Pada awal bulan keenam sejak talak di rumah, satu pakaian dikembalikan pembeli karena jahitan di bawah lengan terlepas. Kabar itu sampai kepada koordinator sebelum Shania melihat barangnya. Ia sedang mengerjakan usul model berikutnya ketika diminta ikut memeriksa, bukan meninggalkan seluruh pekerjaan untuk menghadapi pembeli sendirian.
Perempuan yang datang membawa pakaian itu masih menyimpan bukti pembelian. Ia terlihat kesal dan mengatakan barang baru dipakai sekali. Petugas menerima keterangannya, kemudian mengajak pemeriksaan di tempat yang tidak menghalangi pembeli lain. Shania menunggu sampai pemakai selesai bercerita sebelum meminta izin melihat bagian yang bermasalah.
Ujung jahitan telah terbuka dan benangnya menggantung. Shania tidak menariknya untuk mencari seberapa jauh kerusakan akan bertambah. Ia meletakkan pakaian pada permukaan yang bersih dan meminta koordinator melihat bersama. Bagian yang terbuka menunjukkan pekerjaan perlu diperiksa oleh penjahit, bukan ditutup dengan dugaan bahwa tubuh pembeli terlalu besar untuk ukuran yang dipilih.
'Aku membelinya untuk dipakai bekerja,' kata perempuan itu. 'Aku tidak mungkin terus memeriksa bagian bawah lengan sepanjang hari.'
Perempuan itu menunjukkan tas tempat ia menyimpan pakaian pengganti yang terpaksa dibawa dari rumah. Ia harus pulang sebentar untuk berganti sebelum kembali bekerja, dan kedatangannya ke toko hari ini memerlukan pengaturan waktu lagi. 'Yang bikin kesal itu harus meninggalkan pekerjaan dua kali,' tambahnya. Shania meletakkan pakaian yang diperiksa dengan lebih hati-hati. Ia menggeser kursi agar perempuan itu dapat meletakkan tasnya, kemudian mempersilakan petugas memeriksa ujung jahitan yang masih terlepas pada pakaian tersebut. Petugas mencatat keterangan yang diperlukan agar pembicaraan berikutnya tidak dimulai dari awal.
Shania mengangguk. Ia meminta maaf atas masalah yang dialami, lalu menjelaskan bahwa penanggung jawab akan memastikan pilihan penyelesaian yang dapat diberikan. Ia tidak mengatakan semua pakaian lain pasti baik hanya karena baru satu orang kembali. Ia juga tidak meminta pembeli membuktikan dirinya telah memakai barang dengan sopan.
Pemeriksaan menemukan ujung jahitan pada unit itu tidak terkunci dengan baik. Koordinator meneruskan kabar kepada bagian produksi agar barang dalam kelompok yang sama diperiksa pada bagian tersebut. Sementara itu, petugas menawarkan penukaran sesuai proses toko setelah penanggung jawab menyetujui. Ukuran yang diperlukan masih tersedia, sehingga pembeli tidak harus menerima ukuran berbeda untuk membuat masalah segera hilang.
Perempuan itu meminta melihat barang pengganti lebih dahulu. Ia mencoba dan memeriksa gerak lengan di depan cermin. Shania berdiri cukup jauh, lalu mendekat hanya ketika diminta menunjukkan bagian yang telah diperiksa. Mereka tidak membongkar jahitan baru untuk membuktikan kekuatannya. Pemakai dapat melihat kerapian bagian dalam sebelum memutuskan menerima penukaran.
'Kalau ada masalah lagi, aku kembali ke petugas yang mana?' tanyanya.
Petugas menunjukkan jalur pelayanan dan keterangan yang perlu disimpan. Jawaban diberikan tanpa menuntut pembeli menghubungi Shania secara pribadi. Perempuan itu menerima barang pengganti, lalu memastikan catatan penukarannya selesai sebelum pergi. Wajahnya belum sepenuhnya ramah, tetapi ia tidak lagi harus membawa pakaian rusak pulang dan mencari penjahit dengan biaya sendiri.
