Senin pagi, Laura menemukan buket di meja kerjanya. Langkahnya berhenti sebelum ia sempat meletakkan tas. Bunga-bunga itu disusun rapi dengan kartu kecil, mengingatkannya pada kiriman yang pernah datang ketika ia baru menempati ruangan tersebut.
Ia memegang kartu tanpa membuka bungkusnya lebih jauh. Tidak ada nama yang dapat menjawab pertanyaannya. Kata-kata yang tertulis terasa akrab, seperti pengirimnya menganggap ia akan menikmati kejutan yang sama untuk kedua kali.
Laura membuka laci tempat menyimpan surat dari kiriman pertama. Ia membandingkan keduanya, lalu meletakkannya berdampingan. Dua kiriman dan tidak satu pun keberanian menyebut siapa yang mengirim. Buket yang semula mungkin dimaksudkan sebagai perhatian kini membuat ruangan kerjanya terasa diperhatikan orang yang tidak dapat ia lihat.
Michelle mengetuk pintu untuk menyerahkan bahan rapat. Pandangannya sempat berhenti pada bunga, tetapi ia tidak langsung berkomentar. Laura menerima berkas, menanyakan satu bagian jadwal, lalu memintanya memberi tahu jika mengetahui siapa yang menerima kiriman dari kurir.
'Bukan saya, Bu. Mungkin resepsionis tahu.'
'Baik. Tidak perlu mencari-cari sampai meninggalkan pekerjaan. Saya akan tanya sendiri.'
Laura menghubungi meja penerima. Petugas hanya dapat menyebut bahwa kiriman ditujukan kepadanya dan sudah melewati pemeriksaan tamu. Tidak ada nama pribadi pengirim yang disampaikan kepada petugas. Laura mengucapkan terima kasih, menahan keinginan untuk meminta semua orang menebak.
Ia memindahkan buket ke sudut meja yang tidak menutup layar komputer. Setelah itu ia membuka agenda. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum makan siang, termasuk memeriksa materi pemasaran untuk acara yang dijadwalkan akhir pekan berikutnya. Bunga tidak boleh mengambil seluruh perhatiannya.
Namun ketika Daniel datang membicarakan pekerjaan, ia menanyakan apakah perusahaan sedang mengirim ucapan untuk jabatan barunya. Daniel menggeleng. Tidak ada program ucapan yang diketahuinya berupa kiriman anonim kepada kepala pemasaran.
'Kalau itu mengganggumu, kamu bisa minta bagian penerima menahan kiriman berikut sampai jelas asalnya,' katanya.
'Saya akan mempertimbangkannya. Terima kasih.'
Daniel tidak mengomentari kemungkinan pengagum. Ia meletakkan dokumen yang dibawanya, lalu membahas tenggat bahan cetak. Laura mencatat perubahan kecil pada susunan teks dan memastikan persetujuan harus terkumpul sebelum bagian produksi mengirim ke percetakan.
Di luar ruangan, Norma melihat buket itu ketika pintu terbuka. Ia mengingat mobil, salon, dan rumah yang gerbangnya tidak berhasil ia lewati. Semua pemandangan tersebut bercampur menjadi keyakinan bahwa kenaikan jabatan Laura menyimpan sesuatu yang dapat ia serang.
'Rajin sekali yang mengirim,' katanya ketika Michelle kembali ke meja.
Michelle menaruh map. 'Aku tidak tahu siapa.'
'Aku juga cuma bilang rajin.'
Norma tersenyum tipis, tetapi Michelle tidak melanjutkan percakapan. Ada teks banner yang harus ia periksa, dan ia tidak ingin komentar tentang bunga menjadi pekerjaan tambahan. Norma kembali ke layarnya dengan perasaan tidak puas karena tidak mendapat teman untuk berspekulasi.
Menjelang makan siang, Lee mengirim pesan menanyakan perjalanan pulang anak-anak kemarin. Laura menjawab keduanya baik-baik saja dan sudah kembali sekolah. Ia menyampaikan terima kasih untuk ayahnya, lalu berhenti beberapa saat sebelum mengetik tentang bunga.
