Pada bulan kelima sejak talak di rumah, Shania menerima jadwal peninjauan pekerjaan. Pertemuan diatur bersama koordinator tim dan Yudha untuk bagian yang berkaitan dengan hubungan kerja. Ia membaca undangan tanpa menebak apakah akan mendapat kenaikan atau teguran. Perjanjian kerjanya masih berjalan; yang hendak dibicarakan ialah hasil serta tugas berikutnya, bukan hadiah karena ia telah berhasil melewati perceraian.
Ia menyiapkan contoh gambar sebelum dan sesudah perubahan, keterangan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, serta catatan dari produksi dan penjualan yang memang boleh dibawa. Foto kelompok Raka tidak dimasukkan ke dalam berkas perusahaan. Pesanan butik telah selesai, tetapi bukan bukti bahwa ia mengerjakan seluruh produk Megah seorang diri.
Koordinator membuka pembicaraan dengan hasil produksi terbatas. Sejumlah barang sudah terjual dan tanggapan awal cukup untuk melanjutkan peninjauan berikutnya. Jumlah yang tersisa tetap disebut, begitu pula permintaan yang belum dapat dipenuhi. Shania mendengar kembali cerita tentang lengan terlalu pendek, kali ini sebagai salah satu kebutuhan pemakai yang harus dipertimbangkan ketika menentukan arah rancangan.
'Bagian yang berhasil bukan hanya gambar pertamanya,' kata koordinator. 'Kamu mau mengubah yang tidak cocok. Tapi kita juga perlu melihat cara penjelasanmu sampai kepada orang yang menjahit.'
Ia mengeluarkan satu salinan yang pada pandangan pertama tampak benar. Shania menunduk dan menemukan keterangan letak pengait dari versi lama belum dihapus. Pada gambar terbaru letaknya sudah berubah, sehingga orang yang membaca teks dan gambar dapat menerima perintah berbeda. Kesalahan itu ditemukan sebelum dipakai untuk pekerjaan selanjutnya, tetapi tetap merupakan bagian yang harus diperbaiki olehnya.
Shania merasakan pipinya panas. Ia ingat telah memeriksa garis depan, ukuran, dan perubahan pada kerah, tetapi tidak membaca kembali seluruh keterangan setelah menyalin gambar. Ia ingin menjelaskan betapa banyak revisi yang terjadi. Kalimat itu berhenti sebelum keluar karena orang di hadapannya juga terlibat mengerjakan perubahan yang sama.
'Ini saya lewatkan,' katanya. 'Saya akan mengganti salinan dan memastikan yang lama tidak dipakai.'
Koordinator meminta ia menunjukkan bagaimana membedakan versi yang menjadi acuan. Shania menandai gambar terbaru, kemudian memisahkan contoh lama sebagai arsip, bukan membuangnya tanpa kabar sehingga orang lain kehilangan rujukan. Ia mengusulkan pemeriksaan berpasangan sebelum gambar diserahkan pada pekerjaan yang melibatkan banyak orang. Usul itu diterima untuk bagian yang sedang mereka kerjakan, tidak diubah menjadi tugas baru bagi seluruh perusahaan.
Yudha mendengarkan tanpa menengahi dengan pujian tentang ketabahan Shania. Ketika pembicaraan beralih pada penugasan berikut, ia membuka keterangan yang memang menjadi urusannya. Koordinator ingin Shania menangani pengembangan satu model lagi di bawah peninjauan tim, dengan lingkup yang lebih jelas dari sekadar membantu sampel. Ia tidak akan menjadi penentu pembelian bahan, pemimpin seluruh penjualan, atau orang yang harus menjawab setiap urusan administrasi.
Shania meminta penjelasan mengenai waktu dan pembagian tanggung jawab. Ia menyukai kesempatan itu, tetapi tidak ingin mengatakan sanggup sebelum tahu bagian mana yang dikerjakan sendiri dan mana yang memerlukan keputusan koordinator. Yudha mencatat keterangan yang berkaitan dengan penugasan serta cara perubahan lingkup kerja dipastikan melalui administrasi yang berlaku.