Di ruang produksi, Shania memperhatikan unit yang dikembalikan diperbaiki untuk keperluan pemeriksaan. Penjahit menunjukkan letak ujung benang dan cara bagian itu seharusnya selesai. Shania mendengarkan tanpa mengambil pekerjaan yang tidak paling dikuasainya. Ia perlu memahami akibatnya pada rancangan serta acuan kerja, tetapi tidak otomatis menjadi pemeriksa seluruh jahitan perusahaan.
Beberapa unit dari kelompok yang sama diperiksa sebelum diteruskan kepada penjualan. Temuan dan tindakan disampaikan melalui koordinator, sehingga tidak ada barang yang hanya dipindahkan dari satu meja ke meja lain tanpa keputusan. Shania menyimpan bagian yang berkaitan dengan tugasnya, kemudian kembali meneruskan gambar yang tertunda. Sebelum menggambar lagi, ia bertanya apakah pemeriksaan kelompok barang itu sudah dimulai. Koordinator menyebut bagian yang sedang ditangani. Shania kemudian menyelesaikan revisi acuan agar hasil pemeriksaan dapat dipakai bersama oleh tim.
Pada akhir pekan, ia menepati janji kunjungan lain ke yayasan. Pengasuh telah memisahkan beberapa pakaian yang memerlukan perbaikan ringan sesuai pembicaraan terdahulu. Shania melihatnya lebih dahulu dan memilih bagian yang dapat dikerjakan dengan perlengkapan yang dibawa. Pakaian yang membutuhkan penggantian bahan lebih besar dipisahkan untuk dibicarakan lagi, tidak ditangani dengan potongan yang asal serupa.
Ia duduk di meja sambil memasang kembali kancing dan merapikan ujung jahitan yang terlepas. Seorang anak memperhatikan dari sisi meja dan menanyakan mengapa benang harus dimasukkan melalui lubang kecil berkali-kali. Shania menunjukkan jarum dari jarak aman, kemudian memintanya mengambil wadah kancing saja. Ia menyimpan benda tajam setiap kali berdiri agar meja tidak menjadi tempat bermain yang berbahaya.
Pengasuh menyiapkan minuman dan duduk sebentar. Kali ini mereka tidak mengulang seluruh cerita perceraian. Shania menceritakan kegagalannya memperoleh kontrakan yang disukai, lalu menanyakan kabar sehari-hari di tempat itu. Percakapan berpindah kepada pakaian yang cepat menjadi pendek karena anak-anak tumbuh. Ia mendengarkan sambil menyelesaikan kancing terakhir, tidak berusaha mengubah seluruh persediaan baju menjadi rancangan baru.
Ketika beberapa pakaian sudah selesai, mereka mencoba memasangkannya pada pemilik masing-masing. Satu kancing masih terlalu sulit dimasukkan, sehingga Shania memperbaiki bagian itu sebelum mengembalikan. Anak yang tadi memperhatikan bersorak kecil ketika dapat menutupnya sendiri. Ia segera berlari melanjutkan permainan, meninggalkan Shania yang tertawa bersama pengasuh.
Menjelang pulang, ia mengembalikan pakaian yang belum dapat ditangani dan menjelaskan kebutuhannya. Tidak ada janji kosong seluruhnya akan selesai dalam semalam. Pengasuh berterima kasih atas yang sudah diperbaiki dan menerima rencana untuk memeriksa sisanya pada kunjungan berikutnya jika memungkinkan. Shania mengumpulkan benang, jarum, serta kancing yang tersisa, memastikan tidak ada benda kecil tertinggal di meja.
Di perjalanan pulang, ia merasakan jari-jarinya pegal. Ada hasil yang dibayar melalui pekerjaan kantor dan ada bantuan yang dipilih untuk diberikan pada hari libur. Ia tidak perlu menyamakan keduanya agar merasa berguna. Malam itu ia beristirahat lebih awal di kamar tamu, setelah mengabari Shinta bahwa jadwalnya untuk pekan berikutnya akan padat. Pesan itu dikirim sebelum sahabatnya sempat menanyakan apakah ia dapat membantu pekerjaan lain.