Pertanyaan tentang butik muncul ketika tim membicarakan presentasi. Seorang rekan ingin mengetahui mengapa pengerjaan dua contoh diberikan kepada Flaws_Lovers dan apakah kedekatan pemiliknya dengan Shania memengaruhi keputusan. Kalimat itu disampaikan di meja kerja, bukan melalui bisik-bisik tentang rumah tangga. Shania merasakan wajahnya panas, tetapi menunggu sampai pertanyaan selesai sebelum menjawab.
'Aku memang berteman dengan Shinta,' katanya. 'Aku yang menghubungkan ketika koordinator menanyakan kemungkinan pengerjaan. Tapi aku tidak memberikan persetujuan pesanan atau menetapkan pembayaran.'
Rekan itu menanyakan kepada siapa penawaran disampaikan dan bagaimana perubahan pekerjaan diputuskan. Shania menunjukkan bagian yang dapat dijelaskannya, lalu meminta koordinator menjawab keputusan yang bukan dibuatnya. Ia tidak menggunakan hubungan lama Yudha dengan dirinya sebagai bukti bahwa semua harus percaya.
Koordinator menerangkan kebutuhan dua contoh, kesiapan butik yang diperiksa melalui penawaran, dan persetujuan dari pihak yang mengurus pesanan. Jika ada perubahan di luar lingkup, persetujuan harus kembali melalui orang yang berwenang. Penjelasan itu tidak memerlukan cerita bagaimana Shania dahulu dilarang bekerja atau siapa yang berselingkuh. Pertanyaan mengenai pekerjaan dapat dijawab dengan pekerjaan.
Yudha ikut memastikan tidak ada imbalan usaha yang diterima Shania atas pengenalan vendor. Perannya sebagai pegawai dan bagian yang dikerjakan butik dicatat terpisah. Ia meminta pertanyaan yang masih ada disampaikan pada tempatnya, tidak diubah menjadi dugaan bahwa setiap hasil Shania hanya berasal dari orang yang mengenalnya.
Rekan yang bertanya mengangguk. Ia mengatakan ingin pembagian tanggung jawab jelas sebelum membawa contoh ke presentasi. Shania menerima alasan itu, meskipun cara bertanya semula membuatnya ingin bertahan dengan seluruh kekuatan. Ketika orang tersebut menunjukkan satu perubahan yang belum tercantum pada jadwal bersama, ia mengoreksinya. Ada bagian berguna yang dapat didengar tanpa menganggap semua pertanyaan merupakan penghinaan.
Di luar pertemuan, cerita tentang butik sempat sampai kepada orang lain dengan bentuk yang lebih pendek. Arhan mendengarnya ketika ditanya apakah ia mengetahui pekerjaan yang dikerjakan istrinya bersama teman. Ia mengatakan Shania adalah mantan istrinya dan ia tidak terlibat dalam pemilihan pengerjaan contoh. Ia tidak dapat memberikan jalan untuk memengaruhi pesanan.
'Kalau soal pekerjaannya, tanyakan kepada tim yang mengurus,' tambahnya.
Ia tidak mengumpulkan orang untuk menceritakan kesalahan rumah tangganya sebagai pembuktian. Ucapan yang dahulu telah diluruskan tidak perlu diumumkan kembali setiap kali Shania menerima tugas. Arhan kembali pada pekerjaannya setelah menunjukkan kepada penanya siapa yang memang mempunyai keterangan. Ia tidak mengirim pesan meminta terima kasih kepada Shania.
Sementara itu, Shania dan rekan tim menyiapkan keterangan untuk contoh yang akan dipresentasikan. Nama pembuat rancangan serta pihak pengerjaan harus sesuai kontribusi, bukan ditulis seolah satu orang menyelesaikan semua. Koordinator meminta mereka memeriksa susunan sebelum diteruskan kepada penyelenggara. Shania membaca namanya pada bagian yang memang dikerjakan, lalu memeriksa nama anggota lain yang ikut menyelesaikan.