'Ada kiriman lagi ke meja saya. Saya tidak tahu dari siapa.'
Balasan Lee tidak langsung datang. Laura meletakkan ponsel dan memeriksa dokumen berikutnya. Ketika layar kembali menyala, Lee menanyakan apakah kiriman itu membuatnya tidak nyaman.
'Karena tidak ada nama, saya jadi harus menebak. Saya lebih suka tahu siapa yang mengirim.'
Lee menjawab bahwa ia memahami. Tidak ada pengakuan dalam kalimat itu. Laura memandangnya sebentar, lalu memutuskan tidak mengubah percakapan menjadi pemeriksaan lewat pesan. Kalau Lee mengetahui sesuatu, ia dapat menyampaikannya secara langsung.
Sore harinya, Kimmy datang bersama Vania untuk mengajaknya turun. Vania melihat bunga dan mengangkat alis, sementara Kimmy menanyakan apakah itu kiriman yang sama seperti sebelumnya.
'Kiriman baru. Masih tidak ada nama.'
'Kamu senang atau terganggu?' tanya Vania.
'Aku ingin berhenti memikirkan siapa yang tahu tempat dudukku dan memilih tidak bilang namanya.'
Kimmy mengangguk. Ia tidak mengatakan Laura harus merasa beruntung. Ketiganya meninggalkan ruangan setelah Laura mengunci laci tempat menyimpan kedua kartu. Buket tetap di sudut meja, dan ia berharap besok dapat memulai pagi tanpa kejutan serupa.
Selasa, Laura menemui Sam setelah menyelesaikan satu urusan berkas. Ia menunggu sampai asisten Lee menutup pembicaraan telepon, lalu bertanya langsung apakah kiriman tersebut berasal darinya atau termasuk pengaturan yang pernah dibicarakan dengan Lee.
'Bukan dari saya,' jawab Sam.
'Saya perlu memastikan. Saya tidak mau menghubungkan semua hal dengan kesepakatan itu tanpa tahu.'
Sam melepas kacamatanya sebentar. 'Saya mengerti. Untuk bunga ini, saya tidak mengatur pengirimannya.'
Laura berterima kasih atas jawaban yang jelas. Ia tidak meminta Sam menyelidiki kehidupan pribadi orang lain, tetapi mengatakan bahwa dirinya ingin nama pengirim disebutkan jika perhatian semacam itu berkaitan dengan hubungan pura-pura yang mereka atur.
'Jangan sampai orang-orang kantor menganggap sesuatu yang tidak saya pahami sendiri,' tambahnya.
Sam mengangguk dan mengatakan akan meneruskan keberatannya kepada Lee, dengan menyebut bahwa itu permintaan Laura. Ia tidak menjanjikan akan mengubah sesuatu tanpa berbicara dengan orang yang terlibat.
Saat kembali ke ruangan, Laura menemukan Michelle menunggunya dengan versi teks banner. Ia duduk dan memeriksanya bersama. Kalimat yang terlalu panjang dipotong, satu nama diperbaiki, lalu mereka menandai bagian yang perlu persetujuan akhir.
Michelle menunjukkan tempat menyimpan berkas yang akan dipakai tim produksi. Komputer bersama di bagian itu digunakan beberapa orang untuk memeriksa ukuran dan hasil ekspor sebelum materi dikirim. Laura meminta agar teks yang baru mereka periksa tetap berada dalam map persetujuan, terpisah dari berkas desain yang masih dikerjakan. Michelle menandai versinya dan mengatakan akan menyimpan pratinjau setelah persetujuan selesai. Mereka belum mengirim apa pun ke percetakan hari itu.
Perhatian Laura perlahan kembali pada pekerjaan yang dapat ia lihat dan pahami. Di sudut meja, bunga masih segar. Ia tidak membuangnya untuk membuat pernyataan kepada orang yang tidak dikenal, tetapi juga tidak berutang senyum kepada kiriman itu. Ia menutup dokumen setelah mencatat langkah berikutnya, bertekad meminta jawaban jika pengirimnya akhirnya mau muncul.