Laura pulang ketika sebagian besar pegawai mulai meninggalkan kantor. Berkas banner belum selesai, tetapi ia sudah menyimpan pekerjaan terakhir dan memberi tahu Daniel bahwa ia perlu memastikan anak-anak mempunyai pendamping sebelum melanjutkan. Daniel meminta kabar setelah ia mengetahui rencananya.
Di rumah, Fiona menyambut dengan pertanyaan apakah ibunya akan keluar lagi. Laura menaruh tas dan menjawab bahwa kemungkinan ia harus kembali bekerja setelah makan malam. Ia menjelaskan ada berkas rusak atau hilang yang sedang dibuat ulang, tanpa menyebut dugaan tentang siapa pun.
'Ibu belum tahu kapan selesai. Karena itu kita atur dulu,' katanya.
Zio menanyakan apakah mereka bisa ikut ke kantor. Laura menggeleng. Mereka perlu beristirahat dan sekolah besok. Ruang kerja yang akan dipakai malam itu bukan tempat yang dapat membuat mereka tidur dengan nyaman.
Kimmy datang setelah urusannya selesai. Ia dan Laura berbicara di dapur sambil menyiapkan makanan. Setelah mengetahui pekerjaan mungkin berlangsung sampai pagi, Kimmy mengatakan ia bersedia menginap untuk malam itu, asalkan Laura memastikan perlengkapan anak-anak sudah siap dan dapat dihubungi.
'Aku tidak bisa melakukan ini terus-menerus,' tambahnya.
'Aku tahu. Terima kasih untuk malam ini. Kalau ada apa-apa, telepon aku. Aku pulang.'
Laura menunjukkan nomor yang dapat dihubungi dan tempat menyimpan keperluan rumah. Ia memastikan anak-anak memahami Kimmy akan menemani mereka, bukan hanya singgah sebentar. Fiona meminta ibunya menelepon sebelum tidur. Zio ingin tahu apakah ia boleh menghubungi meskipun hanya untuk bertanya sesuatu.
'Boleh,' jawab Laura. 'Kalau Ibu sedang tidak bisa mengangkat, Ibu telepon kembali secepatnya.'
Mereka makan bersama sebelum Laura bersiap keluar. Ia melihat tugas Fiona yang sudah selesai dan memastikan tas sekolahnya siap. Kepada Zio, ia mengingatkan jadwal pagi yang tidak berubah. Urusan pekerjaan ibu tidak berarti mereka harus menebak sendiri apa yang akan dilakukan esok.
Laura kembali ke kantor setelah mengabari Daniel. Petugas keamanan mencatat kedatangannya dan mengantar sampai akses ruangan dibuka. Sebagian lampu sudah diredupkan, membuat meja yang biasa ramai terlihat berbeda.
Ia menyalakan komputer, membuka berkas terakhir, lalu mencocokkannya dengan pratinjau. Ada bagian yang dapat diselesaikan cepat dan ada yang harus diukur kembali. Laura memilih membereskan susunan utama sebelum menyentuh perincian, agar tidak menghabiskan waktu pada satu sudut sementara isi keseluruhan belum benar.
Michelle mengirim satu catatan melalui pesan sebelum berhenti bekerja malam itu. Laura membalas terima kasih dan meminta tidak terus menunggu. Bagian teks sudah cukup jelas untuk dikerjakan sendiri; pemeriksaan kedua dapat dilakukan pagi hari sebelum pengiriman.
Menjelang waktu tidur, Fiona menelepon seperti yang dijanjikan. Laura berhenti bekerja dan bertanya apakah ia sudah makan serta siap tidur. Kimmy terdengar berbicara kepada Zio di latar belakang. Tidak ada keadaan darurat, hanya kebutuhan mendengar suara ibunya sebelum mematikan lampu.
'Ibu masih di kantor?'
'Masih. Kamu tidur dulu. Jangan tunggu.'
'Besok pagi pulang?'
'Ibu sedang mengusahakannya. Kalau berubah, Kimmy tahu dan Ibu kabari kalian.'
