Pada pekan kedua tinggal di kontrakan, Shania menerima tugas menyiapkan usul untuk presentasi kecil koleksi Megah. Bagian penyelenggara membutuhkan dua contoh busana yang belum termasuk produksi massal. Pengerjaannya akan melibatkan pihak luar yang dapat menangani jahitan sesuai kebutuhan serta waktu. Ketika koordinator menanyakan kemungkinan butik Shinta, Shania menjawab dapat menghubungkan, tetapi keputusan tidak seharusnya hanya mengandalkan persahabatan mereka.
Ia meneruskan kebutuhan yang memang boleh dibicarakan kepada Shinta dan memintanya membaca dahulu sebelum menjawab. Sahabatnya tidak langsung menyanggupi. Sesudah pengalaman pesanan yang dibatalkan, ia memeriksa jadwal penjahit serta pekerjaan yang sudah diterima. Balasan datang sore: butik bersedia mengajukan penawaran untuk lingkup yang disebut, dengan beberapa pertanyaan mengenai bahan dan waktu mencoba.
Pertemuan diatur bersama koordinator dan pihak yang mengurus pesanan. Yudha membantu memastikan urusan hubungan kerja Shania tetap terpisah dari transaksi usaha butik. Ia tidak memilih jahitan atau menentukan harga bahan di meja. Shania membawa gambar yang menjadi bagiannya, sementara Shinta membawa penawaran yang dapat dijalankan oleh timnya.
Dua contoh itu mempunyai kebutuhan berbeda. Yang pertama perlu memperlihatkan garis jatuh bahan ketika pemakai bergerak, sedangkan yang kedua lebih terstruktur dan harus tetap nyaman ketika dikenakan duduk. Shania menunjukkan bagian yang ingin dipertahankan. Shinta menanyakan kemungkinan mengubah cara penyelesaian yang akan memakan waktu terlalu lama jika tetap dikerjakan sebagaimana gambar awal.
Dahulu Shania mungkin akan menerima usul sahabatnya begitu saja karena bersyukur diberi tempat bekerja. Kini ia meminta penjelasan dan membandingkan dengan tujuan presentasi. Ada bagian yang dapat disederhanakan, ada yang harus dibawa kembali kepada koordinator sebelum disetujui. Mereka berbicara sebagai orang yang sama-sama mengetahui pekerjaan, sesekali berbeda pendapat tanpa harus menganggap persahabatan sedang diuji.
Shinta menolak satu tanggal mencoba yang terlalu dekat dengan penyerahan. Jika hasilnya perlu diubah, tidak ada ruang cukup untuk memperbaiki. Bagian penyelenggara sempat meminta tanggal tetap dipertahankan karena jadwal sudah padat. Shania menunjukkan akibatnya pada kedua contoh, lalu mengusulkan satu peninjauan awal sebelum sesi mencoba yang melibatkan pemakai.
Usul itu diterima setelah waktu orang yang diperlukan diperiksa. Tidak ada janji bahwa butik akan menutup semua kekurangan dengan lembur tanpa batas. Jumlah contoh tetap dua; permintaan tambahan harus dibicarakan sebagai pekerjaan lain. Shania merasakan tegang ketika kalimat tersebut ditegaskan, tetapi melihat Shinta dapat mengucapkannya tanpa kehilangan kepercayaan dari pihak pemesan.
Pada akhir pertemuan, penawaran butik diterima melalui pihak yang berwenang mengurus pesanan. Bahan yang disediakan perusahaan dan kebutuhan yang menjadi bagian pengerjaan butik dipisahkan dengan terang. Pembayaran usaha disepakati menurut pekerjaan, bukan diberikan kepada Shania diam-diam karena ia mengenalkan sahabatnya. Tugasnya mengoordinasikan bagian rancangan tetap merupakan penugasan di Megah.
