Rabu pagi, Shania mengikuti koordinator menuju area penjualan. Produk dari produksi terbatas telah melewati pemeriksaan akhir dan akan dipasang di rak yang disiapkan. Ia tidak membawa gambar, hanya ingin melihat bagaimana pakaian itu tampil di tempat orang sungguh memilih dan membayar. Ada kelegaan ketika jumlah barang yang diterima dicocokkan oleh petugas, lalu pembungkus dibuka satu per satu.
Salah satu pakaian mempunyai label ukuran yang tidak sesuai. Shania melihatnya ketika petugas menggantung barang di dekat contoh lain. Bentuk yang sedikit lebih lebar justru ditandai sebagai ukuran lebih kecil. Ia meminta mereka memeriksa dahulu, lalu mengambil ukuran pembanding bersama koordinator. Kekeliruan itu dapat dibetulkan sebelum seorang pembeli terlanjur membawa ukuran yang keliru ke ruang mencoba.
Petugas tidak dituduh mengubah label. Mereka memeriksa pakaian dari kiriman yang sama dan memisahkan satu barang tersebut untuk diperbaiki. Tidak seluruh pengiriman bermasalah. Koordinator meminta bagian yang bertanggung jawab memastikan penandaan akhirnya sesuai. Sesudah itu, barang yang sudah benar tetap dapat dipasang, sehingga temuan satu kesalahan tidak menunda semuanya tanpa alasan.
Shania mengatur jarak hanger ketika diminta membantu sebentar. Ia semula ingin mengelompokkan ukuran menjadi susunan yang tampak simetris. Petugas penjualan menggeser beberapa agar pembeli mudah meraihnya tanpa harus mengangkat pakaian lain. Shania mundur dan melihat kembali. Cara menata meja pameran tidak selalu menjadi cara terbaik mengisi rak yang akan disentuh banyak orang.
Koordinator mengatakan ia dapat tinggal sebentar untuk melihat tanggapan awal, kemudian harus kembali ke pekerjaan tim. Shania berdiri di tempat yang tidak menghalangi. Ia tidak hendak mengikuti setiap orang sampai ke ruang mencoba atau menjelaskan gambar ketika tidak diminta. Untuk beberapa menit, tidak seorang pun berhenti pada rak tersebut.
Seorang perempuan akhirnya mendekat dan meraba bagian lengan. Ia menanyakan bahan kepada petugas, memeriksa harga, lalu mengembalikan pakaian. Shania merasakan kecewa yang terlalu cepat. Perempuan itu kemudian mengambil barang lain dan beranjak. Ia tidak menoleh kepada Shania atau mengetahui bahwa seseorang sedang menahan napas menunggu keputusannya.
'Bukan berarti ada yang salah,' kata petugas yang melihat wajahnya. 'Kadang memang belum cocok untuk yang dicari.'
Shania mengangguk dan menjauh sedikit agar tidak membuat siapa pun merasa sedang diamati. Dari tempatnya ia melihat seorang pembeli lain datang membawa tas kerja. Perempuan itu mencari pakaian yang dapat dipakai ke acara kantor tanpa harus membeli satu set baru. Ia memilih ukuran tengah, lalu bertanya apakah bentuknya terlalu longgar untuk tubuhnya.
Petugas menawarkan mencoba. Shania tetap menunggu di luar area tersebut. Ketika perempuan itu keluar, ia merapikan ujung lengan dan melihat dirinya dari samping. Ia menyukai bagian depan yang sederhana, tetapi bertanya apakah ada warna lain. Petugas menjawab bahwa untuk produksi pertama hanya warna itu yang tersedia.
Shania hampir menawarkan penjelasan panjang mengenai keputusan rapat. Ia menahannya karena tidak ada yang bertanya mengapa tim memilih demikian. Pembeli hanya perlu mengetahui pilihan yang dapat dibeli hari itu. Perempuan tersebut mengangkat dua lengan, duduk sebentar di tempat yang diizinkan untuk mencoba gerak, lalu tersenyum kepada petugas.