Laura menginginkan jawaban yang lebih menenangkan, tetapi tidak mau memberi janji yang mungkin harus ditarik kembali. Setelah Zio ikut mengucapkan selamat malam, ia mengakhiri panggilan dan menatap layar yang kembali menunggu.
Waktu bergerak lambat melalui beberapa kali penyimpanan. Laura merasakan pundaknya mulai kaku. Ia berdiri untuk mengambil air dan mengistirahatkan mata, lalu kembali dengan kesadaran bahwa tergesa-gesa bukan alasan membiarkan kesalahan baru masuk.
Pada catatan di sebelah komputer, ia memberi tanda pada bagian yang telah diperiksa. Nama acara dan tanggal mendapat tanda tersendiri. Jika pagi nanti Michelle datang, mereka dapat mulai dari hal yang belum dicocokkan tanpa harus membuang waktu menanyakan kembali pekerjaan mana yang sudah dilakukan malam ini.
Ponselnya bergetar ketika ia sedang membandingkan hasil ekspor dengan susunan asli. Lee menanyakan apakah ia sudah di rumah. Laura menatap pesan itu, memikirkan apakah jawaban singkat akan kembali dianggap kurang.
Kali ini ia memilih menjelaskan yang memang terjadi.
'Saya di kantor. File banner akhir hilang. Kami membuat ulang untuk dikirim Jumat pagi. Daniel sudah tahu dan TI sedang memeriksa terpisah.'
Lee menelepon. Laura mengangkat dan mengulangi bahwa berkas belum selesai, tetapi ada rancangan lama serta pratinjau yang dapat dipakai. Ia juga menjelaskan anak-anak ditemani Kimmy dan dirinya tetap dapat dihubungi.
'Kenapa kamu tidak memberitahuku tadi?' tanya Lee.
'Karena urusan pekerjaan sudah saya laporkan kepada Daniel. Saya sedang memperbaikinya, bukan menyembunyikan.'
Ada jeda singkat sebelum Lee bertanya bantuan apa yang diperlukan. Laura mengatakan pemeriksaan teks besok pagi sudah diatur. Yang dibutuhkannya sekarang adalah menyelesaikan desain tanpa mengulang penjelasan kepada terlalu banyak orang.
'Baik. Kabari setelah selesai,' jawab Lee akhirnya.
Laura menerima permintaan itu sebagai pemberitahuan hasil pekerjaan, bukan janji untuk mengirim percakapan pribadi sepanjang malam. Ia menutup telepon dan kembali menyusun bagian terakhir. Lee sekarang sudah mengetahui masalahnya; ia tidak perlu bertingkah seolah fakta tersebut masih dirahasiakan.
Lewat tengah malam, rasa lelah membuatnya salah menggeser satu unsur. Laura membatalkan perubahan, menyimpan ulang, kemudian mengambil jeda singkat. Ia memandangi pratinjau sampai yakin bagian yang sedang diperbaiki memang memerlukan perubahan, bukan hanya terlihat asing karena terlalu lama ditatap.
Menjelang pukul lima, hasil ekspor akhirnya terbuka dengan susunan yang sama seperti rancangan. Laura memeriksa ukuran dan memastikan tidak ada teks yang terpotong. Ia menyimpan salinan baru secara terpisah, lalu mengirim kepada Daniel bahwa berkas sudah siap untuk pemeriksaan pagi, belum untuk dicetak tanpa dibaca kembali.
Ia menghubungi Kimmy dengan pesan agar tidak membangunkannya. Laura akan pulang sebentar untuk membersihkan diri dan membantu persiapan anak-anak sebelum kembali mengejar urusan cetak. Petugas keamanan membantunya memesan kendaraan yang dapat membawanya pulang dengan aman.
Saat keluar dari gedung, langit belum sepenuhnya terang. Laura memegang tas dan map pratinjau erat-erat. Ia tidak merasa menang atas siapa pun. Ia hanya ingin pekerjaan yang sudah dibuat dua kali itu benar-benar sampai ke percetakan, dan anak-anak melihat bahwa ibunya tetap pulang setelah malam yang terlalu panjang.