Bahan datang ketika hujan baru berhenti. Shania membantu menggeser kursi dari jalur masuk, lalu menunggu petugas selesai menurunkan gulungan. Ia tidak menandatangani penerimaan yang menjadi tanggung jawab orang lain. Ketika pembungkus dibuka untuk pemeriksaan, ia mendekat bersama koordinator sambil membawa contoh warna yang telah dipilih.
Pada pandangan pertama semuanya tampak sama. Di bawah lampu ruangan, kain itu mempunyai warna yang tepat dan permukaannya sesuai sampel. Namun ketika dua ujung diletakkan berdampingan dekat jendela, Shania melihat perbedaan tipis. Satu bagian lebih gelap. Ia memindahkan contoh ke sisi lain, berharap penglihatannya hanya dipengaruhi bayangan.
Rekan di sebelahnya ikut menunduk. 'Ini beda, ya?'
Shania mengangguk pelan. Di dalam kepalanya, jadwal yang baru disepakati terasa menyusut. Jika seluruh bahan diperlakukan seperti satu kelompok, bagian depan dan lengan dapat berasal dari warna yang tidak sama. Ia meminta pemeriksaan dihentikan sebentar agar gulungan yang meragukan tidak dipindahkan ke area pemotongan.
Bagian pengadaan dipanggil. Orang yang datang tidak langsung menyebut pemasok melakukan kesalahan. Mereka memeriksa keterangan pada kemasan dan memastikan mana yang sesuai dengan contoh. Shania menahan ujung kain di dekat jendela sementara rekannya membuka bagian lain. Beberapa kali warna tampak berubah ketika awan lewat, sehingga mereka perlu membandingkan pada posisi yang sama.
'Kalau dipisahkan untuk pakaian yang berbeda, bisa?' tanya seseorang.
Shania sempat ingin mengatakan bisa. Mereka dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa menunggu barang datang lagi. Kemudian koordinator menanyakan apakah jumlah dalam setiap kelompok cukup untuk pembagian ukuran yang disetujui. Tidak ada yang segera menjawab. Menggunakan bahan yang tampak mirip belum tentu menghasilkan jumlah yang dibutuhkan atau menjaga keseragaman ketika pembeli membandingkan dua barang di rak.
Mereka membuka perhitungan yang memang dipakai tim produksi. Shania melihat kemungkinan memanfaatkan sebagian, tetapi bukan seluruhnya. Ia menjelaskan bagian rancangan yang dapat dipotong dari kelompok yang sesuai, lalu berhenti sebelum menjanjikan sisanya dapat diselamatkan melalui bentuk baru. Perubahan bentuk pada tahap ini akan mengulang keputusan yang baru selesai dan membebankan masalah penerimaan bahan kepada rancangan.
Setelah pengadaan menghubungi pemasok, mereka menerima kabar bahwa pengganti dapat dikirim dalam dua hari. Kain yang tidak sesuai disisihkan untuk dikembalikan setelah pemeriksaan penerimaan diselesaikan. Koordinator memutuskan tidak melakukan pemotongan dari gulungan yang masih dipersoalkan. Bagian yang sudah cocok tetap dapat disiapkan, tetapi pembagian tugas harus diubah agar penjahit tidak menunggu tanpa pekerjaan.
Shania diminta menjelaskan akibatnya terhadap urutan membuat contoh tiga ukuran. Ia menunjuk bagian yang bisa dikerjakan dahulu dan bagian yang memerlukan bahan pengganti. Penjahit mengoreksi perkiraannya tentang waktu menyelesaikan salah satu sambungan. Shania mencoret angka itu, kemudian bertanya berapa waktu yang benar-benar diperlukan. Mereka menyusun ulang hari pemeriksaan, bukan hanya menggeser tulisan agar tanggal akhir terlihat tetap aman.
