Laura membuka folder banner pada Kamis pagi dan mengira matanya melewatkan satu baris. Ia memeriksa nama-nama berkas, mengubah urutannya, lalu kembali ke tempat semula. Berkas akhir yang disimpan kemarin tetap tidak terlihat.
Ia membuka folder lain yang mungkin tertukar, kemudian memeriksa penyimpanan kerjanya sendiri. Rancangan masih ada, tetapi belum memuat semua perbaikan yang telah disetujui. Ia menarik napas dan mencoba mengingat kapan terakhir kali membuka hasil akhirnya.
Michelle datang membawa map. Begitu mendengar pertanyaan Laura, ia berhenti di samping layar dan menunjukkan folder yang sama.
'Di sini, Bu. Kemarin saya lihat sebelum mencetak pratinjau.'
'Saya juga menyimpannya di sini.'
Laura menahan keinginan untuk terus mengklik tanpa arah. Ia meminta Michelle tidak mengubah isi folder dulu, lalu menghubungi Daniel. Tenggat terlalu dekat untuk menyembunyikan masalah sambil berharap berkasnya muncul sendiri.
Daniel tiba beberapa menit kemudian. Ia mendengarkan urutan yang diingat Laura dan Michelle, kemudian meminta bagian TI memeriksa kemungkinan pemulihan. Laura menyebut komputer itu dipakai beberapa orang. Ia tidak tahu siapa saja yang membuka folder setelah dirinya pergi.
'Jangan menebak nama dulu,' kata Daniel. 'Kita cari yang bisa dipulihkan dan siapkan pilihan kalau tidak berhasil.'
Laura mengangguk. Ia memberikan keterangan yang diminta petugas TI, lalu mundur agar pemeriksaan dapat dilakukan. Menunggu di samping layar membuat waktu terasa berjalan lebih cepat daripada angka pada jam.
Norma melihat mereka berkumpul dari mejanya. Ia bertanya kepada rekan di samping apakah ada masalah. Ketika mendengar berkas banner hilang, ia mengerutkan dahi seolah baru pertama kali mengetahui kabar itu.
'Bukankah sudah mau dikirim?'
'Makanya sedang dicek.'
Norma tidak melanjutkan pertanyaan. Ia kembali menghadap komputer, menahan dorongan untuk melihat apakah Laura mulai panik. Sesekali ia mendengar Daniel berbicara dengan petugas TI, tetapi tidak cukup jelas untuk mengetahui hasilnya.
Petugas akhirnya meminta waktu tambahan. Salinan akhir belum ditemukan pada lokasi yang diperiksa. Beberapa kemungkinan pemulihan masih harus dilihat, tetapi ia tidak mau menjanjikan hasil sebelum benar-benar berhasil membuka berkasnya.
'Kalau sampai siang belum ada, kita harus tetap bergerak,' kata Daniel kepada Laura.
Laura membuka rancangan di penyimpanannya sendiri. Warna dan sebagian unsur utama masih benar. Yang hilang adalah perbaikan tata letak, beberapa penyesuaian teks, serta pengaturan akhir yang diperlukan agar hasil cetak tidak berubah.
'Saya bisa menyusun ulang dari ini,' katanya. 'Tapi perlu mencocokkan semua revisi.'
Michelle segera membuka map. Ada teks yang telah disetujui, catatan perubahan, dan pratinjau kecil yang dicetak kemarin. Laura menatap kertas itu lebih lama daripada seharusnya. Beberapa jam sebelumnya ia hampir menganggap menyimpannya sebagai pekerjaan tambahan yang tidak perlu.
'Ini membantu,' katanya.
'Saya masih punya pratinjaunya juga. Tapi bukan file untuk cetak.'
'Tidak apa-apa. Kita pakai untuk membandingkan.'
Daniel meminta pekerjaan lain yang tidak mendesak dialihkan sementara. Michelle akan membantu memeriksa teks, sedangkan anggota tim lain tetap mengurus kebutuhan acara yang tidak bergantung pada desain banner. Mereka tidak menghentikan seluruh persiapan karena satu berkas hilang.
