Kamis, Brian menelepon ketika Laura sedang menunggu balasan pihak hotel. Ia membaca nama yang muncul, kemudian membiarkannya berhenti sampai pekerjaan yang sedang dilakukan selesai. Setelah mencatat hasil percakapan dengan petugas acara, barulah ia menelepon kembali.
'Sudah ada jawaban anak-anak?' tanya Brian.
'Belum ada rencana yang bisa kita tetapkan. Mereka masih memikirkan.'
'Aku cuma ingin bertemu.'
Laura mengulangi bahwa ia akan mengabari. Ia tidak menyampaikan keraguan Fiona atau keinginan Zio secara rinci, sebab keduanya belum memilih untuk menjadikannya rencana. Brian menghela napas, lalu kembali menyebut kesulitan uang yang sudah dibicarakan Senin.
'Kalau bisa dibantu sedikit saja dulu,' katanya.
'Aku sudah menjawab.'
'Kamu sekarang punya penghasilan lebih baik. Aku dengar jabatanmu langsung dipilih CEO.'
Laura memejamkan mata sebentar. 'Siapa yang mengangkatku tidak mengubah jawabanku. Uangku dipakai untuk kebutuhanku dan anak-anak. Aku tidak akan memberimu pinjaman.'
Brian mengatakan ia tidak bermaksud menyinggung. Laura menjawab bahwa membandingkan penghasilan bukan alasan untuk mengabaikan penolakan. Ia meminta percakapan tentang anak-anak tidak kembali dipakai sebagai pembuka permintaan uang.
Setelah telepon berakhir, ia menatap catatan pekerjaan tanpa langsung membacanya. Brian mengetahui kabar jabatan yang mungkin beredar di perusahaan, tetapi Laura tidak mempunyai bukti siapa yang menyampaikannya. Ia tidak ingin menuduh Norma hanya karena ada hubungan di antara mereka.
Sore itu ia mengirim pesan tertulis kepada Brian untuk merangkum jawabannya. Tidak ada pinjaman. Jika ingin membicarakan tanggung jawab kepada anak-anak, mereka dapat membuat waktu tersendiri. Laura ingin ada catatan yang dapat dibaca kembali jika percakapan berikutnya berputar ke permintaan yang sama.
Brian membalas bahwa ia mungkin tidak dapat bertemu akhir pekan ini karena ada urusan. Laura menjawab belum ada pertemuan yang disepakati, sehingga tidak ada janji kepada anak-anak yang perlu dibatalkan. Ia menyimpan ponsel tanpa memberitahukan kabar yang belum menjadi rencana itu kepada Zio atau Fiona.
Jumat pagi, urusan acara membuat bagian pemasaran sibuk. Tim memeriksa jumlah bahan, jadwal petugas, dan kontak pihak hotel. Laura baru selesai memastikan satu daftar ketika petugas penerima menghubungi lagi.
Brian datang.
Laura menatap jam, lalu meminta petugas menyampaikan bahwa ia sedang bekerja dan tidak dapat menemui tanpa janji. Brian mengirim pesan bahwa pembicaraan hanya sebentar. Ia menyebut sudah terlanjur datang dari jauh.
Laura menghubungi Daniel, bukan untuk meminta izin menolak mantan suaminya, tetapi agar jadwal kerja dan aturan tamu dipahami. Daniel menawarkan kembali menemani jika ia memilih bertemu. Setelah mempertimbangkan bahwa Brian masih menunggu di lobi, Laura menyetujui pertemuan singkat dengan batas waktu yang jelas.
'Ini bukan berarti kamu boleh datang kapan saja,' katanya begitu duduk di ruangan tamu. 'Aku sudah meminta membuat janji.'
'Aku pikir kamu akan lebih mengerti kalau bertemu langsung.'
'Kalau maksudmu uang, jawabannya tidak berubah.'
Brian terdiam, lalu mengatakan dirinya tidak punya banyak pilihan. Ia meminta Laura tidak memperlakukannya sebagai orang asing. Daniel tetap duduk di sisi ruangan, memberi ruang bagi Laura untuk menjawab sendiri.