Ketika perubahan dibawa kepada bagian penjualan, tanggapan yang diterima tidak seluruhnya ramah. Tempat untuk barang baru sedang disiapkan. Orang yang menerimanya bertanya mengapa pemeriksaan sampel tidak menemukan masalah tersebut sejak awal. Koordinator menerangkan bahwa sampel telah sesuai; yang berbeda ialah sebagian pengiriman. Shania menunjukkan dua potongan yang dibawa agar persoalan tidak terdengar seperti alasan yang hanya dipahami ruang jahit.
'Kami ingin memberi kabar sebelum kalian menjanjikan waktu kepada orang lain,' tambahnya.
Tidak ada orang yang mengucapkan selamat karena mereka berhasil menemukan kekeliruan. Hari pemeriksaan baru disepakati setelah beberapa pertanyaan lagi. Shania kembali ke ruang kerja dengan kepala berat. Ia telah berharap keputusan produksi membuat semuanya bergerak lebih mudah. Ternyata sesudah disetujui, rancangan justru mulai menghadapi hal yang tidak dapat diperbaiki hanya dengan pensil.
Pada jam makan mereka baru menyadari nasi yang dibeli sejak pagi sudah dingin. Shania hendak terus bekerja, tetapi penjahit di meja sebelah memanggilnya dan mengosongkan satu kursi. Mereka makan bersama di tempat istirahat, membicarakan sambal yang terlalu pedas sampai seorang rekan mencari air. Shania tertawa ketika dirinya ternyata ikut kepedasan. Selama beberapa menit, kain yang tidak sesuai itu tidak menguasai percakapan. Ia kembali ke meja dengan perut terisi, lalu membantu membersihkan sisa pembungkus yang menumpuk di jalur berjalan.
Menjelang pulang ia menerima telepon Shinta. Seorang pemakai dari kelompok Raka ingin memindahkan jadwal mencoba karena mempunyai pekerjaan mendadak. Shania membuka waktu yang sudah disepakati dan menemukan satu pilihan di akhir pekan. Ia mengatakan perubahan itu mungkin, asalkan penjahit butik juga tersedia dan pemakai lain tidak ikut bergeser tanpa kabar.
Shinta tidak meminta Shania pulang kantor lalu datang malam itu. Mereka memilih menyampaikan pilihan kepada Raka dan menunggu jawaban. Setelah panggilan ditutup, Shania duduk sebentar di kursinya yang sudah kosong dari kain. Ia menyadari kedua pekerjaan berbeda itu membutuhkan hal yang sama darinya: bukan selalu berkata sanggup, melainkan mengetahui kapan jawaban belum boleh diberikan.
Di luar gedung, jalan masih basah. Shania memilih menunggu hujan kecil reda di bawah atap bersama beberapa pegawai lain. Salah seorang berbagi kabar tentang kendaraan yang lebih cepat menuju perhentian mereka. Shania mendengarkan, kemudian ikut berjalan ketika orang itu berangkat. Ia tidak memesan mobil hanya karena ingin segera sampai dan membuktikan hari yang melelahkan sudah berakhir.
Di rumah Arhan, ia mengganti sepatu yang lembap dengan sandal. Pot dekat taman samping miring karena terkena aliran air. Shania menegakkannya dan memindahkan sedikit dari tepi saluran, lalu membersihkan tanah dari tangannya. Ia tidak menganggap bunga yang masih tumbuh sebagai pertanda rumah tangganya dapat dipulihkan. Merawat sesuatu yang disukainya tidak harus menjadi janji akan tinggal.
Sebelum tidur ia membaca jawaban Shinta. Jadwal mencoba pengganti telah disepakati dengan pemakai dan penjahit; Raka akan memastikan orang itu datang. Shania menandai waktu tersebut dan mematikan layar. Di kantor masih ada dua gulung yang tidak boleh dicampur. Di butik ada satu orang yang harus dijumpai pada waktu berbeda. Ia membiarkan kedua urusan itu mempunyai batasnya masing-masing, kemudian tidur tanpa membawa kain apa pun ke atas ranjang.