Ada satu bagian penjelasan yang membuat pekerjaan butik tampak seperti sekadar meminjamkan tempat. Shania meminta kalimat itu diganti karena penjahit Shinta benar-benar mengerjakan pola serta jahitan sesuai kebutuhan yang disepakati. Ia menghubungi sahabatnya untuk memastikan penyebutan usaha yang tepat dan meminta persetujuan sebelum menggunakan gambar dari ruang kerjanya.
Shinta mengirim jawaban tanpa menambahkan tuntutan bahwa namanya harus lebih besar. Ia hanya meminta contoh yang belum selesai tidak dipotret dari sisi yang membuatnya tampak seperti hasil akhir. Shania menyampaikan itu kepada tim. Mereka memilih gambar yang memang sudah dapat dipakai dan menunggu pemeriksaan langsung pada sesi mencoba untuk bagian lain.
Menjelang sore, petugas yang menyiapkan kebutuhan presentasi menanyakan apakah wajah Shania perlu ikut ditampilkan. Ia meminta tujuan penggunaan dijelaskan dahulu. Untuk keterangan karya pada kegiatan tersebut, mereka akhirnya cukup memakai gambar hasil serta nama tim yang benar. Shania memilih gambar yang memperlihatkan sambungan dengan terang, lalu menyerahkannya beserta keterangan siapa yang merancang dan mengerjakan bagian tersebut.
Sesudah rapat selesai, Shania duduk sebentar dengan rekan yang tadi bertanya. Orang itu mengatakan baru memahami mengapa dua jenis pekerjaan dipisahkan. Shania mengakui ia sempat merasa disudutkan karena sudah terlalu sering mendengar orang menebak alasan ia bekerja. Keduanya berbicara singkat tanpa memaksa satu pihak meminta maaf panjang di depan semua orang.
'Aku bisa bertanya lebih jelas tadi,' kata rekannya.
'Aku juga bisa menjawab bagian yang kutahu dulu, bukan langsung mengira kamu membicarakan yang lain.'
Mereka kembali ke meja masing-masing. Shania masih merasa lelah, tetapi gambar serta penjelasan yang akan dipakai kini lebih tepat. Ia menutup hari dengan mengirim versi yang disetujui, lalu mematikan layar ketika waktu pulang tiba. Untuk sesaat ia ingin menghubungi Shinta hanya untuk mengeluh, kemudian memilih menyampaikan satu kabar yang juga penting: kredit pengerjaan butik telah dibetulkan.
Di kontrakan, ia menggantung pakaian kerja pada rak dan menyalakan lampu meja. Ada tagihan kebutuhan rumah yang harus diperiksa dan makanan yang dapat dimasak dari belanja hari sebelumnya. Ia masih belajar memilih porsi yang tidak menyisakan terlalu banyak, tetapi kini dapat memperbaikinya tanpa mendengar komentar tentang apakah ia cukup pantas disebut istri.
Ia memasak lalu makan sebelum membawa alat makannya ke bak cuci. Bunyi dari meter listrik membuatnya berhenti ketika hendak mencuci piring. Ia memeriksa penunjuk yang pernah dijelaskan pemilik dan melihat persediaan perlu ditambah. Nomor yang diperlukan dicocokkan dengan keterangan rumah sebelum ia membeli sesuai kemampuan. Percobaan pertama memasukkan angka keliru; ia menghapus, membaca ulang, dan mencoba dengan lebih pelan. Bunyi peringatan berhenti setelah pengisian diterima. Shania menyimpan bukti bersama pengeluaran rumah dan baru kembali ke bak cuci. Ia tertawa kecil karena malamnya sendiri ternyata juga mempunyai tugas yang tidak selesai hanya dengan niat mandiri.
Setelah piring dicuci dan tangannya dikeringkan, Shania membaca kembali satu halaman gambar untuk sesi mencoba. Namanya tertulis kecil di bagian bawah bersama keterangan pekerjaan lain. Ia tidak memperbesarnya untuk menenangkan diri setelah pertanyaan pagi. Ia memastikan halaman itu menunjukkan hal yang benar, lalu menyimpannya ke tas agar tidak tertinggal esok. Pekerjaannya akan dibawa ke ruang yang dapat menilai hasil, dan ia ingin hadir dengan sesuatu yang memang selesai disiapkan.