Senin malam, Laura kembali menanyakan keinginan anak-anak setelah kegiatan sekolah selesai. Zio masih ingin bertemu Brian di kafe selama satu jam. Fiona memilih ikut, tetapi meminta ibunya tetap duduk bersama mereka dan tidak membiarkan siapa pun mengajaknya pergi ke tempat lain tanpa pembicaraan lebih dulu.
Laura mengulangi permintaan itu dengan kata-katanya sendiri agar tidak ada yang salah dipahami. Ia menambahkan bahwa mereka boleh mengubah pilihan sebelum hari pertemuan, atau meminta pulang ketika merasa tidak nyaman.
'Kalau sudah pesan makanan?' tanya Fiona.
'Makanan bisa dibungkus. Kalian tidak harus bertahan hanya karena itu.'
Zio menyebut sebuah kafe yang pernah mereka lewati. Laura memeriksa jam dan suasananya sebelum menyatakan tempat tersebut sesuai. Ia tidak menjanjikan semua kursi akan sepi, tetapi dapat memilih waktu yang biasanya tidak terlalu ramai dan meminta meja yang mudah ditinggalkan.
Setelah anak-anak beristirahat, ia menghubungi Brian. Pertemuan diusulkan Minggu siang, satu jam, di tempat umum. Laura akan hadir. Brian tidak boleh membawa tamu lain tanpa persetujuan sebelumnya, dan tidak boleh meminta anak-anak pergi bersamanya setelah pertemuan.
'Kenapa harus banyak aturan?' tanyanya.
'Karena mereka perlu tahu apa yang akan terjadi. Aku juga ingin jelas sebelum memberi kabar bahwa kamu setuju.'
Brian mengatakan ia hanya hendak makan bersama anak-anaknya. Laura menjawab rencana yang dibuat memang memungkinkan itu, tanpa memberi kejutan yang tidak mereka minta. Ia meminta Brian membaca pesan tertulis sebelum menjawab, bukan mengiyakan lewat telepon lalu membantah pada hari pertemuan.
Malam itu belum ada persetujuan akhir. Laura tidak memberitahukan kepada anak-anak bahwa jadwal sudah pasti. Ia menjelaskan rencana telah disampaikan dan masih menunggu jawaban. Zio tampak kecewa, tetapi Laura memilih jujur daripada membuatnya menunggu seseorang yang belum berjanji datang.
Selasa pagi, Brian membalas. Ia menerima tempat, waktu, dan batas satu jam. Ia mengatakan tidak akan membawa siapa pun serta tidak mengambil gambar anak-anak tanpa meminta. Laura menyimpan pesan tersebut dan memberi tahu kedua anaknya setelah mereka pulang sekolah.
'Dia setuju?' tanya Zio.
'Iya. Kita tetap cek lagi menjelang harinya.'
'Kalau dia berubah pikiran?'
'Ibu akan memberi tahu. Kita tidak akan menunggu tanpa kabar sepanjang hari.'
Fiona ingin duduk dekat Laura. Zio lebih tertarik menanyakan apakah ia harus membawa hasil tugas untuk diperlihatkan. Laura menjawab tidak ada kewajiban membawa bukti bahwa hidup mereka berjalan baik. Jika ingin menunjukkan sesuatu, mereka boleh memilih; jika tidak, percakapan biasa sudah cukup.
Di kantor, Laura tetap menjalankan persiapan evaluasi pekerjaan. Acara telah selesai, tetapi catatan yang ditinggalkan tim perlu dirapikan. Daniel mengajaknya meninjau apa yang membantu penyusunan ulang banner dan bagian penyimpanan yang perlu diubah.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Michelle karena menjaga teks dan pratinjau. Petugas produksi mencatat bahwa jeda pemeriksaan sebelum mencetak membantu menemukan letak tulisan yang terlalu dekat tepi. Laura menuliskan hasil itu tanpa mengubah malam begadangnya menjadi alasan menganggap lembur sebagai cara kerja yang patut diulang.