'Apa ini mengubah perjanjian kerja saya?' tanya Shania.
'Bagian yang perlu diubah harus dijelaskan tertulis,' jawab Yudha. 'Jangan hanya mengandalkan percakapan hari ini. Untuk yang tetap sama, kita tidak membuat janji baru seolah sudah berlaku.'
Shania mengangguk. Ia memeriksa imbalan serta ketentuan yang disampaikan, meminta waktu membaca sebelum mengonfirmasi bagian administrasi. Tidak ada angka penghasilan yang mendadak membuat ia dapat membeli rumah besar. Yang ditawarkan ialah pekerjaan yang lebih nyata dengan ukuran hasil yang dapat diperiksa, bukan gelar yang terlalu besar untuk pengalaman beberapa bulan.
Koordinator menanyakan apakah ia bersedia memulai dengan usul yang menanggapi kebutuhan panjang lengan tanpa mengulang bentuk yang sama. Shania setuju menyiapkan beberapa pilihan untuk ditinjau. Ia belum menjanjikan semua akan diproduksi. Pembeli yang pernah tidak cocok tidak dijadikan alasan membebankan seluruh biaya perubahan pada satu model baru.
Sesudah pertemuan, Shania kembali ke meja dan mengganti salinan yang keliru. Ia memberitahu rekan yang mungkin menyimpan gambar lama, lalu memastikan acuan yang dipakai bersama sudah benar. Penjahit yang menerima kabar tidak marah, tetapi mengatakan perbedaan kecil itu bisa membuat pekerjaan dibuka lagi jika terlambat ditemukan. Shania mendengarkan sampai selesai dan meminta maaf tanpa menambahkan cerita tentang jadwal sidangnya.
Pada jam istirahat ia membaca keterangan penugasan sekali lagi. Ada rasa bangga, tetapi juga kecemasan karena kini orang mengharapkan sesuatu yang lebih jelas darinya. Ia menghubungi Shinta bukan untuk meminta sahabatnya memastikan semua akan mudah, melainkan memberi kabar bahwa waktu kerja perusahaan perlu dijaga sebelum mereka menerima bantuan lain atas namanya.
Shinta menjawab akan membicarakan jadwal lebih dahulu jika ada pekerjaan baru. Keduanya sempat menertawakan bagaimana dahulu satu meja dan beberapa potong kain terasa sudah cukup untuk menjanjikan banyak hal. Shania tetap ingin membantu butik, tetapi pesanan Raka yang sudah selesai membuktikan bahwa membagi pekerjaan dengan benar tidak membuat persahabatan mereka menjadi lebih dingin.
Sore hari, ia menuliskan penghasilan yang memang sudah diterima, bukan yang baru mungkin datang dari penugasan berikut. Simpanan tempat tinggal bertambah melalui uang yang dapat diperiksa. Ia lalu membuka beberapa informasi sewa dan menandai pilihan yang dapat dikunjungi pada hari libur. Ia menanyakan alamat lengkap dan waktu yang diizinkan untuk melihat tempat, lalu menyimpan jawaban bersama perkiraan perjalanan ke kantor. Foto ruangan saja belum cukup untuk membuatnya memutuskan akan tinggal di sana. Untuk pertama kalinya, pencarian itu tidak hanya dimulai ketika ia menangis sesudah bertengkar dengan Arhan.
Ketika meninggalkan gedung, Shania membawa map penilaian serta gambar kosong untuk usul berikutnya. Ia tidak ingin segera memamerkan semuanya kepada mantan suaminya. Ada pekerjaan yang diakui dan ada kesalahan yang dikoreksi pada hari yang sama. Ia dapat pulang dengan keduanya, lalu mencari alamat baru tanpa menunggu hidupnya menjadi sempurna terlebih dahulu.