'Ini tidak menarik di sini,' katanya sambil menunjukkan bahu. 'Biasanya kalau duduk, bagian depan ikut naik.'
Shania menatap koordinator yang baru datang memeriksa. Koordinator menunjuk bagian lengan yang baru dicoba pembeli. Shania mengangguk, lalu mundur sedikit agar petugas dapat menerima pakaian tanpa terhalang tubuhnya di dekat ruang mencoba. Perempuan itu melepas pakaian di ruang mencoba, kemudian mengambil pilihannya untuk dibawa ke kasir bersama barang lain.
Sebelum menuju kasir, pembeli itu kembali bertanya tentang cara merawat bahan. Petugas membacakan keterangan yang disertakan, lalu menunjukkan letaknya agar tidak terbuang bersama bungkus. Perempuan tersebut tertawa dan mengaku sering baru mencari petunjuk setelah pakaian berubah bentuk. Shania mendengarnya sambil memandangi ujung jahitan. Semua percakapan kecil yang dahulu terasa berada di luar rancangannya ternyata ikut menentukan apakah pakaian itu akan tetap dipakai.
Shania tidak menerima uang langsung. Ia melihat pembayaran diselesaikan melalui proses penjualan biasa, lalu baru mengembuskan napas. Yang terjadi hanya satu pembelian, bukan seluruh produksi habis sebelum siang. Namun untuk pertama kalinya rancangan yang lama disentuh di ruang kerja berangkat bersama orang yang tidak mengenal cerita pribadinya.
Sebelum kembali, ia menanyakan kepada petugas apakah ada bagian yang menyulitkan saat melayani. Jawabannya mengenai label yang kurang mudah terlihat dari arah tertentu. Shania menyampaikan kepada koordinator, tidak langsung memindahkan seluruh label dengan tangan sendiri. Mereka sepakat memeriksa cara pemasangan pada barang berikutnya tanpa mengubah pakaian yang telah benar hanya karena ingin membuat perbaikan tampak besar.
Di koridor ia berpapasan dengan Arhan yang sedang menuju urusan kerjanya. Pria itu melihat pembungkus sampel di tangan koordinator, lalu bertanya apakah produk sudah mulai ditawarkan. Shania menjawab sudah. Arhan mengucapkan selamat dan melanjutkan langkah setelah mendapat jawaban, tidak meminta mengantar atau membicarakan kehidupan rumah di depan orang lain.
Siang hari Shania makan bersama rekan tim. Ia menceritakan gerakan pembeli yang tadi duduk tanpa menarik bagian depan. Penjahit yang mendengar tertawa lega karena bagian itu sempat diperbaiki pada contoh ukuran. Percakapan beralih kepada pekerjaan yang belum selesai. Tidak semua orang harus berhenti bekerja untuk merayakan rasa bangga Shania, dan ia tidak merasa kurang dihargai karenanya.
Menjelang sore, petugas mengirim satu pertanyaan melalui koordinator. Ada pembeli yang menyukai bentuknya, tetapi membutuhkan lengan sedikit lebih panjang. Shania meminta mengetahui kebutuhan pemakai sebelum mengatakan dapat membantu. Ia tidak akan menjanjikan perubahan pada seluruh koleksi hanya karena seorang pembeli berbeda ukuran, tetapi ia ingin melihat apakah permintaan itu dapat ditangani secara layak.
Ketika pulang, ia melewati rak itu sekali lagi tanpa berhenti lama. Barang berlabel keliru telah diperbaiki dan dikembalikan pada susunan yang tepat. Ada ruang kecil di antara hanger tempat satu pakaian tadi diambil. Shania memandangnya sebentar, kemudian berjalan menuju pintu. Ia ingin menyimpan perasaan tersebut sampai tiba di kamar, sebelum kembali menghitung tabungan atau membuka jadwal kerja esok.