'Kalau ada kejadian serupa, kita harus punya pilihan yang tidak bergantung pada satu orang berjaga sampai pagi,' katanya.
Daniel menyetujui. Pemeriksaan penyebab kehilangan berkas tetap belum selesai. Laura tidak meminta tim menyamakan ketidaktahuan itu dengan kepastian bahwa tidak ada orang melakukan sesuatu dengan sengaja.
Rabu, Vania mengajak Laura makan sebentar. Kimmy ikut setelah menyelesaikan urusannya. Percakapan semula mengenai pekerjaan, lalu Laura menyebut ia sedang mempersiapkan pertemuan anak-anak dengan Brian. Ia tidak membagikan semua pertanyaan pribadi Zio dan Fiona, hanya menyampaikan rencana yang relevan.
'Kamu ingin kami ikut?' tanya Vania.
'Tidak. Mereka ingin aku di meja yang sama. Kalau terlalu banyak orang, mungkin malah terasa seperti semua sedang mengawasi.'
Kimmy mengangguk. Ia mengatakan dapat menerima telepon setelahnya jika Laura ingin berbicara. Laura berterima kasih. Bantuan tidak selalu harus hadir sebagai orang tambahan di ruangan yang sama.
Ia juga mengingat bahwa sejak awal pertemuan itu bukan cara menunjukkan kepada Brian ia sudah memiliki kehidupan yang lebih baik. Ia tidak perlu membawa Lee atau menyebut rumah besar tempat mereka pernah makan. Anak-anak datang karena memilih berbicara dengan ayahnya, bukan untuk memperlihatkan calon pengganti.
Menjelang akhir pekan, Laura memeriksa kembali kesediaan mereka secara terpisah. Zio masih ingin datang. Fiona mengatakan ia gugup, tetapi ingin mencoba selama ia dapat pulang jika perlu. Laura tidak menjanjikan pertemuan pasti menyenangkan. Ia hanya menjanjikan akan mendengarkan dan mengikuti rencana yang telah dibuat.
Brian mengonfirmasi kehadirannya pada Sabtu. Laura memintanya datang tepat waktu dan memberi kabar jika ada hambatan. Ia tidak mengirim ulang seluruh aturan, hanya menegaskan tempat dan waktu agar tidak ada salah pengertian.
Laura kemudian menelepon kafe untuk memastikan mereka menerima tamu pada jam yang dipilih. Tidak ada pemesanan acara khusus, hanya meja biasa untuk empat orang. Ia meminta tempat yang tidak menghalangi jalan keluar dan mencatat bahwa mereka dapat memesan langsung setelah tiba. Setelah itu ia berhenti memeriksa hal yang sama berulang kali.
Malam sebelum pertemuan, Fiona menyiapkan pakaian lalu bertanya apakah ia harus memanggil Brian dengan cara tertentu. Laura menjawab ia tidak perlu mengubah panggilan untuk membuat siapa pun terlihat dekat. Zio mendengar dari dekat pintu dan bertanya apakah mereka boleh diam kalau tidak tahu harus mengatakan apa.
'Boleh. Tidak ada tugas membuat percakapan berjalan terus,' kata Laura.
Setelah keduanya tidur, ia memeriksa rute menuju kafe. Ia menyiapkan uang untuk pesanan mereka sendiri dan memastikan tidak ada kebutuhan lain yang membuat mereka harus bergantung pada Brian untuk pulang. Persiapan itu tidak menghilangkan seluruh kegugupannya, tetapi memberinya sesuatu yang jelas untuk dilakukan.
Laura menyimpan ponsel. Besok ia tidak dapat menjamin Brian akan mengatakan semua hal yang tepat. Ia juga tidak dapat mengatur bagaimana Zio dan Fiona akan merasa ketika melihat ayahnya. Yang dapat dilakukannya adalah hadir, mendengar, dan tidak membiarkan keinginan orang dewasa membuat dua anak itu kehilangan cara untuk pulang.