Pembeli yang menanyakan panjang lengan kembali pada waktu yang disepakati. Koordinator telah mengatur agar Shania dapat mendengarkan kebutuhannya bersama petugas penjualan. Perempuan itu datang membawa ukuran dari pakaian yang biasa dipakai, bukan meminta seluruh bentuk diubah sesuai foto yang tidak jelas. Ia menyukai bagian depan blus, tetapi tidak nyaman ketika ujung lengan berhenti terlalu jauh dari pergelangan.
Shania memperkenalkan diri sebagai anggota tim yang mengerjakan rancangan. Ia tidak mengatakan dapat mengubah barang sebelum memeriksa. Petugas membantu mengambil ukuran yang sesuai badan, kemudian mempersilakan pembeli mencoba. Ketika perempuan itu keluar, Shania mengerti persoalannya. Bahu dan badan sudah cocok, tetapi lengan memang tidak sepanjang yang diharapkan.
'Kalau aku ambil ukuran lebih besar, lengannya sedikit lebih panjang,' kata pembeli. 'Tapi badannya jadi begini.'
Ia menarik sisi kain yang berlebih. Shania mengangguk dan meminta ia tidak menahan pakaian dengan tangan agar jatuh aslinya terlihat. Mereka membandingkan dua ukuran tanpa mengatakan tubuh perempuan itu yang bermasalah. Memilih ukuran lebih besar hanya untuk mendapatkan tambahan panjang akan menimbulkan persoalan lain.
Koordinator memeriksa sisa lipatan pada ujung lengan. Ada ruang untuk perubahan kecil, tetapi tidak cukup untuk kebutuhan pembeli. Shania menunjukkan batasnya dengan jarum penanda pada contoh, bukan membongkar pakaian yang masih akan dijual. Ia sempat memikirkan penambahan potongan kain, lalu menyadari mereka tidak mempunyai bagian yang cocok untuk mengerjakannya sebagai perubahan sederhana.
'Kalau dilepas sedikit tetap belum sampai yang Ibu inginkan,' katanya. 'Kalau kami bilang bisa hanya dari lipatannya, hasilnya tidak akan seperti yang Ibu minta.'
Wajah pembeli kecewa. Ia mengatakan sudah mencoba beberapa pakaian hari itu dan berharap akhirnya menemukan yang dapat dipakai pada acara keluarga. Shania ingin menawarkan sesuatu agar kekecewaan itu segera hilang. Namun petugas di sampingnya lebih dahulu menanyakan kapan acaranya berlangsung dan bagian mana yang paling penting selain panjang lengan.
Dari jawaban tersebut, mereka mengetahui pembeli tidak memerlukan bentuk yang sama persis. Ia membutuhkan pakaian rapi yang tidak harus terus ditarik ketika bergerak. Petugas menawarkan melihat pilihan lain yang memang tersedia. Shania tidak mengambil alih pelayanan atau mengarahkannya membeli pesanan pribadi melalui butik Shinta. Ia berada di sana untuk membantu menjelaskan produk perusahaan, bukan mencari pelanggan dari ketidakcocokan barang sendiri.
Mereka menemukan rancangan lain dengan lengan yang lebih panjang dan bentuk yang berbeda pada bagian depan. Pembeli mencoba, kemudian keluar sambil tersenyum ragu. Warnanya bukan pilihan pertama. Harganya juga sedikit berbeda, sehingga perempuan itu meminta petugas menunjukkan label sebelum memutuskan. Ia telah menyiapkan batas belanja untuk acara tersebut dan tidak ingin baru terkejut di kasir. Petugas menerangkan harga yang berlaku, tanpa menjanjikan potongan yang tidak dapat diberikan. Pembeli menghitung sebentar di ponsel, lalu mengatakan ia dapat memilih pakaian itu jika tidak menambah barang lain. Tas kecil yang tadi ikut dipilihnya dari rak di samping tempat mencoba akhirnya diletakkan kembali pada tempatnya. Setelah itu ia meminta waktu membandingkan di depan cermin dan menghubungi seseorang melalui ponsel. Shania mundur agar perempuan itu dapat memutuskan tanpa merasa sedang mengecewakan perancang yang berdiri di dekatnya.