Sore itu Shinta kembali ke butik dengan pesanan yang benar-benar disahkan. Ia mengirim konfirmasi penerimaan jadwal dan bagian pembayaran awal sesuai kesepakatan. Setelah diterima, timnya mulai menyiapkan pekerjaan. Shania tidak membawa bahan perusahaan pulang ke kontrakan untuk mengerjakan seluruhnya sendiri. Ia masih perlu menyerahkan gambar akhir melalui koordinator sebelum bagian yang telah disepakati diteruskan.
Pada kunjungan kerja pertama ke butik, meja potong telah disiapkan untuk dua contoh tersebut. Shania datang sesuai waktu kantor yang memang dialokasikan, membawa acuan terbaru yang dapat dibedakan dari gambar lama. Shinta memperlihatkan letak pola pada bahan. Ada bagian yang terlalu rapat jika semua ditempatkan seperti usul awal, sehingga mereka memeriksa pembagian sebelum kain dipotong.
Untuk contoh yang lebih lentur, Shinta menyampirkan ujung bahan pada bentuk pajang agar garis jatuhnya dapat dilihat. Lipatan yang pada gambar tampak kecil ternyata menumpuk ketika bahannya dibiarkan bergerak. Shania memindahkan satu bagian dan meminta penjahit menahan dari sisi lain. Setelah dicoba kembali, garis depan lebih ringan tanpa menutup bagian yang ingin diperlihatkan. Mereka memindahkan perubahan itu ke acuan sebelum menyentuh kain dengan gunting.
Pada contoh yang lebih terstruktur, penjahit menunjukkan bagian dalam yang akan terlihat ketika pemakai duduk. Shania berjongkok untuk melihat dari ketinggian berbeda. Ia mengakui gambar depan belum cukup menjelaskan sambungan tersebut, lalu menggambar ulang di kertas terpisah sampai orang yang akan menjahit dapat menunjuk bagian yang sama. Shinta menunggu jawaban koordinator untuk perubahan yang memengaruhi hasil akhir.
Suara gunting terdengar ketika keputusan telah pasti. Shania berdiri di sisi meja, menahan ujung bahan setelah diminta penjahit. Ia teringat pekerjaan pertama bersama Shinta untuk pameran, tetapi tidak mengulang cerita itu sebagai alasan agar semua usulnya diterima. Kali ini ada pihak lain yang menunggu hasil, dan dua sahabat tersebut mempunyai tanggung jawab yang dapat disebutkan satu per satu.
Menjelang selesai, Shinta mengajaknya makan sebentar. Mereka duduk di belakang dengan piring yang tidak diletakkan dekat kain. Sahabatnya menanyakan malam-malam pertama di kontrakan. Shania bercerita bahwa suara pagar tetangga masih membuatnya menoleh, dan bahwa meja kecil ternyata cepat penuh oleh gelas serta buku gambar.
'Aku sudah bilang soal gelas,' kata Shinta sambil tertawa.
Shania mengakui ia sekarang memindahkan gelas sebelum membuka gambar, bukan membeli meja lebih besar pada pekan pertama. Mereka membicarakan tempat membeli kebutuhan dapur sederhana, lalu kembali pada pekerjaan ketika waktunya tiba. Percakapan pribadi dapat berlangsung tanpa membuat kunjungan kerja kehilangan akhirnya.
Shania kembali ke kantor untuk menyerahkan hasil peninjauan. Koordinator memeriksa bagian yang perlu ditindaklanjuti dan memastikan tidak ada keputusan baru yang terlewat dari orang yang akan menggunakannya. Sesudah tugas hari itu selesai, ia berangkat menuju kontrakan dengan tas yang lebih ringan karena bahan serta contoh tinggal di tempat kerja masing-masing.
Malam itu ia menyiapkan makan sederhana dari bahan yang dibeli secukupnya dan perlengkapan dapur yang mulai dilengkapi sesuai anggaran. Ia masih harus memperhatikan pengeluaran, tetapi tidak lagi makan sambil menunggu kunci lain berbunyi di pintu. Di meja kecil, lampu Wati menerangi satu halaman jadwal presentasi. Ada dua tempat yang kini memerlukan hasil kerjanya, dan ada satu rumah kecil tempat ia dapat menutup halaman itu ketika waktunya beristirahat.