Laura menghubungi percetakan. Ia menjelaskan bahwa berkas akhir sedang disiapkan kembali dan memastikan batas waktu penerimaan Jumat pagi. Petugas meminta mereka tidak mengirim hasil yang belum diperiksa hanya untuk memenuhi jam kirim.
'Kalau ada perubahan jadwal, beri tahu secepatnya,' katanya.
Laura mencatat nama petugas dan mengucapkan terima kasih. Setelah menutup telepon, ia memeriksa ulang jam yang disepakati. Ia memiliki sisa hari ini dan sebagian malam, tetapi tidak boleh menganggap anak-anak dapat ditinggalkan begitu saja karena pekerjaan sedang bermasalah.
Ia menghubungi Vania lebih dulu. Sahabatnya mengingatkan bahwa malam itu ia mempunyai urusan yang sudah disebutkan sebelumnya. Laura mengatakan ia ingat dan tidak meminta Vania membatalkannya. Setelah itu ia menghubungi Kimmy.
'Aku bisa datang setelah urusanku selesai,' jawab Kimmy. 'Tapi aku perlu tahu sampai jam berapa.'
'Aku belum bisa memastikan. Kalau harus sampai larut, aku akan pulang dulu dan membawa pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah. Aku tidak ingin kamu berjaga tanpa batas.'
Mereka membicarakan pilihan yang memungkinkan sebelum mengakhiri telepon. Laura lalu mengirim pesan kepada anak-anak tentang perubahan rencana sore, dengan penjelasan sederhana bahwa ada berkas pekerjaan yang harus dibuat ulang. Ia akan memberi kabar lagi setelah tahu apakah harus pulang lebih lambat.
Siang menjelang sore, hasil pemeriksaan TI belum dapat mengembalikan salinan yang dibutuhkan. Daniel memutuskan penyusunan ulang harus menjadi jalur utama. Pemeriksaan tetap dilanjutkan terpisah, agar upaya mencari penyebab tidak menghentikan pekerjaan memperbaiki hasil.
'Catat yang sudah diketahui. Kita bahas setelah tenggat teratasi,' katanya.
Laura kembali duduk. Ia meletakkan pratinjau di sisi layar dan membuka rancangan lama. Michelle membacakan perubahan teks satu per satu. Mereka mulai dari bagian paling penting, kemudian memeriksa kembali susunan yang telah dibuat.
Ada satu baris yang tampak berbeda pada rancangan lama. Laura hampir mempertahankannya karena ingat pernah menyukai susunan tersebut, tetapi Michelle menunjuk koreksi terakhir pada lembar persetujuan. Laura menghapusnya dan mengikuti teks yang telah disahkan. Ia tidak ingin kelelahan dan rasa kesal membuat pekerjaan ulang ini menjadi alasan untuk mengubah keputusan tim tanpa bertanya lagi.
Norma melewati ruangan untuk menyerahkan pekerjaan. Laura menerimanya tanpa menuduh atau menatapnya dengan maksud tertentu. Ia hanya meminta berkas itu ditaruh di tempat biasa karena sekarang sedang mengejar banner.
Ketiadaan tuduhan justru membuat Norma tidak tenang. Ia telah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang belum datang. Melihat Laura bekerja di samping kertas persetujuan, ia baru menyadari masih ada bagian yang tidak berhasil ia hapus.
Ketika sore tiba, banner belum selesai. Namun bentuknya mulai kembali menyerupai pratinjau. Laura menyimpan hasil kerja baru di tempat terpisah, memberi nama versi yang jelas, lalu mengabari Daniel tentang kemajuannya. Ia tidak mengatakan semuanya beres. Yang dapat ia pastikan baru satu: mereka sudah mempunyai bahan untuk melanjutkan, dan ia tidak akan menghabiskan sisa hari dengan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.