan tas. Bukan cincin. Lita capek, kacamata, komando dari ranjang. "Tidak pesta. Tidak story. Nama di rumah. Om kaos. Hakim boleh lihat, pelan. Titik." Dain kaos, bukan kerah. Letta lihat, menimbang, luluskan dengan wajah serius. "Adik Zhafran. Di rumah. Sekolah titik. Om tidak ngegas. Bunda titik. Hakim jaga."
Mereka tidak TV. Tidak lagu piala. Telur nanti, bubur dulu. Ember dicuci, ditaruh, saksi yang sudah kerja. Magnet jam jelek tetap. Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli napas kecil. Beli nama yang sudah punya badan. Beli titik. Sofa menunggu. Portal mati. Rumah tidak pecah.
Malam Lita di ambang, serak, pelan. "Dain. Hidup mulai. Bukan selesai. Jangan cincin karena bayi. Jangan tas. Sofa boleh. Kasur boleh tanpa judul. Zhafran di rumah. Letta hakim. Kamu pulang. Titik."
"Hidup mulai. Tidak selesai. Pulang. Titik." Dain di lantai, kaki tidak harus menggantung, tetap tidak pesta. Letta berbisik ke barbie. "Adik ada. Nama di rumah. Om pulang. Hakim jaga." Dain tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.
Malam sebelum benar-benar tidur, Dain cek ember, cek rantai, cek gorden, cek laci jika ada, cek Lita yang sudah tutup pintu, tidak kunci. Ponsel jauh dari lapar berita. Somasi atau diam atau roster, semuanya bukan izin hon. Jam jelek tetap. Magnet longgar, Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli tekan magnet. Beli tidur. Beli tidak kabur. Beli tidak buka grup. Beli titik di mulut Letta. Kaki kadang menggantung, kadang tidak. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie, Dain dengar samar, tidak masuk. Hakim jaga. Om pulang. Titik. Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, tidak lagu, cek rantai sekali lagi, gerakan bodoh, tekan magnet sekali, lalu memaksa dirinya tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.
Malam sebelum benar-benar tidur, Dain cek ember, cek rantai, cek gorden, cek laci jika ada, cek Lita yang sudah tutup pintu, tidak kunci. Ponsel jauh dari lapar berita. Somasi atau diam atau roster, semuanya bukan izin hon. Jam jelek tetap. Magnet longgar, Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli tekan magnet. Beli tidur. Beli tidak kabur. Beli tidak buka grup. Beli titik di mulut Letta. Kaki kadang menggantung, kadang tidak. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie, Dain dengar samar, tidak masuk. Hakim jaga. Om pulang. Titik. Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, tidak lagu, cek rantai sekali lagi, gerakan bodoh, tekan magnet sekali, lalu memaksa dirinya tidur sebelum kepala jadi toko.