'Aku tidak perlu menganggapmu orang asing untuk menolak memberi uang,' jawab Laura. 'Kita punya urusan sebagai orang tua. Itu tidak sama dengan aku harus menanggung kebutuhanmu.'
'Aku akan mengembalikan.'
'Aku tidak menawarkan pinjaman.'
Laura menyadari suaranya semakin dingin. Ia tidak menikmati melihat Brian malu, tetapi ia juga tidak mau rasa tidak enak menjadi jalan agar penolakannya dilangkahi. Ia mengulangi bahwa tanggung jawab kepada anak-anak perlu dibicarakan, sementara akses untuk bertemu tidak dapat ditukar dengan bantuan uang dari dirinya.
Brian menanyakan apakah ada lelaki lain yang menyuruhnya berbicara begitu. Laura menegakkan punggung. Ia tidak menyebut Lee atau menjelaskan perdebatan yang baru terjadi beberapa hari sebelumnya.
'Ini jawabanku sendiri,' katanya. 'Jangan menganggap aku baru bisa menolak kalau seseorang menyuruh.'
Daniel mengingatkan waktu pertemuan akan selesai. Laura berdiri dan mengatakan Brian dapat mengirim pesan untuk membuat rencana pembicaraan berikutnya, tetapi kunjungan mendadak seperti ini tidak akan terus diterima. Petugas mengantarnya keluar setelah ia tidak mempunyai hal lain yang dapat disampaikan selain permintaan yang sama.
Laura kembali bekerja dengan rasa lelah yang tidak berkaitan dengan kurang tidur. Ia mengambil air, memberi dirinya beberapa menit, lalu membuka daftar acara yang tadi ditinggalkan. Michelle sudah menandai bagian yang perlu keputusan. Tidak semua orang di ruangan perlu mengetahui apa yang baru terjadi.
Menjelang sore, Lee bertanya apakah ia memerlukan bantuan karena melihat Daniel kembali mendampingi tamunya. Laura menjawab bahwa ia telah menangani percakapan dan tidak meminta tindakan lain. Lee menerima jawabannya tanpa menggunakan kesepakatan mereka untuk melarang pertemuan.
Laura memperhatikan perbedaan kecil itu. Ia tidak memberinya pujian berlebihan, tetapi merasa lebih mudah mengucapkan terima kasih ketika tidak harus mempertahankan hak yang sama sekali lagi.
Lee kemudian menawarkan menemaninya menjemput anak-anak pada hari lain, jika ia membutuhkan kendaraan. Laura menanyakan apakah maksudnya Lee datang sendiri ke sekolah. Lelaki itu menjawab ia bisa ikut bersama Laura, bukan mengambil alih tanpa pemberitahuan.
'Aku perlu bertanya kepada mereka dan mengikuti aturan sekolah,' kata Laura. 'Jangan datang sebelum aku memastikan.'
Lee menyetujuinya. Laura belum memberikan hari atau alamat penjemputan. Ia ingin memikirkan dulu apakah tawaran itu benar-benar membantu atau justru mempercepat kedekatan yang belum siap dijalani anak-anak. Makan sup satu kali tidak berarti setiap bagian rutinitas keluarga kini terbuka untuk Lee. Ia mengatakan akan memberi kabar setelah membicarakannya di rumah, lalu kembali menyelesaikan pekerjaan acara.
Sabtu, acara yang dipersiapkan tim akhirnya berlangsung. Banner berada pada tempat yang sudah diperiksa, dan para petugas mengetahui tugasnya. Laura hadir untuk bagian pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, menyelesaikan pemeriksaan, lalu pulang setelah serah terima kepada tim selesai.
Di rumah, Zio bertanya apakah ibunya masih perlu keluar. Laura mengatakan pekerjaan hari itu selesai. Ketika Lee mengirim pertanyaan tentang kemungkinan berkunjung Minggu sebentar, ia tidak langsung mengiyakan. Ia membacanya, menanyakan kepada anak-anak, dan menunggu jawaban yang benar-benar datang dari mereka.