Sementara menunggu, koordinator mengingatkan bahwa satu permintaan tidak otomatis berarti produksi mereka harus diubah. Namun kebutuhan yang sudah jelas juga tidak perlu dihapus karena barang lain akhirnya dapat dijual. Shania mencatat bagian yang berkaitan dengan rentang ukuran untuk dibicarakan saat evaluasi, bukan menambahkan janji pada pembeli bahwa versi baru akan segera tersedia.
Pembeli akhirnya memilih pakaian lain tersebut. Ia mengucapkan terima kasih karena diberi jawaban yang terang mengenai batas perubahan. Ia melipat pakaian yang dibawanya sebagai contoh ukuran, memasukkannya ke tas, lalu mengikuti petugas menuju tempat pembayaran. Petugas mengurus pembayaran melalui kasir, sementara Shania kembali memeriksa contoh yang sempat dipasangi penanda. Semuanya dilepas sebelum pakaian disimpan pada tempatnya.
Di ruang kerja, ia mengaku kecewa kepada koordinator. Ia telah menyiapkan diri mendengar orang mengkritik warna atau harga, tetapi tidak menyangka pilihan yang cukup baik bagi banyak orang tetap dapat mengecualikan pemakai tertentu. Koordinator memintanya membedakan catatan untuk rancangan berikutnya dari sesuatu yang harus dibetulkan pada produksi yang sedang berjalan.
Shania membuka gambar, menandai satu pertanyaan untuk pembahasan kemudian, lalu menutupnya ketika waktunya meneruskan tugas hari itu. Ia tidak menjahit contoh baru sendirian sampai malam untuk membuktikan niat baik. Masih ada pekerjaan yang sudah disetujui dan orang yang bergantung pada bagian yang menjadi tanggung jawabnya.
Menjelang pulang, Shinta mengirim beberapa foto kegiatan kelompok Raka. Izin penggunaannya sudah diperoleh bagi foto yang disertakan; gambar lain tetap disimpan untuk pemakai pribadi. Pakaian pesanan butik tampak dikenakan dalam gerak, tidak seluruhnya berdiri menghadap kamera. Pada satu foto, perempuan yang bahunya pernah diperbaiki sedang meraih kursi tanpa sibuk memegang lengannya.
Shania memperbesar bagian itu, lalu tertawa kecil. Ia mengirim balasan bahwa ia senang melihat hasilnya dipakai. Shinta menanyakan apakah ia bersedia datang sebentar pada akhir pekan untuk memilih foto yang akan ditampilkan di butik. Shania menyanggupi setelah memastikan tidak ada urusan kantor pada waktu tersebut. Pesanan itu telah selesai dan dibayar; yang tersisa kini cara memperlihatkan karya tanpa mengambil ruang pribadi pemakainya.
Ketika tiba di kamar tamu, ia meletakkan tas dan duduk dekat jendela. Di ponsel masih ada gambar-gambar yang menunjukkan pekerjaan berhasil, sementara dalam ingatannya ada wajah pembeli yang sempat kecewa. Keduanya tidak saling menghapus. Ia dapat merasa bangga sekaligus mengetahui bahwa rancangan berikutnya masih mempunyai sesuatu untuk dipelajari.
Malam itu ia menyiapkan bekal lebih awal. Arhan belum pulang, dan ia tidak memeriksa siapa yang akan ditemuinya. Ia memilih mendengarkan lagu pelan sambil memotong buah, lalu mencuci pisau serta wadah yang dipakai. Setelah semuanya selesai, ia kembali ke kamar dengan waktu untuk membaca sebelum tidur. Ada kebutuhan orang lain yang belum dapat dipenuhinya hari itu, tetapi ia tidak perlu menebusnya dengan menyerahkan seluruh malam.